Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 138 Permintaan Ibu Hamil


__ADS_3

Sore harinya Adi dan Shasha pamit pada papa Sam dan mama Santi. Karena esuk harinya Adi sudah masuk kerja. Mobil Adi lebih dulu pergi meninggalkan kediaman papa Sam. Demikian juga Nathanael berpamitan pada papa Sam dan mama Santi. Tidak ketinggalan Eli ikut serta berpamitan dan berjalan mengikuti kekasihnya.


Kini tinggal Andrew, istrinya dan Delon. Papa Sam tidak mengijinkan Andrew pergi dari rumah. Karena menurut papa Sam lebih baik Andrew dan keluarga kecilnya tinggal bersama papa Sam. Sebelumnya Andrew tinggal di rumah temannya, Nathanael. Lagian di kediaman papa Sam terdapat banyak kamar kosong. Dan sepertinya papa Sam akan mengangkat Andrew sebagai presdir menggantikan papa Sam di perusahaannya. Itu terlihat saat ketiganya papa Sam, Shasha dan Andrew keluar dari ruang kerja papa Sam kemarin.


Waktu terus berputar dan kini kandungan Shasha sudah menginjak usia tujuh bulan. Ibu hamil yang satu ini sedang menunggu kepulangan seseorang. Siapa lagi kalau bukan Adi, suami tercinta.


Sementara di tempat lain di perusahaan Nugroho presdir Adi sedang duduk di kursi kerjanya. Di depan nya berdiri Chris menunggu sepupu sekaligus bosnya bicara. Adi duduk sambil memeriksa berkas di depannya yang tadi dibawa Chris. Adi melepas kacamatanya dan meletakkan berkas yang sudah ia tandatangani. Adi melihat sepupunya lalu memberikan berkas itu pada Chris.


" Kamu saja yang pergi ke Ardian grup " perintah Adi.


" Baik pak " Chris mengangguk.


Sebelum Chris beranjak pergi Adi mengatakan sesuatu.


" Aku langsung pulang jadi tidak usah menungguku " Adi melihat ke pergelangan tangannya.


Chris menatap sejenak sepupunya lalu mengangguk pelan.


Chris berbalik pergi dari ruang presdir. Setelah di luar ruangan sepupunya dan masih berdiri di depan pintu Chris menghela nafasnya. Chris melirik sekilas meja sekretaris lalu berjalan menuju ruangan nya. Kemudian Chris menyiapkan berkas yang akan ia bawa untuk bertemu dengan presdir dari Ardian grup.


Adi bangkit melangkah keluar dari ruangan nya. Adi menghentikan langkahnya di depan meja sekretaris lalu berpesan pada Meira. Setelahnya Adi berjalan menuju lift yang akan mengantar dirinya ke lantai bawah.


Lelaki tampan berkulit sawo matang itu menuju mobilnya. Adi melajukan mobilnya ke jalan raya dengan kecepatan sedang. Meski tidak macet karena sudah lewat jam pulang kantor tapi masih banyak yang berkendara di jalanan sore menjelang malam hari ini. Hingga mobil Adi masuk ke kompleks perumahan elit.


Mas Agus membuka pintu gerbang untuk mobil majikannya masuk. Setelah mobil berhenti di halaman Adi keluar dari mobil berjalan masuk ke rumah. Hal yang pertama kali ingin Adi temui yaitu istrinya. Saat melihat istrinya duduk di ruang keluarga Adi mengeryit heran. Ia mendekati istrinya dan mencium kening istrinya.


" Sayang kenapa duduk di sini hm " Adi ikut duduk di samping istrinya.


" Nunggu mas pulang " sahut Shasha pelan.


Adi tersenyum sambil menyelipkan helaian rambut di belakang telinga istrinya.


" Kemana Zane sayang " Adi melirik ke kamar ibunya pastinya si cantik ada di sana.


" Ada sama ibu " tepat seperti dugaan Adi, Zane bersama ibu Rina.


" Sayang sudah makan " Shasha menggeleng.


" Aku nunggu mas pulang lalu kita beli bakso " Adi menatap istrinya.


" Sayang mau bakso kenapa tidak telpon, biar mas bawain tadi " ibu hamil ini menggeleng lagi.


" Aku maunya beli baksonya sama mas " Adi menghela nafasnya.


" Baiklah mas mandi dulu ya, sayang di sini saja " Adi bangkit berjalan masuk ke kamar.


Setelah membersihkan diri dan berganti baju Adi keluar melihat si cantik Zane yang ada di kamar ibunya. Adi melihat Zane terlelap tidur lalu mencium kening putrinya. Sementara ibunya sedang bersandar di sandaran ranjang dan belum tidur.


" Baru pulang nak " sapa ibunya.


" Ya bu, ibu belum tidur " Adi melihat ibunya kelihatan capai.


" Sebentar lagi " sahut ibunya.


" Bu, lebih baik cari baby sitter buat Zane apalagi sebentar lagi Shasha akan melahirkan dan ibu pasti akan repot " saran Adi.


" Terserah kamu saja nak, ibu nurut saja " jawab ibu Rina.

__ADS_1


" Ya sudah ibu istirahat saja Adi keluar sebentar " Adi hendak berbalik.


" Kamu mau kemana nak " bu Rina sedikit heran dengan anaknya.


Adi mengusap tengkuknya.


" Begini bu, Adi mau nganter Shasha beli bakso " kata Adi lirih.


Ibu Rina tersenyum mungkin saat ini menantunya sedang ngidam.


" Sana lekas pergi sebelum istrimu ngambek " usir ibu Rina.


Adi mengangguk dan beranjak keluar kamar ibunya.


Sepasang suami-istri itu sudah masuk ke mobil. Adi menjalankan mobilnya keluar dari kompleks perumahan elit menuju jalan raya.


" Sayang mau makan bakso di mana ' Adi melirik sekilas istrinya lalu fokus ke jalanan.


" Bakso di jalan yy itu lho mas " beritahu Shasha.


Adi mengangguk pelan lalu melajukan mobilnya menuju tempat yang di maksud istrinya.


Setelah sampai sepasang suami-istri itu masuk ke kedai bakso yang lumayan ramai. Adi menuntun istrinya ke meja kosong yang tidak terlalu jauh dari tempat nya berdiri. Saat hendak duduk bersamaan dengan sepasang kekasih yang hendak duduk di situ juga. Keduanya sama-sama terkejut.


" Shasha "


" Dini "


Shasha mengeryit heran saat melihat sahabatnya pergi dengan seseorang. Apalagi keduanya bergandengan tangan seperti sepasang kekasih. Dan orang di samping sahabatnya itu sangat dikenal oleh Shasha.


Shasha tersenyum simpul membuat sahabatnya menjadi salah tingkah. Lalu Shasha menyuruh sahabatnya untuk bergabung bersamanya.


Kekasih Dini menarik kursi untuk Dini dan dirinya sendiri. Mereka berempat lalu memesan bakso.


" Minumnya apa a " Dini bertanya pada kekasihnya.


" Wah pakai panggil a a segala " Shasha menelisik sahabatnya.


Dini menjadi malu di depan sahabatnya keceplosan memanggil kekasihnya dengan panggilan kesayangan.


" Eh mas maksudnya mau minum apa " ralat Dini.


" Sudah nggak usah malu panggil saja seperti tadi " sahut Shasha ringan.


" Sayang sudahlah jangan bikin keduanya bertambah malu " bisik Adi pelan pada istrinya.


" Iya mas " Shasha mengangguk.


Dini menatap kekasihnya.


" Es teh saja " sahut kekasih Dini.


Sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang ringan. Adi dan kekasih Dini lebih banyak diam. Keduanya hanya menyimak dua sahabat yang sedang ngobrol karena sudah lama tidak bertemu.


Akhirnya pesanan datang mereka menghentikan sementara ngobrol nya. Ibu hamil ini menikmati bakso dengan kuah panasnya yang menggiurkan. Sedang Adi hanya menemani istrinya makan karena ia tidak begitu suka dengan makanan berkuah bening ini.


Di sebelah ibu hamil ini ada Dini dan kekasihnya yang menikmati makanan berkuah bening ini. Keduanya sesekali saling pandang dan melempar senyuman. Selesai makan bakso Adi menatap istrinya yang kembali memesan satu mangkuk bakso lagi. Adi menggeleng pelan melihat tingkah istrinya. Sementara Shasha segera mengambil pesanan nya yang baru datang. Shasha sangat menikmati makanan berkuah bening ini.

__ADS_1


Dini dan kekasihnya telah selesai makan. Dini melihat cara makan sahabatnya sedikit heran. Apa wanita yang sedang hamil bertingkah seperti sahabatnya, gumam Dini.


Shasha selesai makan dan minum es teh yang baru ia pesan. Adi tersenyum sambil menggeleng pelan.


" Sayang apa mau tambah lagi " tanya Adi sambil mengusap keringat di wajah istrinya dengan tissue.


" Mau sih tambah lagi tapi kasihan mas kelamaan nunggu nya " Shasha menyeka peluh di dahinya.


" Tidak apa-apa sayang " Adi kembali mengusap wajah istrinya.


Shasha mengembangkan senyumnya lalu memesan satu mangkuk bakso lagi dan es teh. Dini menatap tak percaya melihat sahabatnya memesan makanan berkuah bening itu lagi.


Dini memilih mengajak kekasihnya pergi dari sana. Kekasih Dini mau membayar makanan yang sudah di makan oleh keduanya tapi dicegah oleh Adi.


" Biar nanti aku yang bayar " kekasih Dini mengangguk ragu.


" Terimakasih pak Adi " sahut kekasih Dini.


" Terimakasih ya Sha kalau begitu kita jalan dulu " pamit Dini.


" Din " Dini menoleh.


" Ada apa " Dini menatap sahabatnya.


" Aku menunggu kabar baik dari kalian " Shasha tersenyum sambil melihat sahabatnya yang kebingungan.


" Gimana a " Dini berbisik pada kekasihnya.


Kekasih Dini berpikir tidak perlu menutupi hubungannya dengan Dini.


" Tunggu saja undangan dari kita. Em pak Adi, Shasha kita jalan dulu sekali lagi terimakasih atas traktiran nya " sahut kekasih Dini.


" Ya lain kali kita yang akan nraktir kalian " lanjut Dini.


Shasha mengiyakan dengan mengangkat jempol tangannya.


" Ayo a " Dini merangkul tangan kekasihnya.


Keduanya berjalan keluar dari kedai bakso menuju mobil Dini yang terparkir di sebelah mobil sahabatnya.


Shasha melanjutkan menyantap bakso pesanan nya. Adi menunggu istrinya selesai menikmati makanan berkuah bening itu. Mangkok ketiga yang berisi bakso pun habis tanpa sisa kemudian Shasha meneguk es teh di depannya.


Adi membayangkan apa ini keinginan anak keduanya yang ada dalam perut istrinya. Atau ibu hamil ini yang doyan dengan makanan berkuah bening itu. Memikirkan hal itu membuat kepala Adi berdenyut. Lebih baik ia memikirkan berkas-berkas yang menghasilkan lembaran kertas merah yang menambah pundi-pundi keuangan nya, pikirnya.


Tapi Adi menikmati semua ini dengan senang hati. Ia berpikir lagi dan lagi akan menuruti keinginan istrinya yang sedang hamil anak kedua nya ini. Ya Adi ingin menebus kesalahannya di masa lalu dan lebih memilih membahagiakan keluarga nya.


Setelah membayar sejumlah uang Adi dan Shasha kembali masuk ke mobil. Adi menjalankan mobilnya pulang ke rumahnya.


*********


Up lagi ...


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya ...


Mampir di karyaku yang lain yaitu Perjalanan Cinta Nathanael.


Terimakasih ...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2