Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 46 - Jendral Muda.


__ADS_3

"Yi'er... kita sebaiknya pulang," ucap Zhi Yuan, membuat Dewi Zhang sedikit terperanjat karena di panggil dengan sebutan baru.


Untuk sesaat wanita itu hanya membeku, karena ini pertama kalinya ada yang memanggil dengan sebutan itu, wanita itu mengejapkan matanya seperti tersadar.


"ehemmm... itu.... bagus, baiklah.... kita pulang," suara Dewi Zhang sedikit gugup.


Hari-hari berlalu tanpa ada kemajuan yang terlihat dari Zhi Yuan, namun Dewi Zhang Ziyi tidak menyerah, wanita itu selalu memerintahkan Zhi Yuan untuk berusaha mencintai nya di belakang Wu Xiang Yu. Wu Xiang Yu yang sudah mengetahui rencana Dewi Zhang Ziyi hanya berpura-pura tidak tahu.


Dan upaya nya mulai membuahkan hasil, Wu Xiang Yu juga merasakan perubahan dari Zhi Yuan, pemuda itu tidak pernah bicara kasar padanya lagi, dan seperti menerima perjodohan itu, membuat hati wanita itu sedikit terhibur.


Setiap musim dingin mereka akan melewatkan waktu bersama-sama di paviliun Dong Chu,


"Aahhh.... adik Wu, kenapa kau memiliki calon suami sebodoh itu, bicara nya selalu gugup di depan ku saat ini, mungkin dia memiliki pengalaman dengan wanita di ranjang, tapi urusan meluluhkan hati wanita seperti akan sulit, hahaha," ucap Dewi Zhang Ziyi, sambil tertawa dengan suara berat nya, memperlihatkan gigi rapi nya yang indah, dan dengan cepat menutup bibir nya dengan punggung jemarinya.


Mata Wu Xiang Yu melebar, dan selalu bertanya begitu mendetail, tentang apa yang di lakukan pemuda itu.


"Kakak Ziyi, benarkah bocah itu menggenggam tangan mu? katakan apa yang di ucapkan nya?" tanya Wu Xiang Yu seperti tidak sabaran.


"Adik Wu, tenanglah!!! aku akan menceritakan semuanya, benar, dia melakukan nya, wajah nya memerah, aahhh aku hampir tertawa melihatnya, dan juga sedikit kasihan pada bocah itu, dia begitu terpaksa melakukan semua perintah ku," ucap Dewi Zhang Ziyi, kembali tersenyum mengingat kejadian itu.


"Kakak Ziyi, kenapa wajah mu juga memerah? dan terlihat gugup?" tanya Wu Xiang Yu mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Dewi Zhang Ziyi sedikit terkejut tidak menyangka Wu Xiang Yu membaca ekspresi nya.


"ehemmm.... adik Wu apa kau cemburu?" tanya Dewi Zhang Ziyi.


Wajah Wu Xiang Yu menjadi serius, tangan nya memegang tangan Dewi Zhang Ziyi.


"Kakak Ziyi, bohong jika aku mengatakan tidak cemburu, karena aku benar-benar cemburu dengan mu, bagaimana tidak khawatir, wanita sesempurna dirimu sedang menggoda calon suami ku," ucap Wu Xiang Yu.


Dewi Zhang Ziyi tersenyum lembut dan mengelus wajah Wu Xiang Yu, dan mengusap sebutir air mata Wu Xiang Yu dengan jempol nya.


"Tenangkan dirimu, kau memiliki kecantikan Dewi Phoenix Api, kecantikan mu begitu unik dan manusia hampir mustahil menandingi nya, selain itu api di tubuh mu membuat setiap laki-laki akan terbakar gairah nya saat menatap mu, setelah segel itu lepas kalian berdua akan bahagia, aku akan kembali kau alam ku, kau sudah berkorban begitu banyak untuk nya, aku harap pemuda itu akan membalas semua pengorbanan mu," ucap Dewi Zhang Ziyi.


"Kakak Ziyi, kau jangan membuatku malu," ucap Wu Xiang Yu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, wajahnya sedikit memerah, tapi ucapan Zhang Ziyi memang benar, sejak usianya 17 tahun, tubuhnya begitu tinggi bahkan dua centi lebih tinggi dari Dewi Zhang Ziyi yang memiliki tinggi 180 centi, dan saat menginjak usia 20 tahun, pinggulnya menjadi cukup lebar dan bokong yang tertarik ke atas sempurna, membuat nya saat berjalan seperti terjinjit, dan terlihat celah di antara kedua pahanya meski saat kaki panjang nya sedang dirapatkan.


*****


Empat tahun sudah berjalan, Zhi Yuan sudah menerobos ke ranah kultivator raja tingkat dua. Dan selama empat tahun terakhir, pasukan Zhi Yuan di hutan tua itu lebih dari 5 ribu orang yang di bagi menjadi delapan tempat persembunyian, pasukan ini begitu di segani baik dari kerajaan Yuan ataupun lawan karena kemampuan nya menghancurkan strategi musuh.


Pasukan ini sangat sulit di taklukkan karena mereka tidak harus memaksakan diri untuk menghabisi musuh yang datang, mereka begitu lepas dalam menyerang, dan hanya menyerang dari posisi menguntungkan saja, membuat pasukan ini tidak pernah menelan korban banyak, sangat ironis bagi pasukan terluar tapi dengan jumlah korban paling minim, dan dalam satu tahun terakhir pasukan yang dipimpin Zhi Yuan ini sudah beberapa kali mampu menjegal logistik yang di kirim Kerajaan Wei ke benteng perbatasan mereka, membuat pasukan perbatasan kerajaan Wei kalang kabut karena tidak ada persediaan kebutuhan yang cukup, membuat mereka menunda penyerangan ke Gerbang Timur.


Prestasi demi prestasi ini begitu sering di bicarakan rakyat kota Longyan, sebuah kota di belakang benteng gerbang Timur, untuk pertama kalinya mereka merasa aman, karena tidak pernah terdengar kerusakan di benteng itu lagi, cerita mulai menjalar ke seluruh kerajaan, meski namanya begitu terkenal, namun hanya segelintir orang yang mengetahui wajah mempesona dari Jendral hebat ini.

__ADS_1


Di istana Kerajaan Yuan, mulai terdengar dari mata-mata bahwa pasukan perbatasan kerajaan Wei sudah berkurang drastis, banyak dari mereka kelaparan, bahkan pasukan bantuan dari kekaisaran Qing tidak mampu berbuat banyak, dan terdengar kabar awal tahun depan pasukan Zhi Yuan akan menyerang balik benteng perbatasan milik kerajaan Yuan, dan hanya menunggu persetujuan dari Raja Yuan.


Fakta ini membuat semangat Raja Yuan tersulut,yang awalnya pertahanan nya hampir hancur, kini berbalik menjadi tidak tertembus, dan bahkan akan menyerang, persidangan di aula agung Kerajaan Yuan itu begitu panas dan menjadi dua kubu yang bersebrangan.


"Yang Mulia Raja, ini adalah kesempatan baik, menurut mata-mata, saat ini pasukan perbatasan mereka begitu lemah," ucap seorang Jendral muda begitu bersemangat.


"Jendral Liu... kau jangan gegabah, itu sangat beresiko, tidak kah kau ingat puluhan ribu pasukan kita hancur di hutan tua itu di awal peperangan ini, tapi sangat berbeda delapan tahun terakhir, hanya Jendral muda Zhi Yuan adalah satu-satunya orang yang mampu mempertahankan benteng kita hampir selama delapan tahun tanpa tersentuh, jika sekarang kita memberikan persetujuan untuk nya menyerang, yakin kah kau jendral Liu, jika ini bukan sebuah perangkap?dan bagaimana jika pasukan itu gagal dan Jendral muda Zhi Yuan terbunuh, katakan siapa orang yang mampu menyamai kemampuan nya dalam melapisi benteng kita?" ucap seorang menteri yang terlihat sudah begitu tua.


Raja Yuan menganggukkan kepalanya,


"Kalian berdua benar, akhir tahun ini kirim undangan ku kepada Jendral Zhi Yuan, aku ingin sekali berterima kasih langsung pada nya, aku begitu puas akan pekerjaan nya, beban ku selama ini terangkat berkat jendral muda ini, menteri sekretaris kerajaan, berikan perintah ku!! berikan hadiah yang pantas, selama delapan tahun pria ini sudah menunjukkan kwalitasnya, angkat Jendral muda Zhi Yuan menjadi pemimpin tertinggi di Gerbang Timur, dan tugas nya hanya mempertahankan benteng itu, biarkan pasukan lain yang menyerang benteng musuh," ucap Raja Yuan, dan semua pejabat di tempat itu berlutut sambil memuji kebijaksanaan pemimpin mereka.


Di pihak lawan Zhi Yuan lebih di kenal dengan banyak julukan Sang Penjaga Gerbang Timur, atau Si Pemetik Salju, dan juga kultivator kabut iblis, bahkan hingga Kaisar Qing sendiri sangat penasaran dengan sosok ini, karena Sang Kaisar beberapa kali memergoki Penasehat Ming yang biasanya selalu tenang dalam setiap masalah, terlihat gelisah saat mendengar nama itu disebutkan.


Banyak rumor mengatakan jika sang penjaga gerbang timur menguasai tehnik pedang Dewa Penebar Salju yang sudah hilang ribuan tahun silam, sehingga tehnik itu sangat sulit di cari kelemahan nya, bahkan beberapa Jendral dan kultivator di ranah raja harus meregang nyawa saat berhadapan dengan pemuda itu.


****


Dan hari itu, hari ke 90 musim gugur, di tahun Kirin api, Zhi Yuan setengah berlutut di dekat wajah Jendral Qing Chen, yang terbaring di tanah dengan darah mengucur dari dada nya. (ch.1)


"Dan kau benar, aku.... Zhi Yuan, Sang Penjaga Gerbang Timur," ucap Zhi Yuan dan meninggalkan jendral Qing Chen yang mulai kehilangan nyawa nya.

__ADS_1


__ADS_2