
Adi menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi. Membuat Maria yang duduk di belakang Adi menepuk pundak lelaki berkulit sawo matang itu. Adi menoleh sebentar lalu menurunkan kecepatan motornya. Tidak berapa lama cuaca yang tadinya panas terik berubah menjadi mendung hitam. Dan titik-titik hujan mulai berjatuhan semakin lama semakin deras.
" Kita berteduh di sana saja " tunjuk Maria pada sebuah warung yang sudah tutup.
Motor Adi pun berjalan pelan menuju warung yang ditunjuk Maria. Setelah menepikan motornya keduanya berlari sambil menaruh tas di atas kepala untuk menghindari hujan. Adi dan Maria berdiri bersebelahan menunggu hujan entah kapan akan berhenti. Baju seragam yang dikenakan Adi dan Maria sudah basah.
Adi mengambil ponselnya hendak menghubungi ayahnya.
" Ah, sial baterai nya low bat " gumam Adi.
Adi melirik Maria.
" Ri, pinjam ponselmu dong ponselku habis baterai nya " Adi menadahkan tangan nya.
Gegas Maria mengambil ponselnya dan memberikan pada Adi.
" Mau telpon siapa " tanya Maria.
" Ayah, minta dijemput lihat saja hujan kayak gini kapan berhentinya " sungut Adi.
Maria melihat ke langit yang masih setia mencurahkan butiran air yang tidak sederas tadi. Sementara Adi berusaha menghubungi ayahnya dan juga menghubungi pak Slamet sopir keluarga nya. Tapi sudah beberapa lama panggilan itu tidak tersambung.
" Gimana " tanya Maria
Adi menggeleng pelan lalu mengembalikan ponsel Maria.
Suasana hati Adi yang sedang buruk semakin buruk saja. Sebab hujan bukan nya reda malah kembali deras ditambah adanya petir dan angin kencang. Tubuh Maria bergetar menandakan gadis itu kedinginan.
" Pakai ini Ri " Adi hendak melepas jaket nya.
" Jaketnya basah Di " Adi melhat jaket nya yang telah basah.
" Ya sudah kita deket an saja biar berkurang dinginnya " sahut Adi.
__ADS_1
Tak ada maksud lain hanya sekedar untuk menghilangkan rasa dingin karena hujan yang belum juga reda. Adi merapat ke Maria tanpa disadari keduanya saling berangkulan dan terpejam. Adi hanyut dalam suasana hati gundah membuat nya merasa nyaman didekat Maria. Kegalauan hatinya saat tadi pagi seolah lenyap.
Hingga hujan reda pun Adi masih merangkul Maria.
" Di " panggil Maria pelan.
" Ah ya ada apa " Adi menatap sahabatnya.
Adi belum sepenuhnya sadar kalau dirinya masih merangkul erat Maria.
" Sudah nggak hujan " kata Maria.
" Terus " Adi mengeryit.
" Em ini kau merangkul erat sekali " ucap Maria pelan.
Adi menatap sahabatnya yang terlihat cantik sore ini. Tubuh keduanya tidak berjarak sehingga untuk sesaat Adi lupa kalau di depannya adalah Maria, sahabatnya. Adi tidak melepaskan tatapan nya lalu menyibak helaian rambut yang menutupi wajah sahabatnya. Menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga Maria.
Keduanya seolah hanyut di suasana hujan yang membasahi bumi. Hingga tubuh mereka terasa hangat saat merapat satu sama lain. Adi sedikit menundukkan kepalanya dan perhatian nya tertuju pada benda kenyal yang terbelah di depannya. Adi semakin mendekat dan jarak keduanya tinggal satu centi saja tiba-tiba saja...
Terdengar bunyi klakson mobil membuat keduanya tersadar.
" Maaf Ri " Adi melepas rangkulan tangannya.
Maria tertunduk malu.
" Mau sampai kapan kalian di situ " suara ayah Lukas membuat Adi dan Maria tersentak kaget.
Adi mengusap tengkuknya lalu menarik tangan Maria berjalan masuk ke mobil.
Esuk harinya seperti biasa selesai jam pelajaran Maria dan Daniel menuju kantin. Keduanya berjalan beriringan sampai di kantin Maria dan Daniel langsung memesan makanan. Daniel sedikit heran karena tidak melihat Adi sedari tadi padahal sahabatnya itu masuk sekolah hari ini.
" Ria, kau tahu Adi kemana " tanya Daniel.
__ADS_1
" Em itu nggak tahu " jawab Maria terbata.
Daniel mengeryit heran.
Sampai makanan yang Maria dan Daniel pesan sudah tandas Adi baru muncul mendekati dua sahabatnya itu.
Adi menarik kursi dan duduk agak jauh dari Maria. Adi melirik sebentar ke arah Maria. Demikian juga Maria sedikit tidak nyaman setelah kejadian tak terduga kemarin. Tidak seperti biasanya keduanya tampak canggung saat bertemu. Maria memilih bangkit dan pergi menjauhi dua sahabatnya.
Daniel menatap Adi dan Maria bergantian.
" Ria mau kemana " tanya Daniel.
" Kelas " sahut Maria tanpa menoleh dan berjalan menjauhi sahabatnya.
Kini Daniel menatap tajam pada sahabatnya.
" Kau ada masalah sama Ria " tanya Daniel.
" Tidak " sahut Adi.
" Bener " Adi mengangguk pelan.
Daniel masih tidak percaya dengan jawaban dari Adi. Ada yang aneh dari dua sahabatnya itu tapi apa Daniel pun tak tahu jawabannya. Tentu saja Daniel heran pada dua sahabatnya itu karena terakhir ketemu pas kemarin pulang sekolah. Dua sahabatnya itu baik-baik saja. Tapi tidak hari ini kedua sahabatnya ini seperti saling menghindar satu sama lain.
**********
Maaf baru up lagi hari ini.
Semoga masih setia membaca karya ku ini.
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Mampir di karyaku yang lain yaitu Perjalanan Cinta Nathanael dan SELINGKUH.
__ADS_1
Terimakasih ... ❤️❤️❤️