Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 64 Kinanti Lagi


__ADS_3

Adi melajukan mobilnya menuju kantor dia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan seseorang. Sampai di pintu gerbang perusahaan Adi memarkirkan mobilnya. Adi keluar dari mobil bertepatan dengan seseorang yang hendak ia temui pagi ini. Adi bergegas menghampiri orang itu. Orang tersebut memasuki lift dan Adi setengah berlari ikut masuk ke dalam lift. Adi mencekal lengan orang itu dan orang itu hanya tersenyum tipis menatap ke arah Adi.


" Apa mau mu sebenarnya " seru Adi menahan kekesalannya sedari kemarin.


Orang itu mendekat ke arah Adi dan tangannya mengusap lembut ke dada bidang Adi. Membuat Adi mengumpat dalam hati lalu menepis tangan orang itu kasar.


" Kau tidak sabaran ya " sahut orang itu membelai wajah Adi. Kembali Adi menepiskan tangan orang itu.


" Kinan, jaga sikapmu " seru Adi.


" Kenapa emangnya kau takut ada orang yang melihatnya dan melaporkan pada istrimu " kata orang itu yang tak lain Kinanti.


Adi menghela nafas perlahan menahan gejolak di dalam dadanya. Adi berusaha mengendalikan dirinya agar tidak terbawa perasaan.


" Kenapa kau meninggalkan Mike sendirian di pasar malam ?" tanya Adi akhirnya.


" Oh ya apakah kau yang menemukan anak itu. Kalau begitu kuucapkan terimakasih dia baik-baik saja kan " kata Kinanti tanpa rasa bersalah sedikitpun.

__ADS_1


Cih ! terimakasih katanya ibu macam apa dia ini meninggalkan anaknya sendirian di pasar malam. Untung saja istrinya membawa anak itu pulang kalau tidak... Adi menggelengkan kepalanya.


" Mike ada di rumah bawa dia pulang " kata Adi singkat.


Kinanti mendekati Adi jarak keduanya teramat dekat. Adi dapat merasakan hembusan nafas Kinanti yang begitu lembut menerpa kulit wajahnya dan senyum mengembang di sudut bibir Kinanti. Lalu kinanti membisikkan sesuatu ke telinga Adi.


" Aku titip Mike gimana kau setuju kan " kata Kinanti tersenyum licik.


Adi tidak menanggapi ucapan Kinanti secepatnya ingin keluar dari benda kotak yang bergerak ini. Ia tidak ingin terbawa perasaannya sendiri. Setelah lift terbuka Adi bergegas keluar dari lift sebelum itu ia sempat berbicara sesuatu pada Kinanti.


" Aku akan antar Mike sepulang kerja " kemudian Adi berlalu dari hadapan Kinanti.


" Kau tentunya penasaran bukan ada hubungan apa antara aku dan Adi " kata Kinanti menatap Dimas.


Kinanti melihat tangan Dimas mengepal membuat senyum tipis menghiasi wajahnya yang cantik itu.


" Asal kamu tahu Mike itu anak Adi " bisik Kinanti di telinga Dimas.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Kinanti, Dimas mengeratkan kepalan tangannya. Rahangnya mengeras menahan kemarahan di dada. Kinanti tersenyum sempurna begitu mudahnya memancing emosi pria di depannya ini. Sepertinya menarik mempermainkan perasaan pria ini. Mungkin pria ini bisa membantuku untuk mencapai apa yang kuinginkan, pikir Kinanti.


Kinanti melangkah menuju meja kerjanya. Sementara Dimas masih mencerna perkataan yang barusan ia dengar dari mulut Kinanti. Dimas belum begitu paham tentang Kinanti karena Dimas jarang bertemu dengan wanita itu. Dan lagi ia di sini karyawan baru dan hanya akrab dengan beberapa orang saja termasuk Adi. Teman satu ruangan dengannya yang beberapa waktu lalu tampak akrab. Sebelum akhirnya Dimas mengetahui bahwa Adi adalah suami dari wanita yang sangat ia kasihi.


Setelah mengetahui suami Shasha itu Adi, Dimas mulai menjaga jarak dengan Adi. Dimas belum bisa percaya kalau Adi adalah suaminya Shasha. Lebih tepatnya belum merelakan wanita yang dikasihinya sudah bersuami dan parahnya pria itu satu ruangan dengannya.


Adi memandang tumpukan kertas di depannya. Ia berusaha fokus pada pekerjaannya tapi pikirannya terbagi dengan Kinanti. Apa yang akan direncanakan Kinanti selanjutnya itu yang ada dibenaknya saat ini. Adi mengusap wajahnya kasar menghalau pikiran buruk yang tiba-tiba melintas dibenaknya. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan istrinya.


Sementara Dimas yang duduk di sebelah meja kerja Adi bergelut dengan pikirannya sendiri. Ucapan Kinanti berputar- putar di kepalanya membuatnya ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaannya. Dan bertanya pada seseorang yang ia kenal di sini. Mungkin orang itu tahu tentang Adi atau Kinanti karena orang itu cukup lama bekerja di perusahaan ini.


Saat yang ditunggu pun tiba Dimas merapikan meja kerjanya dan bergegas turun ke lantai dasar. Setelah membeli dua kaleng minuman dingin Dimas menuju pos satpam. Di sana ada pak Eko yang tinggalnya tak jauh dari rumahnya dan menjadi satpam di perusahaan itu. Kebetulan pak Eko ada di pos lalu Dimas menghampirinya dan memberikan minuman kaleng itu pada pak Eko. Dimas duduk di sebelah pak Eko sambil membuka minuman kaleng lalu meminumnya.


" Ada apa mas Dimas tumben ke sini " tanya pak Eko.


" Begini pak Eko..." kata Dimas lalu bercerita sebab tujuannya menemui pak Eko.


Pak Eko pun bercerita pada Dimas sejauh yang ia tahu tentang hubungan Kinanti dan Adi. Sudah menjadi rahasia umum di perusahaan ini kalau ada hubungan khusus antara Adi dan Kinanti.Tapi sudah beberapa waktu ini mereka tidak kelihatan bersama lagi. Dan tentang anak yang bernama Mike, pak Eko tidak tahu itu anak siapa.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan dari pak Eko, Dimas pun bangkit berdiri dan kemudian mengucapkan terimakasih lalu melangkah menuju lift untuk kembali bekerja. Karena jam makan siang sudah berakhir. Dimas masih memikirkan kata-kata pak Eko yang membuatnya makin pusing saja. Apa yang harus ia lakukan selanjutnya Dimas masih menimbang-nimbang di dalam hatinya.


__ADS_2