
Zhi Yuan menatap langit mendung, dan merasakan tetesan hujan mulai turun, dan melanjutkan perjalanan nya yang tidak jauh lagi.
Mereka memasuki halaman rumah sederhana yang terlihat rapi, tampak Zhou Zhiping dan beberapa pelayan sudah menunggu mereka. Zhi Yuan membaringkan Hua Mulan yang kini benar-benar tertidur karena kelelahan karena seluruh emosi nya terkuras. mereka semua terlihat saling menyapa terlihat saling merindukan, terutama Zhou Zhiping yang hampir memeluk Tuan nya.
Hari mulai gelap, hujan gerimis terus mengguyur, di sela-sela air menyapu atap gubuk hangat itu, terdengar samar ocehan Hua Daiyan yang mulai mabuk, dan sesekali terdengar tawa Zhou Zhiping di balai luas yang biasa di gunakan untuk mengeringkan daun herbal di depan bangunan itu, kini di tarik diletakkan di serambi depan rumah itu menghindari terpaan hujan yang tidak begitu deras.
Zhi Yuan duduk bersila di ranjang ruangan nya, mata nya terpejam mengatur nafas untuk menahan gejolak energi qi dalam Dantian yang begitu penuh, tubuh nya di penuhi uap kebiruan,
"Kultivasi ku terus berjalan, saat menembus ranah legenda ledakannya akan begitu dahsyat, dan aku yakin tidak akan selamat, tapi selama tidak bertanggung tehnik tinggi, mungkin aku bertahan selama 10 tahun untuk menjadi kultivator legenda," batin Zhi Yuan dan mengganti pakaian yang basah dengan pakaian tidur tipis nya dan mulai berbaring, dan saat tengah malam Hua Mulan sudah berbaring di dekatnya dan memeluk nya begitu erat,
"Aku tidak bisa tidur? aku begitu gugup akan bertemu dengan kedua istrimu? bagaimana jika mereka tidak menyukai ku? aku bahkan lebih gugup daripada saat menghadap Kaisar terdahulu saat usia ku 12 tahun," ucap Hua Mulan.
"Tidurlah... tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kau rubah yang licik, kau pasti bisa memutar kata-kata membingungkan mu untuk meyakinkan mereka," ucap Zhi Yuan membuat Hua Mulan sedikit tersenyum, dan mencubit perut Zhi Yuan.
"Zhi... hemm... tidak, suami, kau sudah melamar ku, mulai hari ini sampai aku mati itu panggilan untuk mu dari bibir ku ini, tadi aku mendengar kau akan melepaskan Pedang mu demi aku?" bisik Hua Mulan.
Zhi Yuan menatap mata Hua Mulan dan hanya diam.
__ADS_1
"Tidak suami... aku tidak akan membiarkan nya, demi aku, kau sudah berkorban begitu banyak, kali ini aku akan melakukan hal yang sama untuk mu, ingat lah aku tidak akan melarang mu untuk mengangkat pedang mu jika kau ingin menaklukkan dunia, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku begitu bahagia menjadi istri mu, dan aku akan menunggu mu di rumah kita ini, lagipula aku jatuh cinta padamu saat kau sedang mencabut pedang mu itu, kau ingat saat memelukku dan membantai pasukan tabib Yin? pemuda itu lah yang menjadi cinta pertama ku, tidak akan ada wanita yang dapat melawan pesona mu saat jemari ini memainkan pedang yang sudah tercabut, kau terlihat seperti binatang buas dan cantik, dan sisi liar para wanita berkata jika kau harus kami taklukkan, tidak mudah.... bahkan dapat membuat kami hancur, aku sudah merasakan sakitnya, namun itu justru sangat menantang," bisik Hua Mulan mata nya terlihat kosong mengingat kejadian itu.
Zhi Yuan hanya tersenyum tipis sambil menggeleng,
"Kau terdengar menakutkan," ucap Zhi Yuan.
"Apa mereka cantik?" tanya Hua Mulan.
Zhi Yuan mengerutkan keningnya memikirkan maksud dari pertanyaan Hua Mulan, dan mengetahui jika yang dimaksud adalah kedua istrinya, dan Zhi Yuan tidak ingin membuat Hua Mulan terus khawatir sepanjang malam.
"Mereka sangat cantik, tapi lan'er katakan padaku apa kau sudah memiliki cerita untuk calon Puteri kita?" tanya Zhi Yuan mengelus perut wanita itu membuat mata Hua Mulan terbelalak, menggigit bibir bawahnya sedikit lama, dan meremas jemari Zhi Yuan, karena sedikit geli dan tubuh mulai terasa panas.
Zhi Yuan hanya tersenyum,
"Tidak untuk ku, lagipula aku sudah memiliki putera tiri yang membuat ku pusing setiap hari dengan cerita nona Chen nya yang tidak pernah ada ujungnya," ucap Zhi Yuan.
Hua Mulan terkikik tampak mata nya berbinar begitu senang karena Zhi Yuan begitu peduli dengan Li Buya, dan tidak hanya memikirkan kebahagiaan mereka berdua.
__ADS_1
"Baiklah... aku mengingat sebuah cerita, ibuku pernah bercerita waktu aku kecil, jika dulu di gerbang timur ada seorang pahlawan dari kerajaan lawan, setiap pahlawan itu mencabut pedangnya maka bisa di pastikan satu kepala akan terpisah, bukankah cerita itu indah?" ucap Hua Mulan.
Zhi Yuan memejamkan matanya terlihat begitu kesal,
"Apa kau bodoh? ini cerita untuk menidurkan mereka, bukan untuk menakuti mereka, aahh... Aku harap Puteri ku tidak mendengar cerita menakutkan seperti itu," ucap Zhi Yuan dan keduanya saling memeluk sambil tertawa.
"Meski sedikit menakutkan, tapi setiap ibuku bercerita aku selalu senang mendengar nya, hingga aku tertidur, mereka bilang sang legenda itu seperti matahari untuk negeri nya," ucap Hua Mulan.
"Matahari?" tanya Zhi Yuan.
Hua Mulan mengangguk,
"Mereka menyamakan takdir sang legenda sama seperti matahari, terbit di gerbang timur dan tenggelam di gerbang barat, aku dengar pahlawan itu gugur di gerbang barat, bagaimana menurutmu suami?" tanya Hua Mulan.
"Itu terlalu aneh, untuk orang Utara yang hampir tidak memiliki matahari sepanjang tahunnya, lagipula orang itu pengendali air yang sangat tergantung dengan bulan, ironisnya dia tewas saat bulan penuh,saat kekuatan nya di begitu maksimal, harus nya dia tidak mati saat itu," ucap Zhi Yuan dan langsung mendapat cubitan dari Hua Mulan.
"Terkadang manusia saat berada di titik terkuat, dia akan melalaikan sesuatu, tapi kenapa kau selalu berpikiran dari sudut yang berbeda? tapi suami menurut tidak seperti itu, matahari itu artinya harapan untuk sebuah keyakinan, sama seperti kita yang selalu menyiapkan semuanya untuk hari esok, harapan karena yakin Matahari akan selalu terbit, dan besok matahari akan terbit meski tertutup badai," ucap Hua Mulan dan keduanya tertidur setelah bercerita.
__ADS_1
Keduanya mulai menatap masa depan yang bahagia dengan keluarga kecil dan sederhana mereka, namun seberapa keras pun kedua nya berusaha kedua tetap akan merasakan perih nya perpisahan. dan kerinduan yang mampu membuat senyum tidak berteman lagi dengan mereka.