Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 116 Masih Tentang Chris


__ADS_3

Di tengah jalan Chris teringat sesuatu lalu membelokkan mobilnya menuju ke tempat temannya. Chris menghentikan mobilnya di rumah temannya Chris turun dari mobilnya. Melangkah melewati jalanan sempit lalu mengetuk sebuah rumah berukuran tak lebih besar dari sebuah rumah kontrakan. Tak lama pintu rumah terbuka dan berdiri sosok sebaya dengannya.


" Eh, tumben pak bos main ke sini " sahut orang di balik pintu.


Ck, Chris berdecak sebal lalu masuk melewati tuan rumah dan langsung duduk di sofa ruang tamu.


" Hai ada apa " sahut orang itu lagi.


" Yang bos itu kakakku bukan aku " orang itu nyengir tak menanggapi Chris.


Chris diam tampak berpikir lalu melirik temannya.


" Will, bisa bantu aku " ucap Chris.


Orang yang dipanggil Will melengos enggan menatap temannya. Seperti biasa kalau temannya ini butuh sesuatu pasti mencari dirinya. Tapi bila tidak dibutuhkan seolah ia tak punya arti apa-apa.


" Apalagi " sahut Will malas.


" Carikan aku seorang sekretaris " Chris menyandarkan tubuhnya.


" Lah kan sudah ada Diana " sahut Will.


" Diana dipindah ke bagian lain " seru Chris.


Will menatap heran pada temannya.


" Kenapa dia bikin masalah " tanya Will.


" Lebih dari itu ... " lalu Chris bercerita pada Will.


Will mendengarkan temannya cerita. Will tidak menyangka kalau Diana teman kuliah Adi. Dan lebih terkejut lagi Diana menyukai bos tempat nya bekerja yang tak lain kakak dari temannya ini.


" Lalu aku harus bantu apa " tanya Will.


" Ya seperti tadi ku bilang carikan seseorang untuk menjadi sekretaris kakakku " sahut Chris.


" Aku usahakan " sahut will.

__ADS_1


" Secepatnya Will " Will berdecak sebal.


" Nggak bisa " ucap Will.


" Will " suara Chris meninggi.


" Ck, ya " sahut Will malas.


" Makasih Will " Chris menepuk pundak Will.


Will menatap jengah pada sahabatnya. Sesaat kemudian Will teringat sesuatu.


" Apa rencana mu selanjutnya " Will melirik temannya.


Will tahu apa isi kepala temannya itu. Will juga tahu kalau temannya menaruh hati pada Diana.


" Entahlah Will " Chris mendesah pelan.


Chris merasa harapannya itu hanya ada di angan-angan saja.


Sedikit cerita tentang Will dan Diana. Will dan Diana dari daerah yang sama dengan Chris. Will membantu Diana sehingga wanita itu bisa bekerja di perusahaan Nugroho. Karena saat itu Chris membutuhkan seorang sekretaris untuk kakaknya.


Tapi secuil rasa yang tersimpan jauh di relung hati Chris memudar saat pertama kali memperkenalkan Diana pada kakaknya. Ternyata keduanya sudah saling kenal dan merupakan teman kuliah.


Saat itu Chris beralasan hendak ke toilet sebentar dan meninggalkan keduanya. Dari jauh Chris bisa melihat keduanya berbicara akrab sekali dan sesekali diselingi tawa. Membuat Chris tertunduk sedih.


Terlebih sekarang saat mengetahui Diana menyukai kakaknya dan terang-terangan mengatakan niatnya yang mau menjadi yang kedua. Hati Chris menciut tapi ia juga tak rela kalau wanita itu pergi dari perusahaan Nugroho. Chris berusaha sekuat tenaga untuk Diana tetap di samping nya apa pun caranya akan ia lakukan.


" Lalu Diana mau kau tempatkan di mana " tanya Will.


" Nah itu dia lagi aku pikirkan " Chris baru ingat kalau dia menyuruh Diana untuk datang besuk.


Dan Chris belum tahu mau menempatkan Diana ke bagian apa. Karena sepertinya semua sudah terisi Chris memijat dahinya yang mulai berdenyut.


" Tempatkan saja dia di bagian keuangan sepertinya di sana ada satu yang kosong karena orangnya sedang cuti melahirkan " ucap Will membuat senyum merekah di bibir Chris.


" Yah ternyata kau bisa diandalkan Will " sahut Chris berbinar cerah.

__ADS_1


Will tersenyum mengejek sambil menggelengkan kepalanya.


" Aku pulang dulu " Chris bangkit berdiri keluar dari rumah temannya.


Will mengikuti temannya sampai di depan pintu. Setelah Chris menghilang di belokan jalan Will menutup pintu rumahnya.


Chris masuk ke mobilnya dan melajukan kembali mobilnya menuju rumah sepupunya. Chris membelokkan mobilnya ke komplek perumahan elit dan masuk ke rumah sepupunya setelah mas Agus membuka pintu gerbang.


Chris masuk ke rumah yang tampak sepi. Chris melangkah pelan menuju tangga bertepatan Adi yang hendak keluar kamar.


" Eh kakak " Chris menghentikan langkahnya.


Adi mengerutkan dahinya melihat Chris yang baru saja datang. Padahal pekerjaan tidak terlalu banyak hari ini. Dia pun sudah pulang sedari tadi tapi Adi tidak terlalu memikirkan tentang Chris yang pulang malam. Adi percaya Chris lelaki baik dan tidak akan berbuat buruk di luar sana.


" Baru pulang " tanya Adi.


" Iya kak ada sedikit keperluan di rumah teman " jawab Chris mengusap tengkuknya.


" Ya sudah sana makan dulu " Adi melanjutkan langkahnya menuju dapur.


" Ah ya kak tadi sudah makan aku langsung saja ke atas " Chris naik ke atas tangga menuju kamarnya.


Adi hanya melirik sepupunya dan menuju dapur hendak membuatkan minuman untuk baby Zaneta. Adi kembali ke kamar membawa botol minuman lalu diberikan baby Zaneta.


Saat ada pergerakan di ranjang Shasha terbangun. Dan melihat suaminya sedang memberikan botol minum pada baby Zaneta.


" Kenapa mas tidak bangunin aku " Shasha duduk bersandar.


" Tadi kamu nyenyak sekali tidurnya sayang jadi nggak tega bangunin " sahut Adi.


Adi menepuk-nepuk pantat baby Zaneta hingga bayi mungil itu kembali terlelap. Setelah baby Zaneta tidur Adi membaringkan kembali tubuhnya di sebelah istrinya. Shasha mengikuti berbaring memunggungi suaminya. Adi melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya. Dan keduanya mulai memejamkan matanya. Tidur.


************


Semoga masih suka dengan ceritanya...


Yang kangen dengan Nathanael author tampilkan di sini sebentar lagi ya.

__ADS_1


Sabar dulu....


Terimakasih.


__ADS_2