
Zhi Yuan mengerutkan keningnya, seperti tidak percaya dengan pendengaran nya,
"Dantian putih?" tanya Zhi Yuan, yang tahu jika Dantian putih, mampu membuat seseorang menjadi tabib Dewa dengan usia yang panjang, dan jika di gabungkan dengan Dantian seorang kultivator akan membuat nya memiliki kekuatan yang begitu mengerikan, tetapi kehilangan Dantian membuat hidup Hua Mulan tidak akan melewati 30 tahun.
"Benar, Dantian putih, kau seorang kultivator sangat tahu artinya itu, dan aku sangat bersyukur Nyonya Penasehat Ming mengeluarkan Dantian itu dari tubuh nya, jika tidak mungkin para kultivator akan memburu Puteri ku ini," ucap Hua Daiyan.
"Tuan tabib, apa kau tidak tahu arti kehilangan Dantian putih pada Puteri anda?" tanya Zhi Yuan.
Hua Daiyan mengerutkan keningnya, dan menggeleng,
"Dantian putih sangat langka, dan tidak banyak catatan tentang itu, dan aku tabib biasa, tidak masuk dalam dunia spiritual kultivator, tapi Zhi Yuan apa kau tahu artinya itu?" Hua Daiyan berbalik bertanya, mulai sedikit khawatir.
Zhi Yuan tersenyum dan menggelengkan kepala, dan tidak ingin membuat Hua Daiyan sedih, Dantian putih sama seperti tulang sutra milik nya, begitu sedikit yang diketahui orang tentang hal itu.
"aku baru mengerti, formasi itu melancarkan energi qi di tubuh Hua Mulan, namun tidak akan bertahan lama, saat ini kami berdua sama-sama sekarat, tanpa bunga teratai emas tulang Sutra Emas tidak akan bertahan lebih lama lagi, tidak ada salah nya jika kami menikmati kebersamaan yang tinggal beberapa tahun lagi, itu cukup untuk ku mati tanpa penyesalan," batin Zhi Yuan,
Perasaan nya membuat nya melupakan tentang status mereka.
"Tabib Hua, aku tahu ini bukan saat yang tepat, dan aku dari kalangan sangat rendah, aaahhh... maafkan aku tuan tabib, lupakan saja ucapan ku barusan," ucap Zhi Yuan tersadar jika seorang putera budak dan Hua Mulan Puteri bangsawan.
Pemuda itu sedikit membungkuk dan membiarkan gerobak itu berjalan menjauh, namun Hua Daiyan memerintahkan kusir keledai untuk berhenti.
"Kemarilah Zhi Yuan, apa kau ingin mengatakan ingin melamar Puteri ku?" tanya Hua Daiyan dengan wajah yang begitu serius, membuat mata Hua Mulan tiba-tiba terbelalak, dan kembali memejamkan dengan mengatur nafas senormal mungkin, berpura-pura tidur.
__ADS_1
"Tuan tabib... maafkan aku, aku begitu lancang, tidak seharusnya aku melewati batasan ku," ucap Zhi Yuan.
Hua Daiyan mengangguk, terlihat wajah tua nya yang seperti lega, pria tua itu menatap mata Zhi Yuan,
"Zhi Yuan... setiap ayah pasti menginginkan yang terbaik untuk Puteri mereka, aku tidak mempermasalahkan kau dari kalangan apapun, tetapi Puteri ku akan menghalangi dalam mencapai tujuan seorang kultivator seperti mu, melihat kemampuan mu dan usiamu kau bisa saja menjadi seorang yang besar, aku sudah banyak melihat orang dengan logika terbalik, di satu sisi menjadi kultivator kuat namun mereka menikahi untuk membahagiakan wanita, seorang istri tidak akan bahagia jika suami mereka berlumuran darah," ucap Hua Daiyan.
Zhi Yuan mengangguk,
"Orang besar? sayangnya aku tidak memiliki ambisi seperti itu tabib, sebuah tragedi telah merenggut orang-orang yang kucintai, dan setelah itu aku juga kehilangan arah hidupku, dan saat aku mulai menata hidup Nyonya Hua masuk kedalam nya menunjukan sebuah jalan yang membuat ku tenang, aku ingin melepaskan jalan pedang dan hidup seperti manusia normal lain, aku tidak perlu membuktikan apapun pada dunia yang penuh kepalsuan ini," ucap Zhi Yuan yang ingin menjalani sisa hidup nya yang tidak lama lagi dengan damai.
Hua Mulan terlihat begitu bahagia dengan mata terpejam nya, tangan nya semakin erat memeluk lengan Zhi Yuan, namun pemuda itu begitu fokus berbicara dengan Hua Daiyan, tidak menyadari cengkeraman wanita dalam gendongannya.
Hua Daiyan mengangguk,
"Pemikiran sangat sederhana, dan terdengar sangat dewasa, kau tidak terlalu kaku menjalani hidup dan tidak berpikir kekanak-kanakan, aahhh.... Puteri ku juga seperti menginginkan hal seperti, ini terlihat dengan dirinya begitu menikmati hidup di gubuk kita, dan semakin bahagia seorang wanita, akan terlihat semakin cantik, sekarang Puteri jauh lebih cantik daripada saat hidup bersama kami, tapi Zhi Yuan apa kau mencintai Puteri ku?" tanya Hua Daiyan, Hua Mulan yang mulai mendengar seperti sangat berterimakasih pada ayahnya karena sudah menanyakan pertanyaan yang begitu dia ingin tahu.
"ehemm... tabib Hua, a-ku tidak tahu apa itu cinta, tapi saat kami berangkat ke ibukota aku melihat nya menari dan tertawa di sekitar ku, itu membuat ku ikut bahagia, dan hatiku terasa perih dan ingin menghancurkan dunia saat melihat nya menangis tersedu penuh ketidakberdayaan," ucap Zhi Yuan.
Hidung mancung wanita itu mulai memerah dan berair, begitu juga dengan mata terpejam, dadanya terasa begitu sesak mendengar ucapan Zhi Yuan, dan tubuh nya mulai sedikit bergetar karena menangis membuat Zhi Yuan sadar jika wanita yang di gendong nya sudah terjaga.
Hua Daiyan mengangguk, sesekali matanya berkedip pelan, seperti memikirkan hingga detik terakhir.
"Aku menerima lamaran mu Zhi Yuan, tidak masalah kau dari kalangan apapun, dan menjadikan Puteri ku istri ke tiga mu," Hua Daiyan kini terdengar suara mulai serak dan terdengar bergetar.
__ADS_1
Dada Hua Mulan semakin berdebar hebat, dan seperti kesulitan bernafas, tangan nya meremas lengan Zhi Yuan, dan pemuda itu dapat merasakan Isak tangis wanita itu di punggung nya.
"tapi Zhi Yuan bagaimana dengan kedua istrimu?" tanya Hua Daiyan.
Zhi Yuan, yang tidak suka memperlihatkan perasaan nya tidak bicara lagi, namun Hua Daiyan yang mulai bicara.
"baiklah... jika kedua istrimu setuju, aku akan merestui kalian, mengenai Li Buya biar aku yang bicara dengan nya," ucap Hua Daiyan melebarkan matanya agar tidak menangis, tubuh nya sedikit bergoyang karena tidak sanggup menahan air matanya lagi.
"Mei Yung... aku yakin kau bisa melihatnya dari surga, Puteri kita akan menikah dengan pria yang di cintai nya," gumam Hua Daiyan dan mencoba tersenyum dari bibir tua nya.
Hua Daiyan mengusap air matanya dengan jemari keriput nya, dan memerintahkan kusir untuk berjalan lagi, tubuhnya yang sudah keropos sedikit tergoncang karena jalanan yang tidak rata.
"Aku menangis karena begitu bahagia," gumam Hua Daiyan alis nya sedikit terangkat seperti baru tersadar, sudah melewatkan sesuatu yang paling penting.
"Tapi tunggu Zhi Yuan, aku harus bertanya dulu pada Puteri ku apa dia bersedia menerima lamaran mu ini," ucap Hua Daiyan.
Hua Mulan ingin sekali menjawab, namun begitu malu ketahuan menguping, wanita itu hanya mengangguk, matanya terpejam erat dengan bibir sedikit terbuka memperlihatkan gigi putih nya yang merapat, dengan air mata yang semakin deras membasahi pakaian Zhi Yuan.
"Aku menerima nya ayah, sangat menerima nya, aku sudah menunggu begitu lama untuk hal ini, hik..... hiikkkkk.... batin Hua Mulan dan terus mengangguk di punggung Zhi Yuan, bahkan kedua pria itu bisa mendengar Isak tangisan Hua Mulan.
Zhi Yuan menghentikan langkah nya, dan membiarkan gerobak itu cukup jauh,
"Nyonya Hua beristirahat lah, dan cobalah tetap di belakang punggung ku, selama kau berada di sana, aku pastikan tidak seorang pun akan kubiarkan melewati ku, mulai saat ini hingga akhir hidup kita, kau bisa mengandalkan bahu ku, untuk menahan beban berat mu," ucap Zhi Yuan.
__ADS_1
"hu... hu.... hu.... " suara tangisan Hua Mulan terdengar cukup kencang, wanita itu sudah tidak mampu menyembunyikan tangisan nya lagi, dan membiarkan nya tercurah begitu saja.
"Suami... punggung mu ini adalah rumah ku untuk selamanya, mulai hari ini jagalah aku, ku mohon," ucap Hua Mulan.