
"Hahaha.... lihat wajah bodoh mu itu, kau terlihat seperti bocah 5 tahun di hadapan wanita berusia 20 tahun, hahaha..." tawa Hua Mulan, semakin membuat Zhi Yuan semakin kesal dan menggerutu.
"aah... aku menyesal menanyakan hal bodoh itu," gumam Zhi Yuan
"hahaha... apa kau menginginkan nya juga?
ingat kata-kata gila mu saat itu? apa kau sedang menggoda pemuda puber seperti ku? aku masih ingat betul kata-kata menyebalkan mu itu, mungkin jika orang lain berkata seperti itu aku akan langsung menampar nya, tapi aku melihat mata mu, tidak ada nafsu di mata mu saat menatap ku, itu membuat mu berbeda dengan pria lain, dan aku tidak pernah khawatir meski tidur berdua saja dalam satu rumah seperti saat ini," ucap Hua Mulan.
Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih bahagia, sesekali Hua Mulan menarik rambut halus Zhi Yuan, karena kata-kata pedas pemuda itu yang masih kesal, wanita itu menatap begitu lama wajah Zhi Yuan ada sesuatu yang menghangatkan seperti saat pemuda itu memakaikan cincin di telunjuk nya, dan wanita itu memandang cincin itu lagi.
Hua Mulan meneguk isi cawan nya, namun wajahnya kali ini tampak berbeda, ada sedikit kekhawatiran di mata indah wanita itu, suasana bahagia berubah drastis menjadi muram.
"Zhi Yuan, Apa kau akan meninggalkan ku, saat lencana itu aku terima? aku selalu memikirkan hal itu, mimpi buruk di setiap malam ku, sebuah benang yang menjahit semua senyum ku, aku.... A-ku..." Hua Mulan tidak dapat melanjutkan kata-katanya, suara terdengar pelan dan seperti penuh ketakutan.
Zhi Yuan mengangguk,
"Aku tidak akan membohongi anda nyonya, tapi aku juga punya kehidupan sendiri," ucap Zhi Yuan, membuat wanita itu memejamkan matanya sambil menelan ludah nya.
"Terima kasih sudah jujur, Aku mengerti Zhi Yuan, kau tidak mungkin selama nya membantu ku, dan akan ada saat nya kau meninggalkan ku," wanita itu mengusap kedua pipinya dengan punggung tangannya, dan bibir terlipat ke dalam.
"Tapi lencana itu sangat berbahaya untuk keselamatan ku dan putera ku saat ini, selain kalian berdua orang-orang di dekat ku saat ini tidak ada yang bisa ku percaya, beri kami waktu setahun lagi, simpan lah benda itu saat ini, ta-pi saat aku menerima nya, pergilah secara diam-diam, jangan mengucapkan selamat tinggal padaku, karena aku pasti akan memelukmu sampai akhir," ucap Hua Mulan, wajah nya kembali terlihat sedih,
Wanita itu mendongakkan wajahnya membendung air matanya,
__ADS_1
"Aahh... air mata ini sangat menyebalkan, dan kena-pa kau harus jujur? eenghh...." ucapan wanita itu terhenti, dan tersenyum begitu di paksakan, meninggalkan Zhi Yuan.
Semenjak malam itu Hua Mulan mulai menjaga jarak dengan Zhi Yuan, dan pagi itu saat Zhi Yuan akan mencari herbal sulit di dalam hutan, wanita itu melarang nya.
"kau tidak perlu ke hutan lagi Zhi Yuan," ucap Hua Mulan.
Alis pemuda itu terangkat seperti bertanya,
"Kau tidak perlu lagi melakukan tugas itu, bagaimana pun juga kau akan pergi, aku harus terbiasa tanpa mu, dan mengerjakan nya sendiri, lagipula sudah banyak petani yang menjual herbal hutan kepada ku," ucap Hua Mulan.
Zhi Yuan hanya mengangguk, dan melangkah ke pekarangan belakang rumah itu, pemuda itu mulai memikirkan rencana tahun depan saat meninggalkan rumah itu.pekerjaan yang biasa di lakukan oleh Zhi Yuan kini sudah di ambil alih oleh pekerja nya, pemuda itu lebih fokus belajar menangani orang berobat, melatih mencampur ramuan, pemuda itu seperti nya sudah tidak pernah berlatih tehnik bertarung atau meningkatkan kultivasi nya lagi.
Keduanya kini terlihat jarang bersama, bahkan saat makan Zhi Yuan sudah lebih sering melewatkan nya, kultivasi di ranah raja tingkat delapan membuat nya tidak merasakan lapar meski tidak makan beberapa hari, Zhi Yuan ingin membantu Hua Mulan agar terbiasa tanpa nya.
Berbeda dengan Hua Mulan, wajah nya terlihat begitu murung, bahkan saat Li Buya menginap wanita itu terlihat kosong, dan tidak bersemangat seperti biasanya.
Hari itu ada seorang wanita paruh baya datang dari keluarga cukup terhormat, Hua Mulan berbincang cukup hangat dengan wanita paruh baya itu.
"Putera ku?" tanya Hua Mulan menatap wanita paruh baya itu dengan mata melebar.
"hahaha... iya, adik Hua.. Puteri ku sudah berkali-kali datang sekaligus berobat, Puteri ku mengatakan tangan nya pernah di pegang oleh putera anda, mereka terlihat cukup serasi, aku tahu putera mu masih begitu polos dan tidak tahu memperlakukan wanita dengan manis, jadi aku datang ingin membicarakan perjodohan mereka, jika mereka berdua begitu malu dan lambat, kita sebagai orang tua harus bergerak cepat, aaahhh... aku sudah tidak sabar memiliki cucu," ucap wanita paruh baya itu.
Hua Mulan sudah tidak dapat fokus pada ucapan wanita itu, wajahnya yang bisanya dingin terlihat tegang,
__ADS_1
"Putera ku polos? apa cucu?" gumam Hua Mulan memejamkan matanya dalam-dalam, kedua giginya merapat.
Hua Mulan memegang kening nya, nafasnya sedikit tersengal, dadanya terasa sesak, namun dia sedikit senang mengetahui jika Zhi Yuan memperlakukan wanita lain dengan dingin seperti biasanya.
"Adik Hua kau tidak apa-apa? tanya wanita paruh baya itu.
"Nyonya... kita bicarakan ini nanti, kepala ku tiba-tiba sakit, aku butuh istirahat, Zhi Yuan aahhh... tidak, Nona Yun antar Nyonya ini ke depan," teriak Hua Mulan begitu kencang, membuat wanita paruh baya itu sedikit ketakutan, dan salah satu pekerja Hua Mulan datang mengantar wanita paruh baya itu keluar rumah mereka.
Hua Mulan terus berteriak marah ke arah ke setiap orang,
"Aahh... aku tidak pernah seperti ini? kenapa aku begitu marah saat mendengar ada gadis mendekati nya?" batin Hua Mulan.
Keduanya sudah duduk di ruangan Zhi Yuan.
"Kau bocah mesum, apa kau memegang tangan Puteri wanita tadi hah?" tanya Hua Mulan.
"Nyonya... apa kau datang ke ruangan ku hanya untuk membicarakan hal bodoh ini?" tanya Zhi Yuan.
"Ja-di kau tidak menyukai Puteri nyonya tadi itu?" tanya Hua Mulan lagi, sikap nya sangat berbeda dari sebelumnya.
Zhi Yuan menarik nafasnya,
"Jika tidak ada yang penting, aku ingin belajar," ucap Zhi Yuan tidak menjawab pertanyaan Hua Mulan, dan pemuda itu mengangkat kedua bahunya wanita itu membuat nya berdiri, membuat wanita itu membeku sedikit menundukkan wajahnya, dan Zhi Yuan mendorong punggung Hua Mulan untuk keluar dari ruangan nya.
__ADS_1
"a-pa? z-hi... bocah busuk apa yang kau lakukan? aku belum selesai bicara," teriak Hua Mulan.
"Tidak... tunggu... mulai sekarang kau tidak boleh menangani wanita berobat lagi, meski seorang nenek sekali pun, apa kau mengerti? dan juga jangan dekat-dekat dengan kedua pekerja wanita ku," teriak Hua Mulan yang hanya berbicara dengan pintu ruangan Zhi Yuan yang sudah tertutup.