Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 129 - Terlihat seperti ibu.


__ADS_3

Pagi itu Zhi Yuan mengantar Hua Daiyan ke pasar tidak jauh dari desa fuxian, membeli beberapa herbal dengan bantuan gerobak keledai. Keduanya duduk di sebuah rumah makan sambil menikmati hidangan mereka, suasana pagi itu begitu lengang di rumah makan itu hanya seorang pengunjung yang duduk di sudut ruangan tanpa melirik sedikit pun pada hidangan di hadapan nya.


"Hehehe.... tidak perlu terlalu canggung seperti itu menantu, makanlah seperti biasanya!" ucap Hua Daiyan memperlihatkan gigi kecil nya di balik kumis tebal nya, yang melihat pemuda itu meletakkan jemari di depan bibir nya setiap kali menyuap makanan.


Zhi Yuan hanya mengangguk, namun wajahnya terlihat berubah dan menghentikan kunyahan di bibirnya, dan tidak lama seorang wanita menghampiri mereka, dan duduk di samping Zhi Yuan, wanita itu adalah pengunjung yang dari tadi hanya diam memperhatikan kedua orang itu.


Hua Daiyan terlihat bingung menatap kedatangan wanita itu, dan seperti bertanya kepada Zhi Yuan.


Zhi Yuan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya dan meletakkan sumpit nya, menatap wanita di samping nya.


"Kau sudah mengawasi ku beberapa hari, apa yang kau inginkan?" tanya Zhi Yuan.


Wanita itu hanya mengangkat alis nya ke arah Hua Daiyan seperti bertanya dengan Zhi Yuan.


"Dia adalah ayah mertua ku, aku tidak menyembunyikan apapun padanya, jadi katakan saja," ucap Zhi Yuan yang sudah selesai makan.


"Ayah mertua? apa kau menikahi wanita sekarat itu," ucap wanita itu yang tidak lain Penasehat Ming.


Ucapan Penasehat Ming membuat mata Hua Daiyan terbelalak dan berusaha berdiri namun Zhi Yuan menahan nya agar tidak terjatuh. Zhi Yuan memejamkan matanya seperti melakukan kesalahan membiarkan wanita itu bicara, di hadapan Hua Daiyan.


"Nona apa maksud mu?" ucap Hua Daiyan dengan bibir bergetar.


"Kau seorang tabib, tapi sayangnya kau tidak mengetahui jika Puteri mu tidak akan melewati 10 tahun lagi," ucap Penasehat Ming.


"Cukup Nona," ucap Zhi Yuan, membuat Penasehat Ming tersenyum sinis.


Hua Daiyan mulai kehilangan kesabarannya,


"Menantu apa kau mengetahui sesuatu? tolong katakan padaku," ucap Hua Daiyan.


Kening Zhi Yuan berkerut kepala nya terasa tertusuk sesuatu, dan terlihat Penasehat Ming memejamkan matanya, dengan dua jari merapat dan mata wanita itu terbuka, dan mulai memasuki pikiran Zhi Yuan, namun pemuda yang dapat melihat uap putih dengan simbul klan Munzhi di udara itu menggunakan tehnik pertahanan formasi kabut darah membuat Penasehat Ming terbelalak dan menghentikan tehnik nya.

__ADS_1


"Uhukkk...." wanita itu terbatuk dan tidak percaya jika Zhi Yuan bisa melihat kutukan nya.


Bibir wanita itu terbuka dan mengusap sedikit darah di sudut bibirnya, namun tampak wajahnya begitu puas karena sudah bisa melihat sedikit ingatan dari Zhi Yuan.


"Hahaha.... " wanita itu tertawa sambil menggeleng,


"aahhh.... Aku melakukan hal yang sia-sia selama ini, setidaknya aku tidak melanggar janji ku pada adik pemarah ku," gumam Penasehat Ming seperti begitu senang dan menatap Hua Daiyan dengan lekat-lekat.


"Nona aku tidak pernah membunuh wanita sebelumnya, jangan sampai aku melakukan nya hari ini," ucap Zhi Yuan.


Penasehat Ming tidak memperdulikan ucapan Zhi Yuan dan mulai bicara dengan Hua Daiyan.


"Dengarkan aku, Puteri mu dan menantu mu kedua sekarat, Puteri mu kehilangan Dantian putih, dan pemuda ini tulang nya mulai keropos, aku harap mereka bisa memiliki keturunan sebelum dua tahun," ucap Penasehat Ming.


"Nona cukup," ucap Zhi Yuan mulai memegang gagang pedang nya, dengan hawa pembunuh yang mulai terasa di rumah makan sederhana itu, tidak ada keraguan di mata dingin pemuda itu, membuat Penasehat Ming hanya tersenyum dan diam dan membiarkan kedua meninggalkan meja makan itu setelah meletakkan beberapa koin perak di atas meja.


"Ayah mertua pulang lah lebih dulu," ucap Zhi Yuan, yang sudah meninggalkan Penasehat Ming yang masih duduk di meja, dengan tatapan acuh.


"Aku akan menjelaskan semuanya ayah mertua, semuanya.. dan bisakah hanya kita berdua yang tahu!?" ucap Zhi Yuan dan membantu Hua Daiyan naik ke gerobak keledai dan di antar oleh kusir keledai nya.


Penasehat Ming dan Zhi Yuan sudah menelusuri jalanan menuju desa fuxian,


"Apa yang kau inginkan?" tanya Zhi Yuan, berhenti dan menatap ke arah Penasehat Ming.


"Kau bahkan tidak tahu siapa aku, adik ku terlalu membesar-besarkan tentang mu, kau begitu mengecewakan, ayolah anak singa tunjukkan kemampuan menghitung mu," ucap Penasehat Ming.


Zhi Yuan menatap ke arah lain,


"Nyonya Penasehat Ming, kau kehilangan kemampuan meramal mu, dan jika kau bertahan kemungkinan ku membunuh mu 0 persen, tapi jika kau menyerang kemungkinan kau menang 87 persen, dan kemungkinan kau terluka 12persen, dan kemungkinan mati di tangan ku hanya 1 persen," ucap Zhi Yuan.


Bibir Penasehat Ming sedikit terbuka,

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa tahu aku Penasehat Ming dan semua yang kau katakan tadi? adikku tidak mungkin membahas hal kecil itu dengan mu, bahkan tabib Hua yang pernah melihat ku di istana tidak mengenali penampilan ku saat ini," ucap Penasehat Ming.


"Kakek menyebalkan itu tidak berbicara tentang mu, aku hanya melihat tanda di kening mu kau tentu saja adalah pengendali api, dan melihat berlian di bawah telinga mu itu adalah ekor dari formasi rasi bintang di punggung mu, menunjukkan kau juga seorang peramal, tetapi jemari mu melepuh akibat luka bakar, seorang pengendali api terbakar hanya oleh api nya sendiri, jadi suasana hatimu sedang tidak terkendali, yang membuat seorang peramal tidak terkendali hanya satu kehilangan penglihatan nya, dan hanya Penasehat Ming yang tahu jika Hua Mulan memiliki Dantian putih, dan kau terlalu muda untuk menjadi kakak dari pria tua dari klan Munzhi itu," ucap Zhi Yuan.


Penasehat Ming mengangguk, dan menatap ke arah perkebunan.


"Kau masih begitu muda dan terlalu percaya diri dengan kemampuan mu, ingat lah klan Munzhi adalah klan mengerikan, ada beberapa orang yang bisa membaca ingatan seperti ku, bahkan lebih baik dariku, mereka mampu memanipulasi pikiran seseorang, dan membunuh hanya melalui mimpi, jika kau mati itu hal wajar, tapi keluarga mu jangan sampai terseret, tutup lah pikiran mu dengan kitab pemberian adikku," ucap Penasehat Ming, yang akan mendapat kesulitan jika dirinya sampai terseret dengan jagoan klan Munzhi jika suatu saat menemukan pemuda itu.


Zhi Yuan hanya diam, dan menyadari kesombongan nya, semua ucapan wanita itu benar, namun mulai bersemangat karena sudah menemukan sebuah harapan untuk Hua Mulan.


"Nyonya ada hal yang ingin aku tanyakan, dimana kau menyembunyikan Dantian Hua Mulan?" tanya Zhi Yuan.


Penasehat Ming menggeleng seperti mengingat masa lalunya,


"Apa aku terlihat seperti ibumu? jika kau bertanya seperti bocah, percayalah kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan, kau tidak bisa mendapatkan sesuatu hanya karena kau menginginkan nya, belajarlah bernegosiasi dan cari kelemahan ku," ucap Penasehat Ming.


Zhi Yuan mengangguk, mengeluarkan lencana milik Hua Daiyan.


"Baiklah, seperti nya tidak ada yang kau butuhkan dariku, aku akan pergi," ucap Zhi Yuan.


"Tunggu!! aku rasa nyawa calon istri mu begitu penting, baiklah lencana itu sepertinya mampu mengembalikan Dantian istri mu, dan sebagai imbalan kau harus jadi pengikut ku, apa kau setuju?" tanya Penasehat Ming.


"Aku setuju," ucap Zhi Yuan tanpa berpikir lagi.


"Kau begitu cepat mengambil keputusan," ucap Penasehat Ming.


"10 tahun sisa hidupku, mungkin ini adalah peluang satu-satunya mendapatkan kesembuhan Hua Mulan, aku tidak bisa melewatkan nya, atau aku akan menyesali seumur hidup ku, seperti malam bersalju darah itu," ucap Zhi Yuan seperti bicara dengan dirinya sendiri, mengingat kematian Dewi Zhang Ziyi karena kebodohannya.


Penasehat Ming hanya menarik nafas dalam-dalam,


"Baiklah... temui aku di gerbang utara istana Kekaisaran empat hari lagi, bersenang-senang selama empat hari itu, karena Dantian putih akan membuat istri mu hanya akan fokus pada kesenangan diri sendiri saja, mungkin akan melupakan mu, hihihi sangat menyedihkan memang, dan gunakan pakaian pelayan ini saat menemui ku!" ucap Penasehat Ming.

__ADS_1


__ADS_2