Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 98 Kembali Bekerja # 2


__ADS_3

Adi melangkah menuju ruangannya lalu membereskan barang-barang ke kotak berukuran sedang. Dimas yang sedari tadi memperhatikan Adi beberes mengernyit heran. Mengapa pak Adi menaruh barang-barang nya di kotak. Apa dia akan berhenti bekerja, gumam Dimas. Dimas yang penasaran akhirnya bertanya pada Adi.


" Pak Adi " yang dipanggil menoleh.


" Eh, kau Dim ada apa ? " Adi duduk menghentikan kegiatannya.


" Kenapa membereskan barang-barang bapak " Dimas melihat kotak yang sudah terisi barang-barang itu.


" Oh saya sudah tidak bekerja di sini lagi " kata Adi.


" Maksud bapak " Dimas bertanya.


" Mulai hari ini saya tidak bekerja di ruangan ini tapi pindah ke lantai atas " jawab Adi.


" O o o saya kira bapak sudah tidak bekerja di perusahaan ini " seru Dimas.


" Jadi kau berharap saya tidak bekerja di perusahaan ini lagi, begitu " kata Adi sedikit menaikkan suaranya.


" Em bukan seperti itu pak, maksud saya setelah mendengar rumor yang beredar akhir-akhir ini membuat bapak ... " Dimas menutup mulutnya karena keceplosan bicara.


" Rumor apa " tanya Adi.


" Em itu pak ... " Dimas menceritakan kasus yang menimpa istri Adi dan tuntutan Adi pada Kinanti.


Huh cepat sekali beredarnya berita itu padahal aku belum menuntut apa-apa pada wanita itu tapi beritanya sudah meluas seperti ini. Adi melirik ke Dimas, Adi diam tidak menanggapi ucapan rekannya itu. Adi melanjutkan membereskan yang tersisa.


Adi berpamitan pada rekan-rekannya yang satu ruangan dengan dirinya termasuk Dimas. Ada yang sedih, ada yang biasa saja, ada yang cuek. Ada juga yang memberikan ucapan selamat pada Adi dan ada yang mencibirnya. Beragam orang menanggapi pindahnya Adi ke ruangan baru dan jabatan barunya.


Menjelang makan siang Adi berjalan masuk ke lift menuju ruangannya yang baru sebagai asisten presdir Ricko. Hah, ternyata melelahkan sekali, gumam Adi setelah sampai di ruangannya yang baru. Adi duduk menyandarkan tubuhnya. Beberapa saat ponselnya berdering.


Tut tut tut.


Adi mengambil ponselnya di sana tertera nama sepupunya Chris. Ada apa dia meneleponku apa ada yang penting, Adi menggeser tombol hijau.


📞 " Hallo Chris " jawab Adi.


📞 " Hai kak, bisakah kakak ke sini sebentar " kata Chris.

__ADS_1


📞 " Ya bisa tapi kenapa tidak nanti saja di rumah " tanya Adi heran.


📞 " sekarang saja kak aku tunggu " Chris menutup telponnya.


📞 " Hallo Chris... "


Yah kenapa dimatikan itu anak seenaknya saja, gerutu Adi. Adi melihat jadwalnya siang ini sepertinya longgar bos sekaligus temannya itu belum memberikan dia tugas. Jadi dia bisa bebas hari ini lalu Adi melangkah keluar dari ruangannya. Adi masuk ke lift dan menekan tombol lantai dasar. Setelah keluar dari lift Adi menuju mobilnya dan melajukan mobilnya ke sebuah restoran.


Mobil Adi berhenti di sebuah restoran xx di jl ... Apakah ini restoran milik laki-laki itu, tapi waktu itu aku menemui dia di restoran yang di sana. Hah, berapa banyak restoran yang dimiliki laki-laki itu sebenarnya, gumam Adi. Masih dengan rasa herannya Adi melajukan mobilnya masuk ke restoran milik Nathanael itu. Adi keluar dari mobil dan mencari Chris.


Chris melambaikan tangannya saat melihat Adi datang.


" Ada apa Chris ? " Adi mendekati sepupunya itu dan duduk di sebelahnya.


" Kita makan dulu ya kak " Chris melambaikan tangan pada waiters.


Setelah memesan makanan dan menunggu beberapa saat akhirnya keduanya menyantap makanan pesanan mereka. Setelah selesai acara makannya barulah Chris mulai bicara.


" Ini kak " Chris menyodorkan map pada Adi.


" Apa ini " tanya Adi.


Adi membaca lembar kertas dalam map itu matanya membulat tak percaya.


" Jadi paman Dom mempersiapkan sampai sedetail ini " tanya Adi.


Chris mengangguk.


" Ayah menyuruhku mendampingi mu dan sudah 75% . Semua akan sesuai seperti rencana ayahku " sahut Chris.


" Tapi gimana dengan jabatan baru ku di perusahaan. Belum sehari apa aku harus melepasnya " Adi merasa bingung.


" Sementara biar aku yang mewakili dirimu, kakak tetap saja bekerja seperti biasa. Nanti kakak cari alasan yang tepat untuk keluar dari perusahaan itu " saran Chris.


Adi tampak berpikir.


" Tapi aku masih memikirkan satu hal " kata Adi.

__ADS_1


" Apa itu kak " Chris menatap Adi.


Lalu Adi menceritakan semuanya pada Chris. Selesai bercerita Adi merasa bebannya berkurang.


" Biar nanti aku hubungi pengacara ayah saja " kata Chris.


" Aku percayakan padamu Chris. Baiklah aku balik dulu " Adi melihat jam ditangannya.


Adi keluar dari restoran dan melajukan kembali mobilnya menuju perusahaan.


Adi baru saja masuk ke ruangannya dan duduk lalu memulai pekerjaannya. Seseorang mengetuk pintu.


Tok tok tok.


" Masuk " sahut Adi.


Renata sekretaris baru itu berjalan mendekat ke meja asisten presdirnya itu. Wanita cantik itu berdiri di depan meja Adi. Adi menghentikan pekerjaannya dan menatap lurus ke depan di mana sekretaris Ricko berdiri dengan anggunnya. Tampak seksi dengan rambut tergerai indah, matanya yang berbinar ceria dan satu lagi yang menambah kecantikan nya. Lesung pipit di kedua pipinya. Baru kali ini Adi mengamati sekretaris presdir Ricko yang menurutnya cantik seperti ...


Pantas saja si Ricko memilihnya jadi sekretaris selera anak itu lumayan juga, gumam Adi.


" Ada apa " tanya Adi datar.


" Bapak telah ditunggu presdir di ruangannya " sahut Renata sedikit menunduk.


Gadis itu canggung ketika berhadapan dengan Adi karena peristiwa tadi pagi.


" Baik saya akan ke sana sekarang " kata Adi.


Gadis bernama Renata itu mengangguk pelan lalu berbalik keluar ruangan Adi. Adi bangkit menuju ruangan presdir Ricko, teman sekaligus atasannya itu.


**************


Semoga suka dengan ceritanya.


Ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku ...


Beri like, komen dan vote nya agar author tetap semangat berkarya.

__ADS_1


Okey, terimakasih.


__ADS_2