
Mendengar suami sahabatnya masuk rumah sakit mama Santi dan papa Sam menjenguk ayah Lukas. Kebetulan papa Sam dan mama Santi ada di rumah. Sepasang suami istri yang terlihat romantis ini baru saja pulang dari luar kota.
" Yang sabar ya Rin, Lukas pasti sembuh " mama Santi memberi dukungan pada sahabatnya.
Ibu Rina mengangguk lemah ia menatap sendu tubuh suaminya yang terbaring lemah di ranjang pasien. Ibu Rina sudah pasrah betapa pun ia hanyalah manusia biasa. Meski ia berharap suaminya lekas sembuh dan berkumpul lagi di rumah. Tapi melihat kondisi terakhir suaminya ia merasa sudah kehilangan separo jiwanya. Lihatlah tubuh lemah itu semakin kurus saja sudah berulangkali bolak-balik ke rumah sakit. Membuat siapa pun tak tega melihatnya.
Ayah Lukas membuka matanya perlahan didapatinya papa Sam duduk di samping ranjang pasien.
" Sam " sapa ayah Lukas lirih.
" Iya Luk, maaf baru bisa menjenguk mu hari ini " sahut papa Sam.
Ayah Lukas menggeleng pelan berusaha tersenyum meski rasa sakit di tubuhnya menderanya.
"' Terimakasih sudah datang " jawab ayah Lukas pelan.
Setelah itu ayah Lukas berbicara serius pada papa Sam. Papa Sam mendengarkan setiap kata yang disampaikan oleh ayah Lukas. Sampai satu kalimat yang membuat papa Sam tercekat.
" Sam, hidupku tidak lama lagi rasa sakit ini semakin melemahkan tubuhku. Berjanjilah satu hal bantulah Adi agar bisa sukses seperti dirimu " pinta ayah Lukas.
Papa Sam menepuk punggung tangan ayah Lukas.
__ADS_1
" Jangan berpikir terlalu berat yang penting sekarang kesehatanmu. Cepatlah sembuh atau aku carikan dokter terbaik agar menangani dirimu " saran papa Sam.
Ayah Lukas menggeleng ia tidak mau merepotkan temannya ini.
" Tidak perlu Sam cukup kamu memenuhi keinginanku tadi ' sahut ayah Lukas.
Papa Sam menghela nafasnya sedetik kemudian mengangguk untuk menyenangkan temannya. Di hati kecil papa Sam merasa tidak tega melihat penderitaan temannya. Ia berjanji akan berusaha memenuhi keinginan dari teman baiknya.
" Sekali lagi terimakasih Sam karena kamu sudah begitu banyak membantu keluargaku. Aku berhutang budi padamu " kata ayah Lukas.
" Aku menolong mu tulus dari hatiku. Sudahlah lebih baik kamu istirahat saja " sahut papa Sam.
Ayah Lukas mengangguk lemah tak berapa lama memejamkan matanya. Papa Sam menatap sendu ayah Lukas, beberapa saat sebelum menemui temannya itu papa Sam sudah berbicara pada dokter yang menangani ayah Lukas. Kemungkinan ayah Lukas untuk bertahan hidup kecil sekali. Hanya sebuah keajaiban saja yang bisa menyelamatkannya dari hal lebih buruk. Dokter menyarankan agar keluarga pasrah pada Tuhan pemberi kehidupan.
Selepas ayah Lukas istirahat papa Sam bermaksud hendak berbicara pada sahabat dari istrinya itu. Tiba-tiba saja suara dering ponselnya membuat papa Sam mengalihkan perhatiannya. Papa Sam beranjak keluar ruangan rawat inap ayah Lukas.
Papa Sam menerima telpon dari asistennya. Beberapa saat kemudian papa Sam menutup panggilan telponnya. Papa Sam gegas masuk kembali menemui istrinya dan berpamitan pada ibu Rina. Serta meminta maaf harus buru-buru pergi karena ada masalah di perusahaan cabang miliknya.
Kini tinggal ibu Rina di ruangan itu. Ibu dari Adi itu kelihatan bersedih sepeninggal sahabat dan suami sahabatnya itu. Wanita itu menatap sendu suaminya yang terbaring di ranjang. Sedangkan Adi sepulang dari rumah sakit pagi tadi tidak langsung pulang ke rumah. Lelaki berkulit sawo matang itu mencari keberadaan kekasihnya yang kata temannya sudah pindah kerja.
Berbekal alamat tempat kerja yang diberikan temannya itu Adi pergi ditemani oleh pak Slamet. Adi menyandarkan tubuh lelahnya di kursi penumpang dan berusaha istirahat sebentar untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
__ADS_1
Sampai juga mobil yang ditumpangi Adi di kafe pinggir kota. Tempat kekasihnya Maria bekerja. Mobil berhenti di pelataran kafe. Pak Slamet keluar lebih dulu lalu membukakan pintu buat Adi. Adi keluar dari mobil dan berbicara pada pak Slamet untuk menunggunya sebentar. Sedangkan Adi berjalan memasuki kafe dan bertanya pada pelayan yang kebetulan melangkah mendekat ke arahnya.
Setelah mendapat informasi dari pelayan kafe itu Adi tampak kecewa. Karena usahanya tidak membuahkan hasil. Menurut pelayan kafe yang bernama Nurmala, Maria sudah tidak bekerja di kafe itu sejak dua hari lalu. Adi berucap terimakasih pada Nurmala. Adi berjalan lesu masuk ke mobilnya. Tak berapa lama mobil itu meninggalkan kafe.
Melihat mobil Adi sudah menjauh, Maria menghela nafas lega. Ia keluar dari tempatnya bersembunyi.
" Terimakasih ya Nur " kata Maria pada temannya.
" Kenapa sih kamu pakai sembunyi segala " tanya Nurmala.
Maria menggeleng pelan.
" Tidak apa-apa yang penting sekarang kita kembali bekerja " Maria mengalihkan temannya untuk melayani pembeli yang kebetulan mulai berdatangan di kafe.
Nurmala tidak bertanya lagi dan sibuk melayani pembeli. Maria lega meski dalam hati merasa bersalah pada Adi. Ia terpaksa meminta temannya berbohong saat Adi berada di kafe tadi. Maria sedih tidak bisa bertemu dengan kekasihnya tapi ini keputusan berat yang harus ia ambil.
***********
Up lagi ya.
Sedikit lagi mau end ya...
__ADS_1
Mampir di karyaku yang lain yaitu SELINGKUH dan Pria Patah Hati ( masih perlu revisi ).
Terimakasih ...