Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 67 Kinanti Dan Dimas


__ADS_3

Setelah sampai di kantor Adi masuk ke lift yang akan membawanya ke ruangannya. Wajahnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu. Lift pun terbuka lalu Adi melangkah ke ruang kerjanya. Dari arah yang berlawanan Kinanti sedang berjalan menuju ke arah Adi.


" Adi " kata Kinanti ketika berpapasan dengan Adi.


Kinanti meraih tangan Adi tapi laki-laki berkulit sawo matang itu menepisnya. Adi menghentikan langkahnya.


" Kau melakukan cara murahan untuk membuat istriku cemburu kau tidak akan berhasil " kata Adi.


" Aku melakukan ini demi Mike, Mike butuh kamu " kata Kinanti memelas.


" Mike butuh seorang ayah tapi bukan aku. Aku punya keluarga dan sebentar lagi akan memiliki anak " jelas Adi.


" Tapi aku maunya kamu Adi " kata Kinanti memaksa.


" Cari laki-laki lain untuk jadi ayah Mike. Dan jangan ganggu aku dan keluargaku lagi " Adi menatap tajam ke arah Kinanti.


" Apa kau sudah melupakan hubungan kita dulu " kata Kinanti.


" Hubungan kita sudah berakhir lama sejak kau lebih memilih dia ketimbang aku. Dan satu hal lagi aku mencintai Istriku " Adi berlalu dari hadapan Kinanti.


Kinanti diam mematung memandangi laki-laki dari masa lalunya itu menjauh. Kinanti ingin membuat kejutan pada Adi malah dia sendiri yang terkejut. Aaagrh! kenapa mesti begini jadinya, ingin sekali Kinanti teriak tapi ia sadar ini di kantor. Kinanti berjalan lesu menuju ruangannya. Kenapa harus dia yang menjadi istrimu. Kenapa tidak aku, aku menunggumu sejak dulu berharap padamu untuk menjadi ayah Mike. Bayangan Adi ketika bersamanya dulu berputar di kepalanya membuat kepalanya berdenyut lalu ia duduk bersandar memejamkan matanya. Rencananya buyar seketika saat tadi ia bertemu dengan Adi. Apa yang harus aku lakukan, Kinanti merenungi dirinya.


Sementara di ruangan Adi, laki-laki berkulit sawo matang itu tampak berpikir bagaimana caranya membujuk istrinya agar tidak marah lagi. Pandangannya menatap ke layar komputer tapi pikirannya melayang jauh entah kemana. Helaan nafas panjang menandakan ia masih memikirkan sikap istrinya yang menyita perhatiannya pagi ini.


Sampai jam pulang kantor Adi segera membereskan berkas dan menatanya di atas meja lalu mematikan komputer. Adi melangkah tak bersemangat untuk pulang ke rumah.


Sementara Dimas begitu sibuk hari ini hingga sampai jam pulang kantor barulah ia bernafas lega. Dimas melirik ke meja sebelah ternyata kursinya sudah kosong. Lalu Dimas bergegas menuju lift untuk mengantarnya ke lantai bawah.


Dimas masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari kantor. Ketika hendak berbelok Dimas melihat Kinanti yang sedang menunggu angkutan. Dimas menepikan mobilnya lalu menawari untuk mengantar Kinanti. Semula Kinanti menolak karena jalan ke rumahnya berlawanan dengan rumah Dimas. Tapi pada akhirnya Kinanti mau diantar Dimas karena menunggu angkotnya lama.


Kinanti tak banyak bicara dia masih memikirkan kata-kata Adi pagi tadi. Dimas masih penasaran dengan Kinanti saat tak sengaja ia mendengar perdebatan Adi dan Kinanti. Rasa penasarannya pada wanita bermata lentik itu membuat Dimas ingin mengenal wanita itu lebih jauh. Dimas melirik sekilas ke arah Kinanti yang tampak lesu. Ada apa dengan wanita itu sepertinya ada yang sedang ia pikirkan.Dimas ingin bertanya tapi ia urungkan.


" Rumah kamu dimana ? " akhirnya itu yang Dimas tanyakan.

__ADS_1


Lalu Kinanti menunjukkan letak rumahnya. Beberapa saat kemudian sampailah mobil Dimas ke kontrakan Kinanti. Kinanti keluar dari mobil diikuti Dimas di belakangnya.


" Di mana rumahmu ? " tanya Dimas.


" Eh kau kenapa mengikuti ku " kata Kinanti terkejut.


" A-aku hanya ingin melihat rumahmu " kata Dimas beralasan.


" Aku tidak punya rumah hanya sebuah kontrakan kecil " Kinanti tersenyum kikuk.


Dimas melihat senyum wanita di sebelahnya ternyata manis juga. Sesaat Dimas terpesona dengan senyuman Kinanti. Dimas mengikuti langkah Kinanti hingga berhenti di sebuah rumah kontrakan. Tepat ketika wanita itu ada di depan pintu kontrakan, pintu itu terbuka dari dalam. Seorang bocah laki-laki kecil menyambut kedatangan Kinanti.


" Mama " kata Mike.


Dimas melihat anak kecil itu yang memanggil Kinanti dengan sebutan mama. Lalu beralih ke arah Kinanti yang sangat menyayangi anaknya. Itu terlihat ketika Kinanti bertemu dengan anak kecil tadi.


Mike melihat ke belakang mamanya berdiri seorang laki-laki yang belum pernah Mike lihat sebelumnya.


" Siapa itu ma " kata Mike.


Mike menggeleng lalu Kinanti menggendong anak laki-laki itu masuk ke rumah. Kinanti seolah lupa bahwa ada Dimas yang sedari tadi berdiri bersamanya.


" Apa aku tidak diizinkan masuk " kata Dimas membuat Kinanti menoleh.


" Eh maaf silakan masuk " kata Kinanti tak enak.


Dimas masuk ke rumah lalu duduk di sofa. Lalu Kinanti masuk ke dalam beberapa saat kemudian keluar membawa nampan berisi dua gelas jus. Di belakangnya Mike mengikuti mamanya sambil berpegangan ujung rok mamanya.


Bocah laki-laki itu melirik ke arah Dimas. Dimas yang mengetahui itu tersenyum dan memanggil Mike untuk mendekat. Mike melihat ke mamanya, Kinanti pun mengangguk. Setelah dekat Dimas mengangkat Mike lalu mendudukkannya ke pangkuannya.


" Hai anak pintar namanya siapa ? ' tanya Dimas.


" Aku mike, om siapa ? " balik bertanya.

__ADS_1


" Panggil saja om Dimas " kata Dimas.


" Apa om Dimas kenal dengan papa Adi, ups " Mike menutup mulutnya sambil menatap mamanya.


" Em, maaf Mike suka ngomong begitu sama orang yang dekat dengannya " kata Kinanti.


" Sedekat itukah Mike dengan pak Adi ? " tanya Dimas.


" Ya, sampai Mike menganggap Adi adalah papanya. Karena papa kandung Mike meninggal saat Mike masih kecil " kata Kinanti sendu.


" Maaf " kata Dimas.


" Tidak apa-apa semua sudah lewat. Mike tidak tahu kalau papanya sudah meninggal. Yang ia tahu papanya pergi jauh dan suatu saat nanti akan kembali " kata Kinanti.


Dimas menatap Kinanti lalu beralih ke Mike, anak kecil itu begitu menggemaskan. Dimas mencubit pelan Mike membuat si empunya menatap Dimas. Dimas tersenyum membuat anak kecil itu merasa nyaman duduk dipangkuan Dimas.


" Apa om mau berteman denganku " kata Mike. Dimas mengangguk.


" Yeaaa" sorak Mike girang.


Dimas tersenyum sambil mengacak pucuk rambut anak kecil itu. Kinanti tersenyum senang melihat anaknya bersorak kegirangan. Semudah itukah membuat Mike senang. Apakah aku harus mencari pengganti papanya yang telah lama meninggal. Aku berharap Adi menjadi papanya Mike, tapi sepertinya Adi sangat mencintai keluarganya. Lalu aku harus bagaimana, Kinanti menatap sendu pada Mike. Kinanti menghela nafas perlahan menghilangkan sesak di dadanya.


**************


Duh gimana ini....


Author juga bingung gimana nasib Kinanti selanjutnya.


Okey, nantikan kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku...


Jangan lupa like dan komennya ya.


Terimakasih buat semuanya.

__ADS_1


Author kasih...❤️❤️❤️ buat kalian semua.


__ADS_2