Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 78 Ketemu Mantan # 1


__ADS_3

Adi melajukan kembali mobilnya menuju jalan raya. Kali ini ia akan mendatangi kontrakan Daniel. Sebenarnya ia malas ke sana karena nanti akan bertemu dengan sepupunya Daniel. Siapa lagi kalau bukan Nathanael. Terakhir bertemu saat Nathanael menemui istrinya dan sempat memeluk istrinya membuat Adi ingin mendaratkan kepalan tangannya di wajah tampan Nathanael itu.


Mobil berhenti di kontrakan Daniel, Adi memilih menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya di sana. Adi melangkah ke arah kontrakan sahabatnya itu. Sampai di depan pintu kontrakan Daniel.


Tok.


Tok.


Tok.


Adi mengetuk pintu kontrakan sahabatnya itu. Pintu pun terbuka dari dalam dan menampilkan sosok cantik berlesung pipit dengan senyum manis di bibirnya. Hendak menyapa tamu yang datang tapi sedetik kemudian senyum itu memudar berubah menjadi keterkejutan. Demikian juga dengan Adi saat pintu terbuka ia hendak mengomeli sahabatnya itu karena tidak mengangkat telponnya. Dia berdiri mematung melihat sosok cantik berlesung pipit itu. Sosok yang telah lama tidak ia temui kini hadir di depannya.


" Maria " lirih suara Adi hampir tak terdengar. Beberapa saat keduanya berdiri mematung.


" Siapa Ria " sahut suara dari dalam dan mendekati keduanya.


" Em si silakan masuk " sahut Maria terbata.


Maria memundurkan tubuhnya dan menyilakan Adi masuk ke dalam. Adi pun melangkah masuk keduanya tampak canggung. Saat mengetahui yang datang adalah sahabatnya Daniel mencoba bersikap biasa. Dan menyuruh sahabatnya itu duduk. Adi dan Daniel duduk saling berhadapan tidak seperti biasanya mereka duduk seperti itu.


Hening.


Tidak ada yang memulai bersuara di antara keduanya. Sementara Maria masuk ke dalam dan membersihkan bekas makan malamnya dan Daniel.


Adi menatap lekat pada sahabatnya sorot matanya menyiratkan pertanyaan dan meminta penjelasan. Daniel berusaha mencari kata yang tepat untuk memberi penjelasan pada sahabatnya itu.

__ADS_1


' Aku bisa jelaskan nanti sekarang selesaikan dulu urusan kalian yang tertunda " kata Daniel bangkit berdiri.


Daniel melangkah ke dapur dan menghampiri Maria. Lalu Daniel dan Maria keluar beriringan menemui Adi yang duduk di sofa ruang tamu. Daniel menyuruh Maria duduk dan berbicara pada Adi. Sementara dia sendiri keluar rumah untuk memberikan kesempatan keduanya untuk berbincang.


Daniel memilih keluar rumah dan melangkah masuk ke mobilnya. Dia duduk di balik kemudi dan bersandar sambil memejamkan matanya. Meski di antara Adi dan Maria sudah tidak ada hubungan tapi Adi berhak tahu kenapa dulu Maria meninggalkannya. Agar semuanya jelas sehingga ia bisa tenang untuk mengambil keputusan nantinya.


Di sofa ruang tamu Adi dan Maria masih berdiam diri. Berkelana dengan pikiran mereka sendiri. Sesaat kemudian Adi menatap wanita di depannya itu. Wanita yang dulu sempat singgah di hatinya dan memenuhi seluruh ruang di hatinya. Sekilas bayangan masa lalu berputar dibenaknya seperti komidi putar. Sedetik kemudian bayangan itu menghilang terganti dengan wajah cantik berperut buncit memenuhi pikirannya. Menyadarkan pada Adi bahwa wanita berlesung pipit di depannya ini hanyalah masa lalu. Dan sekarang rasa yang dulu sudah hilang tidak ada getaran di hatinya saat bertemu dengannya lagi.


Adi tersenyum menatap Maria yang kini sudah ia anggap sebagai teman sekaligus sahabat sama seperti dulu saat dia, Daniel dan Maria pertama kali mencetuskan untuk menjalin persahabatan. Ya, mereka bertiga dulu memang bersahabat saat mengenyam pendidikan di bangku SMA. Seiiring berjalannya waktu Adi dan Daniel mencintai satu wanita yang sama yakni Maria. Tapi Daniel lebih memilih mengalah demi kelangsungan persahabatannya dengan Adi.


" Maaf " seru Adi dan Maria bersamaan.


Maria menatap lelaki berkulit sawo matang di depannya itu lalu tersenyum.


Panggilan kesayangan dari wanita berlesung pipit di depannya kini telah berubah. Dulu Maria memanggilnya ' Yo ' beberapa waktu telah berlalu saat sekarang panggilan itu kembali ke masa dulu. Saat mereka bertiga masih menjalin persahabatan sebelum ada cinta segitiga diantara mereka.


Sekian detik Adi tersadar dari lamunannya dan tersenyum tipis.


" Maaf kalau dulu aku pernah memintamu untuk menjadi istriku padahal aku sudah menikah " jujur Adi.


" Tidak apa-apa aku sudah melupakannya " kata Maria tersenyum canggung.


Adi terkesiap mendengar jawaban dari Maria.


" Maafkan aku karena tidak memberitahu alasan kenapa dulu aku meninggalkanmu sebulan sebelum pernikahan kita. Mungkin saat ini sudah terlambat tapi aku akan mengatakan sejujurnya padamu...." lalu Maria mulai bercerita.

__ADS_1


Saat Maria terbaring di rumah sakit dan tidak bisa memberitahu Adi dan membuat Adi kebingungan mencarinya dan pada akhirnya menyetujui perjodohan yang disodorkan oleh ibunya.


Adi mendengarkan penjelasan Maria meski itu sudah berlalu dan tidak akan mengubah takdir mereka untuk kembali bersama. Tapi ada kelegaan di hati Maria karena sudah mengungkapkannya. Maria menghela nafas perlahan seolah beban berat dan rasa bersalah yang selama ini hinggap dihatinya sedikit berkurang.


" Sudahlah semua sudah lewat kita mulai dengan hubungan yang baru. Menjalin persahabatan seperti dulu lagi " kata Adi.


Dan keduanya mengaitkan jari kelingking mereka. Sebagai tanda pertemanan untuk sekarang dan seterusnya.


" Aku keluar dulu kasihan Daniel menunggu lama " seru Adi. Maria mengangguk.


Adi bangkit berdiri melangkah menuju pintu dan membukanya. Sebelum melangkah keluar Adi sempat berkata.


" Selamat malam dan jaga kesehatan " kata Adi lalu melangkah pergi.


" Iya. "


Maria masih menatap punggung lelaki berkulit sawo matang itu sampai bayangan itu hilang. Lalu berbalik menutup pintu.


******************


Segitu dulu ya semoga suka dengan ceritaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote nya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2