Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 10 Sahabatku Dini


__ADS_3

Seorang gadis manis rambut sebahu, dengan kacamata hitamnya bertengger diatas kepalanya. Stelan kaos putih celana jeans, memakai sepatu sneaker. Berjalan keluar dari rumahnya. Masuk ke mobilnya melaju keluar pemukiman perumahan. Membelah jalanan yang tak begitu padat oleh mobil dan angkutan kota lainnya. Maklum sudah lewat jam masuk kerja. Mobil itu berbelok ke jalan masuk sebuah perumahan. Dan berhenti di sebuah rumah bercat hijau muda. Di sebelah kiri ada taman kecil yang menambah asri dan nyaman penghuninya.


Gadis itu mengambil sesuatu di dalam tas selempang nya. Mengetik satu pesan dan menunggu beberapa saat.


Sementara di dalam rumah itu seseorang sedang tiduran di sofa ruang tengah. Sambil nonton tv mengganti chanel berulangkali mencari acara tv yang ia sukai. Itulah Shasha di kesehariannya setelah suaminya Adi berangkat ke kantor. Masih sibuk dengan nonton tv nya, benda pipih di tangannya bergetar. Ada satu pesan masuk di handphone nya.


/ Aku dah di depan rumah /.


Setelah membaca pesan dari sahabatnya Shasha bergegas berdiri berjalan menuju arah pintu. Ketika pintu telah di buka sebuah teriakan memekakkan gendang telinganya. Shasha menutupnya dengan dua buah tangannya. Dan sedetik kemudian ia berlari menghampiri sahabatnya. Mereka saling berpelukan melepas kangen karena sudah lama tak berjumpa.


" Tambah cantik saja kamu Sha" kata sahabatnya.


" Kamu juga" sahut Shasha. Kemudian mereka beriringan masuk ke dalam rumah.


Saling bertukar kabar sesekali tertawa riang itulah Shasha dan sahabatnya, Dini. Sahabatnya berjanji akan datang sebulan lagi. Tapi tidak menyangka belum ada satu bulan sahabatnya sudah datang. Shasha sangat gembira sekali. Ada teman untuk ngobrol dan saling curhat tentunya. Sudah lama tak bertemu masih tak berubah. Tetap heboh dan mengundang tawa.


" Jadi dianggurin saja nih ceritanya," sela Dini." Nggak di kasih minum kek apa makan gitu".

__ADS_1


Lalu keduanya tergelak bersama. Shasha beranjak pergi ke dapur membuatkan jus jeruk dan mengambil beberapa makanan ringan. Berjalan ke ruang tengah menaruh dua gelas jus jeruk dan makanan ringan ke atas meja. Menyilakan sahabatnya minum.


Dini celingukan melihat seperti sedang mencari sesuatu.


" Suamimu mana?" tanya Dini sambil mengambil makanan ringan dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


" Jam segini masih kerja" sahut Shasha.


" Mertuamu..."


Oh ya Dini kan belum tahu kalau mertuanya tinggal di kota S. Shasha mulai cerita kalau sekarang mereka hanya tinggal berdua saja karena mertuanya membantu pamannya Adi


" Enak dong tiap hari bulan madu" celetuk Dini asal saja.


" Enak apaan capai tahu" sahut nya dan mereka tertawa bersamaan.


Dini menatap sahabatnya beralih ke bawah perut Shasha yang masih rata. Seolah tahu apa yang sedang diperhatikan oleh sahabatnya, Shasha berubah sedih.

__ADS_1


Dini yang cenderung konyol dan suka bercanda mendadak trenyuh pada sahabatnya. Dan tak jadi bertanya lagi. Beberapa detik suasana tampak hening. Detik berikutnya suara Shasha bergema memecah kesunyian.


" Belum Din" sahut Shasha lirih.


" Aku tak bermaksud...." memeluk sahabatnya.


" Nggak papa kok".


Keduanya terdiam sebentar, berkutat dengan pikiran mereka masing-masing.


" Sabar ya Sha" sahut Dini kemudian menghibur sahabatnya itu.


Suasana kembali mencair lagi dengan candaan segar dari Dini. Shasha pun tampak gembira lagi.


" Ngobrol gini apa gak lapar Sha" tanya Dini dan beralih pandangannya pada jam ditangannya.


Karena keasyikan ngobrol jadi nggak ingat waktu sudah melewati jam makan siang. Shasha tampak panik sekali. Ia belum masak buat suaminya. Dini yang melihat kecemasan sahabatnya mencoba menenangkannya. Mencoba memberi solusi untuk membeli makanan di luar sekalian jalan-jalan ke mall. Sudah lama mereka nggak ke mall lagi sejak kepindahan Dini ke kota kelahiran sahabatnya itu.

__ADS_1


Walau agak keberatan akhirnya Shasha setuju untuk membeli masakan di luar. Biasanya Shasha memasak untuk suaminya setelah seharian Adi bekerja. Karena suaminya suka makanan rumahan.


Dan dua sahabat itu pergi dengan mengendarai mobil Dini menuju mall favorit mereka. Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan raya.


__ADS_2