
Adi meregangkan otot tubuhnya yang terasa pegal akibat pekerjaannya. Waktu menunjuk pukul enam sore masih ada berkas yang belum ia periksa. Adi memilih mengakhiri pekerjaan nya. Adi merapikan berkas-berkas dan menumpuknya di meja kerjanya lalu mematikan laptopnya.
Adi bangkit melangkah keluar dari ruangan nya bertepatan dengan Chris yang membuka pintu.
" Chris " Adi melihat sepupunya berdiri di hadapannya.
" Kakak mau pulang " Adi mengangguk.
" Ada apa " Adi balik bertanya.
" Ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada kakak " ucap Chris hati-hati.
Adi mengerutkan dahinya menatap sepupunya lalu duduk di sofa. Chris ikut duduk di sebelah Adi. Chris diam sejenak merangkai kalimat yang hendak dikatakan pada kakaknya.
" Kakak serius mencari sekretaris baru " tanya Chris.
" Iya " jawab singkat Adi.
" Lalu Diana " Chris menatap sepupunya.
" Sudah aku pecat " sahut Adi.
" Tapi kak ... " ucapan Chris berhenti karena Adi menyela.
Adi menyadari Chris akan bertanya tentang Diana dan kenapa ia meminta sekretaris baru menggantikan Diana. Akhirnya Adi menceritakan apa yang terjadi tadi siang pada Chris. Chris pun mengangguk paham tapi Chris keberatan bila kakaknya harus memecat Diana. Karena kinerja Diana sangat bagus dan selama ini banyak klien yang didapatkan. Sehingga membuat perusahaan Nugroho hampir satu tahun ini berkembang pesat. Sangat disayangkan bila kakaknya itu hendak memecat Diana.
" Keputusan ku tetap sama apa ada yang ingin kau tanyakan " Adi bersiap berdiri.
" Bisakah kakak merubah sedikit keputusan kakak " Chris memohon.
Adi menoleh ke arah Chris menatap lekat sepupunya itu.
Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Chris yang Adi tidak ketahui.
" Kakak tidak perlu memecat Diana tapi tempatkan ia di bagian lain karena kita masih memerlukan tenaganya " Chris beralasan.
Adi nampak mencerna perkataan sepupunya itu. Memang benar perusahaannya sedang maju pesat sejak ia menggantikan paman Dom. Dan ia membutuhkan orang-orang seperti Chris dan Diana untuk kemajuan perusahaannya.
" Baiklah tempatkan dia di bagian lain " Chris mengangguk.
" Dan satu hal kalau dia berulah lagi aku tidak segan memecatnya " Adi bangkit keluar ruangan nya.
Chris menatap kepergian sepupunya dengan pandangan yang sulit diartikan. Chris menghela nafas perlahan memijat pelipisnya dengan telunjuknya. Chris memindai beberapa saat yang lalu saat menyeret Diana keluar dari ruangan kakaknya.
Flashback on.
__ADS_1
Chris membawa Diana ke ruangannya saat Adi menyuruh menyeret Diana keluar dari ruangan presdir.
Chris dan Diana saling berhadapan Chris menunggu Diana bicara. Diana memohon pada Chris untuk bicara pada bosnya untuk tidak memecatnya.
" Tolong aku Chris aku tidak mau dipecat " Diana memelas.
Chris menatap lekat pada wanita dihadapannya sambil memikirkan sesuatu.
" Baiklah aku akan membantu mu ... " kata Chris belum selesai bicara.
Wanita dihadapannya sudah menghambur memeluk Chris. Membuat Chris kaget dan jangan ditanya debar jantungnya berdetak lebih cepat. Ada rasa asing yang menelusup di dirinya. Pelukan wanita ini membuat nya nyaman tapi ia secepatnya sadar. Lalu mendorong pelan tubuh Diana membuat wanita itu gugup dan merona.
" Em maaf Chris aku terlalu senang " ucap Diana kikuk.
Saat itu Chris juga gugup tapi ia dapat menguasai dirinya.
" Ekheem ... aku akan bicara pada kakakku tapi ... " ucapan Chris menggantung.
" Tapi apa Chris " Diana memegang tangan Chris.
" Em lepaskan dulu tanganmu " Diana menarik tangannya yang memegang tangan Chris.
Chris menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Diana. Chris duduk di pinggir meja kerjanya.
" Aku akan bantu bicara pada kakakku dan kau harus janji mau menuruti semua perintah ku " ucap Chris menatap tajam Diana.
" Gimana " tanya Chris.
" I iya aku setuju " jawab Diana.
" Setuju apa " tanya Chris.
" Em itu menuruti semua perintah mu " jawab Diana pelan.
" Bagus. Sekarang tunggu di sini aku akan ke ruangan presdir " Chris bangkit meninggalkan Diana sendirian di ruangan nya.
Flashback of.
Chris melangkah keluar dari ruangan presdir menuju ruangan nya. Di sana diana berharap cemas pada Chris. Karena sudah lama Chris berada di ruangan presdir tapi sampai sekarang belum kembali. Saat pintu berderit menampilkan sosok yang ditunggu Diana menghampiri Chris.
" Gimana Chris " tanya Diana.
" Kenapa mesti buru-buru " Chris duduk di sofa melirik Diana yang masih berdiri.
Chris melihat jam di ponselnya lalu menatap Diana.
__ADS_1
" Temani aku makan malam " Chris bangkit menuju meja kerjanya.
Chris merapikan berkasnya lalu memasukkan ke tas kerjanya. Chris keluar diikuti Diana menuju lift.
Keduanya kini sudah di mobil Chris melajukan mobilnya keluar dari perusahaan Nugroho. Chris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ke suatu tempat.
" Kenapa kita ke sini " tanya diana.
Diana melihat Chris melajukan mobilnya bukan ke kafe atau restoran melainkan ke taman kota.
" Kenapa kau tidak suka " Chris meminggirkan mobilnya.
" B bukan maksudku kita makan malam di mana " Diana berkata pelan.
" Em sebentar kita jalan dulu " Chris keluar lalu berjalan-jalan menikmati udara sore menjelang malam hari.
Diana keluar dari mobil segera menyusul lelaki itu. Aneh, gumam Diana kalau cari makan ya di kafe atau restoran. Kenapa malah ke sini terus mau makan apa di sini. Diana tetap berjalan mengikuti kemana Chris melangkah.
Sampailah di tempat yang banyak menjual berbagai macam makanan di sana. Chris duduk di tikar menunggu Diana.
" Kenapa lama sekali " gerutu Chris.
Diana diam lalu mengikuti duduk di sebelah Chris. Kemudian Chris memesan makanan setelah makanan datang Chris menyantap makanan. Diana melirik Chris yang makan sangat lahap sepertinya makanan ini enak. Diana mencicipi sedikit ternyata enak lalu Diana makan sampai tak tersisa. Chris tersenyum tipis melihat cara Diana makan. Selesai makan Chris membayar makanan lalu bangkit melangkah keluar diikuti Diana.
Diana mengikuti langkah lelaki itu yang berdiri di pinggir jalan. Apalagi yang laki-laki itu lakukan, gumam Diana.
Hah, nggak salah apa yang aku lihat Diana nampak terkejut dengan yang baru saja ia lihat. Laki-laki itu naik sepeda wisata dan melambaikan tangannya ke arah dirinya. Mau tidak mau Diana mendekat dan duduk di sebelah Chris.
Keduanya berkeliling mengayuh sepeda sampai kelelahan. Sesekali diselingi tawa keduanya. Selesai bersepeda Chris kembali ke mobilnya bersama Diana.
" Aku tidak menyangka pergi denganmu itu menyenangkan " Diana mengusap keringat yang menempel di dahinya.
Chris tersenyum tipis lalu menyalakan mesin mobilnya. Chris kembali menjalankan mobilnya mengantar Diana ke kontrakan wanita itu. Mobil berhenti di depan kontrakan Diana.
" Besuk datanglah ke ruangan ku " Chris berkata saat wanita itu hendak keluar dari mobilnya.
" Baiklah " jawab Diana.
Chris melajukan mobilnya pulang ke rumah sepupunya.
************
Semoga suka dengan ceritanya em author mau sedikit cerita tentang Chris ya...
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya
__ADS_1
Terimakasih.