
Keduanya melangkah menelusuri jalanan yang terlihat lebih ramai dari biasanya, karena pernikahan Kaisar sudah begitu dekat dan mengumumkan untuk seluruh kekaisaran merayakan nya, tarian di gelar di mana-mana.
Zhi Yuan mengaitkan kedua tangannya di belakang punggung nya melangkah di belakang Yun Mei.
"Kenapa pemuda ini begitu diam?" batin Yun Mei.
"Apa kau selalu memainkan trik ini?" tanya Yun Mei.
"trik? aku tidak mengerti Nona," ucap Zhi Yuan.
"hahaha.... ini adalah cara lama, merayu wanita seperti ini tidak akan berhasil, kau pikir aku akan jatuh ke perangkap cinta pria dingin seperti ini? dengar bocah itu tidak akan berhasil meluluhkan hatiku," ucap Yun Mei berbalik menatap Zhi Yuan yang terlihat pikiran nya melayang jauh, membuat wanita itu mengehentikan kicauannya.
"dia tidak sedang berpura-pura acuh terhadap ku? tapi dia benar-benar tidak memperdulikan aku," batin Yun Mei.
"Ada apa dengan mata itu?" tanya Yun Mei, melangkah mundur agar bisa menatap Zhi Yuan yang tetap melangkah.
"Mata?" tanya Zhi Yuan, dan berhenti.
Yun Mei tersenyum hambar,
"Tingkah mu tadi begitu mesum dan menyebalkan, namun sorot mata mu menunjukkan kesedihan yang sangat, saat di rumah makan itu mata mu telah menyelamatkan mu dari tamparan ku," ucap Yun Mei.
"Nona Yun, jika kau masih marah kau boleh memukul atau menamparku sekarang," ucap Zhi Yuan.
Yun Mei menggeleng,
"hihi.... aku tidak akan gila menampar binatang buas yang terluka, itu tidak bijak samasekali," ucap Yun Mei.
Zhi Yuan memejamkan matanya sesaat dan melanjutkan langkah nya, dan di kejar oleh Yun Mei.
__ADS_1
"Apa wanita itu begitu cantik?" tanya Yun Mei sambil menoleh wajah Zhi Yuan.
Zhi Yuan tersenyum memperlihatkan gigi indah nya, membuat wanita itu begitu gugup karena tidak menyangka wajah Zhi Yuan terlihat begitu mempesona saat tersenyum, meski terhalangi poni sedikit berantakan nya, namun menambah rasa penasaran bagi seseorang untuk melihat nya.
"Cantik? aku tidak mengerti maksud mu," ucap Zhi Yuan.
"Tidak perlu membodohi ku Zhi Yuan, kau bahkan tidak melirik ku sama sekali, dan mata itu hanya bisa di buat karena kehilangan orang yang benar-benar kita cintai, dan aku pernah memiliki mata sedih seperti mu dua tahun lalu," ucap Yun Mei dan keduanya kembali berhenti melangkah saling menatap.
"Sepertinya tebakan ku benar, senyum mu keluar saat memikirkan wajah dari wanita yang kau cintai itu, apa dia meninggal? karena dengan wajah seperti mu akan sulit bagi seorang wanita untuk mencampakkannya," ucap Yun Mei.
"Nona kau terlalu banyak bicara, dan kau baru saja memuji wajah ku, katakan apa sekarang kau sedang mencoba merayu ku?" tanya Zhi Yuan sedikit membungkuk agar wajahnya semakin dekat dengan wajah Yun Mei, membuat wanita itu membeku dan matanya sedikit menunduk.
Zhi Yuan tersenyum melihat tingkah polos wanita muda di hadapan nya.
"aku tersenyum, entah kapan aku terakhir kali tersenyum seperti ini," batin Zhi Yuan.
Pemuda itu mengelus kepala menunduk Yun Mei, seperti memperlakukan seorang adik,
Yun Mei menatap Zhi Yuan, mengamati kulit halus dan terlihat tipis seperti seorang remaja.
"kau bicara seperti usiamu 40 tahun, apa kau tidak memiliki cermin? kau terlihat seperti seorang remaja, berapa usia mu 18? tidak 17?" ucap Yun Mei.
"Nona Yun apa kau begitu menyukai permainan menebak? dari awal kau sudah menebak semuanya, serta menyimpulkan nya sendiri, baiklah.... aku tidak akan merayu mu dengan permainan pria dingin lagi, dan percayalah padaku, kau sangat jauh dari usiaku, kau pantas nya menjadi anakku," ucap Zhi Yuan. dan meninggalkan Yun Mei.
Wanita itu mengerutkan keningnya,
"Apa ini? hatiku terasa sakit, kenapa sekarang aku yang merasa sedang di tolak seorang pria, dan siapa bilang aku menyukai nya? apa sangat terlihat?" batin Yun Mei yang seperti baru tersadar.
"Tunggu!!" teriak Yun Mei terlihat kesal dan mengejar Zhi Yuan, dan keduanya terpisah malam itu.
__ADS_1
****
Suara musik terdengar dimana-mana meski langit belum terang, semua orang terlihat penuh kesibukan, pernikahan Kaisar di gelar penuh kemeriahan,sehari berlalu membuat setiap orang begitu kelelahan, namun penuh kepuasan karena sudah berhasil menyelesaikan upacara ritual yang begitu banyak, hanya seorang pria terlihat tidak melakukan apa-apa kecuali meneguk isi cawan nya di sebuah Gasebo indah di halaman sebuah Paviliun di dekat Istana Yangzheng.
Pemuda itu menghentikan kegiatan nya saat beberapa dayang mendekati nya, dan salah satu yang paling senior mendekati Zhi Yuan.
"Penghibur Zhi, waktu mu malam ini," ucap dayang paling tua itu.
Jemari Zhi Yuan mengepal, namun wajahnya terlihat tenang, dan mengangguk pelan.
Zhi Yuan masuk ke Istana Yangzheng dan di sambut oleh pemimpin Istana Yangzheng, memberikan beberapa nasehat, dan para dayang Ibu Suri mengantar Zhi Yuan menuju kamar yang sudah di pilih oleh ibu Suri.
Zhi Yuan masuk ke dalam ruangan itu dan pintu di belakang nya tergeser untuk tertutup rapat, pemuda itu melangkah semakin ke dalam, dan tampak ruangan itu memiliki halaman terbuka, serta taman kecil yang indah, seorang wanita duduk di bangku panjang dengan matras empuk, menatap Zhi Yuan yang mulai berlutut, sambil menuangkan teh ke cawan indah di dekat nya.
Wanita itu terlihat mengenakan pakaian tidur yang terbuat dari kain yang begitu lembut. rambutnya tergerai halus sedikit menutupi wajahnya yang terlihat lelah, setelah melewati banyak acara seharian.
"Aku dengar dari pemimpin tempat ini kau sudah lulus tingkat dua, seharusnya kau belum bisa melayani ku, tapi hari ini adalah pernikahan Kaisar, jadi aku memberikan pengecualian, aku begitu lelah, dan tubuh ku terasa pegal," ucap Ibu Suri memperlihatkan sedikit kaki nya.
Zhi Yuan mengangguk, menyodorkan cawan dengan kedua tangan nya, dan mendekat ke arah kaki dari Ibu Suri, wanita itu hanya tersenyum melihat tindakan Zhi Yuan yang terlihat begitu lihai dan anggun.
Namun tiba-tiba terdengar suara bergetar dari luar ruangan itu seperti seseorang yang begitu ketakutan dengan sedikit bergetar.
"Yang Mulia, ada yang harus hamba sampaikan," terdengar suara dayang tua yang sering di dengar Zhi Yuan, sedikit bergetar.
"Masuk lah," ucap ibu Suri yang sudah mengenakan jubah menutupi pakaian tidurnya, dan berdiri sedikit menjauh dari Zhi Yuan, menuju ke arah taman terbuka.
Dayang tua itu masuk dengan terburu-buru, mendekati ibu Suri dan sedikit berbisik, tampak wajah ibu suri sedikit terkejut, dan kemudian mengangguk dan terlihat lega, namun tiba-tiba pintu tergeser terbuka dan seorang wanita dengan lekuk tubuh begitu dewasa masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu, membuat ibu Suri begitu marah.
"Penasehat, apa ini? dimana sopan-santun mu, meski memiliki kedudukan tinggi kau bisa saja kehilangan kepala mu karena ini," ucap ibu Suri dengan mata terbelalak.
__ADS_1
Penasehat Ming tetap tenang menatap Zhi Yuan yang berlutut sambil menunduk memperbaiki jubah nya, dan mendekat ke arah Ibu Suri.
"Aku sudah tidak ada waktu untuk omong kosong saat ini, Yang Mulia.... Baginda Yang Mulia Kaisar telah wafat," ucap Penasehat Ming.