
Sampai di mall ketiga sahabat itu langsung ke restoran cepat saji. Ketiganya duduk dan memesan makanan. Tidak dinyana di sana ada sepupu Daniel dan Shasha hendak ke restoran yang sama. Daniel melambaikan tangannya ke sepupunya. Adi mendelik sebal melihat siapa yang datang. Kenapa Shasha bisa sama dia sih, gumam Adi entah kenapa ia merasa kesal dengan sepupu Daniel itu.
" Hai Niel boleh gabung ' kata Nathanael menarik kursi lalu duduk di dekat sepupunya.
Shasha masih berdiri di sebelah Nathanael, gadis itu melihat ke depan. Di sana ada Adi dan Maria yang asyik bercanda sendiri. Keduanya tidak terusik dengan hadirnya Shasha dan Nathanael. Shasha menjadi sedih melihat keakraban Adi dan Maria.
" Hah, emang aku ijinin duduk apa " sahut Daniel.
" Terus ngapain pakai nyuruh ke sini " tanya Nathanael.
" Mau lihat Shasha " kata Daniel memperhatikan gadis berseragam SMP itu.
" Khawatir amat sih nih lihat masih ada tangan dan kakinya " sungut Nathanael.
" Heh, bukan itu kamu nggak ngapa-ngapain dia kan " kata Daniel menatap tajam sepupunya.
Ck, Nathanael berdecak sebal pada sepupunya. Biar orang menganggap Nathanael berandalan tapi dia punya sisi baik juga. Nathanael bangkit.
" Mau kemana " tanya Daniel.
" Pesan makanan, lapar " Nathanael mengabaikan sepupunya lalu memanggil pelayan restoran.
Tidak berapa lama pelayan restoran itu datang. Nathanael sedang bicara dengan pelayan restoran itu.
" Sha " panggil Nathanael.
Nathanael heran saat gadis berseragam SMP itu masih berdiri di samping nya.
" Kenapa tidak duduk " tanya Nathanael.
Nathanael berdiri lalu menarik kursi agar Shasha duduk. Setelah nya Nathanael duduk lagi.
" Sha, mau pesan apa ? " tanya Nathanael.
" Samain saja sama kamu " jawab Shasha pelan.
Nathanael menambah pesanan makanan nya. Setelah pelayan restoran pergi Nathanael melirik sepupunya.
" Kalau mau makan makan saja " kata Nathanael.
" Nggak, nanti saja " kata Daniel.
Daniel melirik Shasha.
" Papa dan mama mu belum pulang, Sha " tanya Daniel.
" Belum kak " sahut Shasha.
" Entar pulang bareng aku saja " kata Daniel lagi.
Nathanael mendelik ke arah sepupunya. Sementara Shasha menatap bingung kedua pemuda di samping nya.
" Apa " Daniel balik mendelik ke arah Nathanael.
Nathanael tersenyum kecut tidak menanggapi sepupunya. Pemuda itu memilih memainkan ponselnya sampai pesanan nya datang.
__ADS_1
Mereka menikmati makanan yang ada di piring masing-masing. Adi mengusap sudut bibir Maria yang terkena caos sambal dengan tissue. Shasha yang melihat segera menunduk tidak berani menatap ke depan. Ada rasa sesak di dada melihat kak Adi begitu perhatian pada gadis berlesung pipit itu. Membuat selera makan Shasha hilang. Tapi ia tidak mau mengecewakan Nathanael yang telah mengajaknya ke tempat ini.
Dengan terpaksa Shasha menghabiskan makanan yang ada di piring. Masih tetap menundukkan wajahnya hingga Nathanael menyenggol lengan nya. Shasha menoleh ke samping mendapati Nathanael yang sedang menatap nya.
" Ada apa " tanya Nathanael.
Gadis berseragam SMP itu menggeleng.
" Sudah selesai makannya " tanya Nathanael.
" Iya sudah " jawab Shasha pelan.
" Tunggu sebentar aku mau bayar dulu " Nathanael bangkit tapi dicegah oleh Daniel.
" Mau ke mana ha " tanya Daniel.
" Mau bayarlah " jawab enteng Nathanael.
" Biar aku yang bayar " Daniel berdiri.
" Sudah simpan uangmu buat bibi biar aku yang bayar " Nathanael secepatnya berlalu.
Setelah membayar makanan nya Nathanael kembali ke mejanya. Adi dan Maria lebih dulu pergi tinggal Daniel, Shasha dan Nathanael saja.
Shasha menatap kepergian Adi dan Maria dengan raut wajah sedih. Shasha masih menatap pintu keluar sampai sebuah suara menyadarkan nya.
" Mau keliling kota " tanya Nathanael.
Shasha menoleh ke arah Nathanael dan Daniel.
" Pulang saja Sha " sahut Daniel.
" Pulang Sha " Daniel mendelik ke arah sepupunya.
" Masih sore ini biar dia nanti aku yang antar " jawab Nathanael.
" Nggak, nggak akan aku biarkan Shasha pulang sama kamu " jawab Daniel.
" Dih segitu khawatir nya " kata Nathanael.
" Ya kalau sama kamu dia gadis baik-baik lama sama kamu bisa bahaya " seru Daniel.
" Heh emang aku seburuk itu " tanya Nathanael.
" Pikir saja sendiri " Daniel menarik pelan tangan Shasha mengajak keluar gadis berseragam SMP itu.
Nathanael duduk termenung menatap sepupunya dan Shasha yang pergi. Nathanael masih terngiang dengan ucapan sepupunya yang mengusik hatinya. Sedetik berikutnya Nathanael menggelengkan kepalanya. Pemuda itu lalu bangkit keluar menuju tempat parkir motor nya.
Nathanael menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi. Pemuda itu tidak menghiraukan orang-orang yang menggerutu akan ulahnya. Dia menambah kecepatan motornya dan berhenti di depan sebuah rumah. Pemuda itu masuk ke halaman rumah dengan mesin motor yang menyala memekakkan telinga.
Penghuni rumah yang terusik dengan suara motor Nathanael kemudian membuka pintu. Tampak pemuda tampan berkulit putih bersih seperti Nathanael berdiri bertolak pinggang.
" Ngapain ke sini " Steve memandang sahabatnya.
Nathanael tidak bicara langsung masuk ke rumah melewati Steve. Pemuda itu menuju ke dapur dan mengambil minuman dingin di kulkas. Steve hanya menghela nafasnya melihat sahabatnya. Nathanael masih dengan sikap acuhnya lalu duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
" Kok sepi mana om dan tante " tanya Nathanael ketika menyadari rumah sahabatnya yang sepi.
" Ke luar kota " sahut Steve lalu duduk di dekat sahabatnya.
" Kakak mu " Nathanael mengambil cemilan di meja.
" Sibuk sama pacarnya " Steve ikut makan cemilan.
" Sip dah " Nathanael tersenyum senang.
" Wah, perasaan nggak enak nih " Steve menelisik sahabatnya.
" Numpang tidur ya Steve " sahut Nathanael.
Steve mendelik sebal.
" Nah kan benar dugaan ku " kata Steve.
Sementara di tempat lain Daniel sudah sampai di depan rumah Shasha.
" Makasih kak Daniel " kata Shasha saat turun dari motor Daniel.
" Sama-sama oh ya Sha jangan terlalu dekat dengan Nathan " peringat Daniel.
" Emang kenapa kak, Nathan orangnya baik dia suka ngantar aku pulang " jujur Shasha.
" Apa kamu bilang dia ngantar kamu pulang " Daniel terkejut lalu menatap serius pada gadis berseragam SMP itu.
Shasha mengangguk.
" Kamu tidak apa-apa " tanya Daniel.
" Maksudnya ' Shasha mengeryit heran.
" Kamu takut saat naik motornya " Shasha menggeleng.
" Dia ngebut " gadis itu menggeleng lagi.
" Syukurlah " Daniel bernafas lega.
" Ada apa sih kak " tanya Shasha.
" Nggak pa pa lain kali hati-hati saja bila Nathan ngantar kamu pulang " jawab.
" Iya kak " meski bingung Shasha mengiyakan saja kata kak Daniel.
" Ya sudah aku pulang dulu " kata Daniel.
" Ya kak hati-hati " Shasha memandang Daniel sampai hilang di belokan jalan.
Shasha bergegas masuk ke rumah nya.
*********
Up lagi.
__ADS_1
Semoga tidak bosan dan dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih ... ❤️❤️❤️