
Dua hari itu Hua Mulan hanya bisa duduk sambil bersandar di ranjang Zhi Yuan, wanita itu selalu berteriak karena merasa begitu malu, dan berusaha menindas Zhi Yuan agar pemuda itu tidak berani mengingat hal memalukan itu, namun Zhi Yuan tetaplah bocah bermulut pedas, membuat keduanya selalu bertengkar, bahkan wanita itu sering mencakar Zhi Yuan , membuat nya jauh dari etika dan adat wanita bangsawan. Meski selalu ribut tetapi setiap semut mulai beraksi wanita itu memeluk pemuda itu dan mengigit apapun di dekat bibir nya.
Dan kini wanita itu sudah terlihat membaik, bibir terlihat kembali merah meski wajah nya masih pucat. dan malam itu wanita itu sudah bersiap kembali ke kediaman nya, wajahnya berubah begitu serius seperti baru bangun dari sebuah mimpi gila.
Keduanya duduk berhadapan di meja makan, Zhi Yuan meletakkan lencana yang di rampas nya dari pendekar ahli racun itu.
"Ayahku memiliki mata yang sangat bagus, dia bisa membedakan 6 herbal kering yang terlihat begitu sama hanya dalam hitungan detik, tidak ada yang mampu menandingi dalam bidang pengobatan," ucap Hua Mulan, wajah nya terlihat berbeda dengan wanita yang di temui di pinggir danau, wanita kali ini terlihat semakin kurus dan lelah.
"ini adalah wajah asliku, aku menyembunyikan nya saat mulai memasuki kediaman ini, wajah seperti ini tidak akan bertahan di tempat ini, dan air mata bagaikan candu untuk mereka, mereka akan meminta nya tanpa henti, jadi aku selalu mengenakan topeng angkuh ku, dan semakin lama topeng itu mengambil alih jiwaku, dan tanpa aku sadari kemunafikan berakar di diriku, tapi juga merupakan senjata yang begitu ampuh, meski di awal aku juga sangat jijik pada diriku sendiri," ucap Hua Mulan.
"nyonya aku tidak mengerti arah pembicaraan ini," ucap Zhi Yuan.
"maafkan aku Zhi Yuan, waktu di pinggir danau itu aku begitu kasar, jika mata ayah ku bisa melihat mu berbeda dan mempercayai mu, aku juga akan melakukan hal yang sama," ucap wanita itu lagi.
Wanita itu mengeluarkan bungkusan kain yang berisi guci kecil penuh dengan racun, dan meletakkan nya di depan nya,
__ADS_1
"beberapa hari yang lalu mertua ku menghadiahkan benda ini untuk ku, dan aku menerima nya tanpa setetes air mata, rumah megah ini penuh kebencian, dan orang-orang itu telah membuat ku harus menggunakan topeng dingin setiap berhadapan semua orang, karena siapapun yang ku sayang akan mereka rampas dengan keji, aku tidak bisa memeluk putera ku sendiri sedari bayi, aku bahkan harus tertawa saat ibuku membusuk di ranjang nya, bukan kah aku wanita munafik yang memuakkan? katakan Zhi Yuan, penderitaan apa yang belum aku rasakan? bahkan racun yang di berikan mertua ku ini terlihat seperti makanan yang begitu menggoda karena ak-u..." suara wanita itu sesekali terhenti nafas nya tersengal menahan sesak di hatinya.
"aku begitu kelaparan saat ini, ha-nya... hanya topeng itu mampu menyelamatkan orang-orang di sekitar ku, tidak ada orang yang bisa aku ajak untuk membagi beban beratku selama ini, aku begitu lelah Zhi Yuan, sangat lelah," tangisan Hua Mulan pecah sambil memegang bungkusan racun yang di berikan oleh mertua nya, keringat dingin kembali membasahi wajahnya bercampur dengan air mata membuat wajah itu tampak berkilap.
Zhi Yuan memejamkan matanya mungkin jika dulu sewaktu masih dijuluki Sang Legenda dirinya akan pergi dan tidak peduli, tapi kini hatinya sedikit merasa kasihan melihat beban berat yang di pikul wanita itu.
Zhi Yuan berdiri dan menotok dada wanita itu, beberapa simbul suci berwarna biru terlihat keluar sesaat, membuat wanita itu bernafas dengan teratur lagi, Zhi Yuan melangkah ke belakang wanita itu, Zhi Yuan mengeluarkan sebuah cincin dan memeluk wanita itu dari belakang serta meletakkan di telunjuk wanita itu, semua sikap Zhi Yuan membuat wanita itu sedikit membeku, dan perasaan nya terasa begitu ringan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Hua Mulan.
"Anda ingin menjadi wanita dingin bukan? aku akan membantu anda, dulu aku adalah ahli dalam hal seperti ini, jadi jika kau benar-benar menginginkan nya aku akan membuat mu menjadi juara nya, saat anda gelisah tegakan wajah anda, tarik nafas dengan pelan dan teratur, putar lah cincin di telunjuk itu, jangan mengerutkan kening atau mengeretakkan gigi, totokan itu akan membuat mu terasa ringan terhadap semua rasa di hati mu, namun tidak berlangsung lama," ucap Zhi Yuan.
"kapan totokan itu akan hilang?" tanya Hua Mulan, matanya masih terpejam dengan kepala tegak.
"teh dari daun bunga embun, akan membuat totokan itu bertahan lebih lama, semakin sering anda minum teh anda akan semakin dingin, dan perlahan totokan itu akan membatu, anda akan menjadi wanita tidak tersentuh hingga kau meminta ku melepaskan totokan itu," ucap Zhi Yuan, dan melepaskan pelukannya dan berdiri di dekat Hua Mulan.
__ADS_1
Sambil memejamkan mata wanita itu mengikuti semua ucapan Zhi Yuan, dan dalam sekejap wanita itu membuka matanya tampak wajah dingin nya kembali muncul, tidak ada kesedihan atau kegembiraan apapun.
"plakk... sebuah tamparan pelan mendarat di kepala Zhi Yuan,
"Siapa yang mengizinkan mu menyentuh ku? apa kau pikir aku gadis bodoh? rayuan seperti ini tidak mempan terhadap ku, jika ingin menggoda ku kau tidak akan pernah berhasil," ucap Hua Mulan dan meninggalkan Zhi Yuan,
"Rayuan?aahhh... dia sudah menjadi wanita dingin lagi, kenapa wanita seperti itu tidak bisa berterimakasih?" teriak Zhi Yuan begitu marah
Hua Mulan melangkah namun masih mendengar teriakkan caci maki ke arah nya dari ruangan Zhi Yuan, dan itu adalah caci maki pertama untuk nya dari seorang pria, dan Hua Mulan menyambut nya dengan sebuah senyum kecil namun begitu cantik serta penuh makna, senyum yang mendebarkan hatinya sendiri, senyum yang tidak pernah di berikan untuk siapapun.
Zhi Yuan hanya membeku di depan sebuah lencana yang memiliki banyak rongga, mata menyipit dan mengamati lencana kecil itu.
"Benda apa yang sedang kau sembunyikan hingga begitu banyak memakan korban?" gumam pemuda itu, karena hanya baru muncul beberapa hari lebih dari seratus nyawa telah melayang karena nya.
***
__ADS_1