Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 124 Hanya Kita Berdua


__ADS_3

Adi berjalan mendekati meja istrinya di sana ia melihat hanya ada istrinya dan Nathanael. Seketika hatinya memanas melihat istrinya tertawa dengan Nathanael. Adi bergegas menghampiri istrinya dan duduk di samping istrinya.


" Sayang " panggil Adi.


Shasha menoleh ke arah suaminya sedangkan Nathanael tersenyum menatap suami Shasha sambil menggelengkan kepalanya. Nathanael tahu kalau suami Shasha cemburu melihat dia berbincang dengan Shasha.


" Eh mas ada apa " sahut Shasha.


" Sudah malam lebih baik kita pulang " ajak Adi sambil melirik lelaki di depan istrinya.


" Baiklah kita pamit dulu sama papa dan mama " Adi mengangguk.


Shasha dan Adi pamit pada Nathanael. Ketika Adi dan Shasha hendak berdiri Eli datang lalu duduk di sebelah Nathanael.


" Kakak mau kemana " tanya Eli.


" Eli Kakak pulang dulu ya " sahut Shasha.


" Yah kakak kenapa nggak disini dulu aku masih ingin bicara sama kakak " ucap Eli cemberut.


" Lain waktu kita bisa ngobrol nya ini sudah malam kasihan Zane " sahut Shasha.


Shasha merangkul sepupunya dengan terpaksa Eli mengangguk setuju. Meski ia masih ingin berbicara lebih lama dengan kakak sepupunya. Shasha mengajak Adi menemui papa Sam dan mama Santi kebetulan di sana ada Andrew. Lalu Shasha dan Adi berpamitan pada papa dan mama nya juga pada Andrew.


Nathanael menatap kepergian sepasang suami-istri itu sampai keduanya masuk ke mobil. Membuat gadis di sampingnya cemberut dan menarik dagu lelaki tampan itu untuk menghadap ke arahnya.


" Kak Xander " seru Eli.


Nathanael menatap gadis di sebelah nya sambil tersenyum geli. Ternyata gadis ini kalau sedang cemburu lucu sekali ingin rasanya ...


" Kenapa " jawab Nathanael.


" Kenapa kakak melihat kak Shasha seperti itu " sungut Eli.


" Cemburu " tebak Nathanael.


" Siapa juga yang cemburu " elak Eli.


" Ih kakak " Eli mencubit perut Nathanael.


" Auw ... sakit El " Nathanael mengelus perutnya yang kena capit tangan Eli.


" Biarin " Eli masih cemberut.


" Ya sudah maafin kakak ya El " mohon Nathanael.


" Iya tapi lain kali jangan gitu lagi aku nggak suka. Aku tahu kak Shasha cinta pertamanya kakak tapi sekarang aku yang menjadi cinta terakhir kakak. Dan sebentar lagi kita akan tunangan " sahut Eli.


" Iya El maafin kakak " Nathanael merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapannya.

__ADS_1


" Iya aku maafin " Eli masuk dalam dekapan lelaki tampan yang sebentar lagi resmi menjadi tunangannya.


Kini sepasang suami-istri itu sudah berada di mobil. Adi melajukan mobilnya keluar dari kafe ss menuju jalan raya yang mulai sepi dengan orang berkendara. Adi tidak langsung pulang ke rumah tapi ia menjalankan mobilnya ke taman kota.


" Lho mas kita mau kemana " tanya Shasha heran.


" Kita jalan-jalan dulu sebentar " sahut Adi santai.


" Ini sudah malam mas besuk kan kerja " ucap Shasha.


" Tenang saja ada Chris " Adi tetap fokus mengemudi.


" Nggak baik lho mas melimpahkan pekerjaan pada Chris " ucap Shasha.


Adi hanya tersenyum mendengar komentar dari istrinya. Adi memilih menepikan mobilnya karena sudah sampai di taman kota. Adi mematikan mesin mobilnya lalu duduk bersandar sambil melihat sekeliling. Sudah tidak begitu banyak orang- orang yang bersantai karena esuk adalah awal pekan. Masih ada beberapa pedagang yang bertahan untuk mengais rejeki buat keluarganya di rumah.


Setelah beberapa saat diam Adi menoleh ke arah istrinya. Shasha ikut diam menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Hampir saja ia terpejam tapi sentuhan lembut suaminya membuat nya terjaga.


" Sayang ngantuk ya " Shasha mengangguk.


" Kita ke sana " tunjuk Adi pada penjual jagung bakar.


Shasha melihat ke arah yang ditunjuk suaminya.


" Mas mau beli jagung bakar " tanya Shasha.


Adi mengangguk.


" Minumnya apa mas " tanya pak Aman bapak penjual jagung bakar.


" Teh hangat dua ya pak " sahut Adi.


Shasha lebih dulu duduk sambil menunggu suaminya. Setelah itu Adi duduk di sebelah istrinya. Keduanya duduk di tikar sambil menunggu pesanan nya datang. Setelah pesanan jagung bakar nya matang Adi dan Shasha menikmati jagung bakar sambil ditemani segelas teh hangat.


Selesai makan jagung bakar dan minum teh hangat Adi membayar sejumlah uang lalu mengajak istrinya jalan-jalan di taman kota yang semakin sepi pengunjung.


" Mas kenapa kita nggak pulang saja " sahut Shasha.


" Sebentar sayang kita jalan-jalan dulu. Belum pernah kita jalan-jalan berdua di malam hari seperti ini kan " kata Adi.


Shasha menoleh ke arah suaminya sambil tertawa kecil.


" Kita mau cari apa di sini tempatnya juga sudah sepi " sahut Shasha.


" Kita nikmati suasana sepi ini berdua " sahut Adi santai.


Adi merangkul pinggang istrinya dan terus berjalan pelan di sepanjang jalan taman kota. Setelah puas dengan jalan-jalan malamnya Adi mengajak istrinya ke mobil. Keduanya sudah masuk mobil tapi Adi masih diam bersandar. Sementara Shasha menatap heran suaminya bukannya menjalankan mobilnya malah duduk bersandar.


" Mas " seru Shasha.

__ADS_1


" Kenapa sayang " tanya Adi.


" Ayo pulang kasihan Zane nanti rewel " sahut Shasha.


" Ada ibu ini " sahut Adi.


" Masss ' seru Shasha.


" Iya iya kita pulang " Adi menghidupkan mesin mobilnya.


Adi melajukan mobilnya menuju jalan raya. Adi menjalankan mobilnya pelan di jalanan membuat istrinya protes.


" Mas jalannya kok pelan kapan sampainya " seru Shasha.


" Tadi mas sudah bilang kita nikmati malam ini berdua " Adi tersenyum.


" Cepat dikit mas " sahut Shasha.


" Kenapa mesti buru-buru " Adi melirik istrinya.


" Mas " seru Shasha lagi.


" Iya sayang sebentar juga sampai " Adi membelokkan mobilnya ke gang masuk rumahnya dan berhenti di depan pintu gerbang.


Mas Agus yang masih terjaga membuka pintu gerbang agar mobil majikannya bisa masuk. Setelah mobil berhenti di depan rumah sepasang suami-istri itu keluar dari mobil.


Saat ini keduanya sudah berada di kamar dan membersihkan diri. Setelah memakai piyama keduanya merebahkan tubuhnya ke ranjang. Kemudian Shasha teringat sesuatu.


" Mas aku ke kamar ibu dulu " kata Shasha.


" Mau apa ke kamar ibu " tanya Adi.


" Mau ambil Zane dulu " jawab Shasha.


" Biar Zane sama ibu " sahut Adi.


" Tapi mas ... " belum sempat Shasha melanjutkan ucapannya Adi meraih tubuh istrinya lalu masuk dalam dekapannya.


" Mas sudah katakan kita nikmati malam ini hanya kita berdua " bisik Adi di telinga istrinya.


Shasha mengangguk.


Selanjutnya silahkan berpikir sendiri ya ...


Hah! author nya bikin gemes saja.


****************


Up lagi ....

__ADS_1


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya...


Terimakasih...♥️♥️♥️


__ADS_2