
Cahaya bulan di luar ruangan itu begitu terang malam itu, malam terindah di musim salju yang di penuhi sinaran jutaan bintang, dua insan hanya diam dengan tubuh terhubung.
"Zhi Yuan bisakah kau membawaku ke ranjang?" bisik Zhang Ziyi dan memeluk leher pemuda itu.
Zhi Yuan menggendong Zhang Ziyi, dengan tubuh masih terhubung, cairan lengket begitu banyak keluar dari tempat terhubung itu, dan menetes di lantai, pergerakan saat melangkah membuat tubuh wanita itu kembali bergetar, dan merasakan gatal dan nikmat kembali menjalar, Zhi Yuan membaringkan Zhang Ziyi di ranjang wanita itu, dan pemuda itu berdiri di sisi ranjang dengan tubuh masih terhubung.
Zhang Ziyi yang sudah kembali merasa nikmat, mengikat pinggang Zhi Yuan dengan kedua kaki panjang nya agar tidak terlepas, dan menggerakkan kakinya membuat Zhi Yuan mengerti keinginan Dewi anggun itu, dan mengikuti sesuai keinginan Zhang Ziyi.
Desah*an wanita itu kembali terdengar cukup kencang, wanita itu menarik tubuh Zhi Yuan agar naik ke atas ranjang, wanita itu sedikit mendorong kepala pemuda itu agar bermain di gunung nya, Zhi Yuan yang sudah berpengalaman memainkan pucuk gunung itu sesaat, dan dengan rakus mulai mengisap nya dan meninggalkan bekas begitu banyak.
Zhang Ziyi semakin tidak tahan, tubuh bergetar hebat dan tubuh bagian bawah bergerak dengan sendirinya seperti berpadu indah dengan milik Zhi Yuan, gerakan nya sesekali keatas seperti menyambut hujaman kenikmatan yang di berikan Zhi Yuan dari atas, buih putih sudah membaluri benda berurat Zhi Yuan dan juga merembes ke matras ranjang itu, jeritan-jeritan erotis keluar tanpa henti, bahkan kata-kata nakal sesekali terdengar dalam bisikan suara wanita.
"Zhi Yuan aku sudah di ujung," bisik Zhang Ziyi, Zhi Yuan yang masih sedikit kesal menarik milik nya membuat wanita itu melebarkan matanya seperti tidak rela benda itu keluar dari tubuh nya,
"aaahhhh... apa yang kau lakukan?" protes Zhang Ziyi dengan berbisik, tubuh bawah nya bergerak seperti ingin mengejar benda berujung besar itu.
Zhi Yuan hanya tersenyum tipis berhasil mempermainkan Dewi Zhang Ziyi, dan membalik tubuh panjang wanita itu dan melepaskan pakaian dalam wanita itu, serta memposisikan nya seperti merangkak meski tubuh atas nya sudah menyentuh matras.
"Bocah itu akan melihat semua lubang ku," batin Zhang Ziyi dan sedikit melawan, namun tanpa kekuatan langit nya pemuda itu mampu membuat nya tidak bergerak.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau melepaskan pakaian kecilku? ini memalukan," ucap Zhang Ziyi yang tidak mengetahui posisi seperti ini, dan begitu malu semua tubuhnya terlihat.
"aahhhssss....," terdengar ******* Dewi Zhang Ziyi saat merasakan benda besar memasuki hingga begitu dalam, dari belakang,bdan perlahan bergerak dengan irama pelan dan lembut.
"Ini tidak akan berakhir dengan cepat," bisik Zhi Yuan, gerakannya pelan, tangan nya menjambak rambut panjang wanita itu, membuat wajah wanita yang setengah tertutup rambut panjangnya itu sedikit mendongak.
Zhang Ziyi memejamkan matanya seperti begitu menikmati sensasi sedikit lain dari permainan kali ini, dan tidak menyangka bisa senikmat ini.
"auuuuhhhh.... milik ku terasa se-sak, dan sedikit berbeda," suara bergetar keluar dari bibir wanita itu bersamaan dengan nafas panjang nya, kenikmatan kali ini begitu cepat membuat nya di ujung, tubuh mulai menyesuaikan dan di bawah kesadaran dari Zhang Ziyi mencari posisi terbaik agar lebih leluasa dan mendapatkan kenikmatan maksimal, menit terus berganti terlihat beberapa kali wanita itu mengejang, suara berkecipak semakin membuat suasana begitu erotis, dan terlihat kedua kini berpacu semakin kencang.
Wanita itu mengangkat tubuh nya, berdiri dengan kedua lutut nya, dan bagian bokong nya tertarik kebelakang menyatu dengan benda Zhi Yuan, wanita itu menengokkan wajahnya kebelakang agar bibir mereka bisa bersatu,
"aaahhhhsss.... aku akan keluar lagi, ini sudah keempat kalinya," bisik Zhang Ziyi, tampak rambut nya yang basah menutupi sebagian wajah nya yang mengkilap karena keringat.
Wanita itu merebahkan tubuh nya seperti merangkak, serta sedikit memajukan tubuh nya sehingga milik Zhi Yuan terlepas, dan disaat bersamaan cairan deras menyembur dari milik Zhang Ziyi membasahi matras ranjang dibawahnya.
"aaahhhhhsssss.. apa ini?" gumam Zhang Ziyi begitu pelan, dengan suara bergetar hebat.
Dalam satu menit wanita itu hanya terdiam sambil mengatur nafasnya, matanya mulai fokus menatap sinar keemasan simbul-simbul dewa di formasi nya, begitu juga Zhi Yuan yang masih dalam posisi berlutut sambil mengatur nafasnya.
__ADS_1
Dewi Zhang Ziyi merapikan rambut nya yang acak-acakan dan sedikit basah.
"Maafkan aku Zhi Yuan, tapi aku masih terlalu marah, pria itu pernah memeluk pinggang ku, aku bahkan membakar pakaian ku dan aku juga harus membersihkan tubuh ku hingga beberapa jam, jadi aku belum habis melampiaskan kemarahan ku, malam ini akan menjadi panjang, aku akan benar-benar memarahimu, apa kau sudah siap?" bisik Zhang Ziyi sambil menggulung rambut dan mendorong tubuh Zhi Yuan hingga terlentang, dan seperti singa lapar wanita itu kembali beraktivitas di atas tubuh pemuda itu.
****
Langit terlihat keunguan karena tertutup kabut salju, wanita itu berdiri berselimut tebal menatap langit, dari jendela ruangan nya yang sengaja di buka, rambut panjang nya menutupi sebagian wajahnya nya yang terlihat kelelahan, namun menunjukkan kepuasan yang tak bisa di utarakan, Zhi Yuan duduk di ranjang milik Zhang Ziyi, segel dewa sudah menghilang, dan kristal dewa pun lenyap dari kening Zhi Yuan meninggalkan sebuah luka kecil.
Wanita itu bercerita semua tentang rencana nya,
"Tentang malam itu dengan Tuan Wang Kai, kami tidak melakukan apa-apa, aku membius nya dan membiarkan nya tidur dilantai ruang tengah, meski aku melepaskan kekuatan seperti semalam, tanpa kekerasan tubuh yang kupinjamkan maka senjata atau benda manusia tidak akan bisa masuk ke tubuh ku, seperti yang kau lakukan semalaman, meski saat di sentuh kulit ku begitu lembut tapi ini sebenarnya sangatlah keras, jika kau tidak percaya lihatlah apa kau melihat bekas luka di kening Wang Kai? lagipula kau sudah mengetahui tentang arti selaput itu," ucap Dewi Zhang Ziyi, tersirat rasa malu di wajah wanita itu bercerita tentang hal yang mereka lakukan.
Zhi Yuan hanya terdiam, ada sedikit rasa bersalah telah berpikiran yang tidak-tidak kepada majikan nya itu.
"Tugas ku sudah selesai Yuan'er, aku tidak mampu menepati kepada Nona Wu untuk menolong mu, yang terjadi malam ini hanya kesalahan, kita hanya begitu marah pada hati kita sendiri, karena melukai satu sama lain, tidak ada hubungan perasaan antara kita, jadi jangan pernah mengungkit hal ini lagi, dan yang terpenting Nona Wu jangan pernah sampai tahu, dia akan sangat terluka jika mengetahui nya," ucap Tetua Zhang masih menatap langit keunguan.
"Aku mengerti Tetua..." ucap Zhi Yuan.
Zhang Ziyi melangkah dengan tertatih, satu tangan nya memegang selimut yang menutupi tubuh tanpa busana nya, sesekali paha panjang nya terlihat dari sela selimut itu, membuat petir di tubuh Zhi Yuan kembali bereaksi, dan Zhang Ziyi memejamkan matanya dalam-dalam mengetahui hal itu,
__ADS_1
"aahhhh... Pemuda ini dalam masa menggebu-gebu, dia bahkan tidak membiarkan ku beristirahat sedetik pun, milik ku juga terasa masih bengkak, dan memerah," batin Dewi Zhang Ziyi, menggigit bibirnya, merasakan denyutan hebat kembali menjalar dari milik nya.
"aku akan pergi," ucap Dewi Zhang Ziyi, namun kaki nya tidak bergerak masih ingin tinggal di ruangan itu, namun tidak ada reaksi apapun dari Zhi Yuan membuat wanita itu mengeluarkan satu tangan nya lagi, dan melenyapkan semua pakaian nya yang berhamburan di ruangan itu akibat permainkan nya yang menggila dan hingga melemparkan pakaian nya keluar ranjang, dan keluar dari ruangan nya sendiri.