
Pagi hari Adi telah rapi lalu mengajak istrinya keluar menuju meja makan. Shasha menggendong baby Zaneta yang telah bersih dan wangi khas bayi juga sudah minum sufor. Shasha berjalan berdampingan dengan suaminya ke meja makan. Di sana sudah ada ibu Rina dan Chris yang menunggu sepasang suami istri itu keluar dari kamarnya. Bu Rina dan Chris hampir menyelesaikan sarapannya ketika sepasang suami-istri itu datang dan duduk. Setelah sampai di meja makan, Shasha memberikan baby Zaneta pada mbak Tari. Shasha mengambilkan makanan untuk suaminya lalu untuk dirinya sendiri.
Selesai sarapan Adi pamit pada ibunya, demikian juga dengan Chris. Adi masuk ke kamar ibunya mendekat ke box bayi. Mengambil baby Zaneta, mencium nya sebentar lalu keluar menemui istrinya. Shasha mengantar suaminya sampai depan rumah. Mencium kening istrinya dan pamit untuk berangkat ke kantor. Shasha sempat bertanya pada suaminya.
" Apa mas akan pulang malam lagi " Shasha menatap suaminya.
" Mungkin iya, tidak usah menunggu kalau mengantuk tidur saja " Adi mencium kening istrinya sekali lagi.
Adi menuju mobilnya di sana sudah ada Chris dibalik kemudi. Mobil melaju keluar dari komplek perumahan elite. Chris fokus dengan jalanan di depannya.
" Aku akan membeli mobil untukmu " kata Adi tiba-tiba.
" Sementara ini tidak perlu kak " jawab Chris.
" Kenapa, itu akan memudahkan kamu pergi kemana saja. Ke depannya nanti kau akan tambah sibuk " sahut Adi.
" Nanti aku akan menguras kantong mu " Chris tergelak.
" Tidak apa-apa " Adi berkata tulus.
" Tidak kak, terimakasih. Mobilku sudah dikirim siang nanti sudah datang " sahut Chris melirik Adi.
Adi tidak memaksa sepupunya ia melihat sepupunya itu sekilas lalu beralih ke depan. Sampai di depan pintu gerbang perusahaan Nusa grup, Chris turun lalu menunggu seseorang menjemputnya. Adi beralih ke kemudi melaju pelan menuju tempat parkir khusus dan memarkirkan mobilnya.
Setelah lima belas menit mobil yang menjemput Chris datang.
" Gimana Will ' tanya Chris.
" Sebelum makan siang pak " jawab Will.
" Baguslah " Chris masuk ke mobil dan duduk di sebelah kemudi.
Mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan yang nantinya dipimpin oleh Adi.
Sementara di perusahaan Nusa grup, Adi masuk ke ruangannya. Memulai pekerjaannya sebagai asisten Ricko.
Ruangan presdir.
Sekretaris Renata masuk ke ruangan presdir Ricko setelah sebelumnya mengetuk pintu. Sekretaris cantik itu memberikan berkas-berkas yang diminta presdir Ricko. Lalu membacakan jadwal presdir Ricko hari ini hanya ada satu meeting dengan perusahaan Danu grup yang kemarin sempat tertunda.
Setelah selesai Renata pamit undur diri ketika hendak berbalik sebuah suara menghentikan nya. Siapa lagi kalau bukan presdir Ricko.
" Bapak memerlukan sesuatu " Renata menatap sekilas atasannya itu.
__ADS_1
" Panggil pak Adi ke ruangan saya " Ricko berkata sambil memeriksa berkas.
" Baik pak " sekretaris cantik itu keluar dari ruangan presdir Ricko menuju ruangan Adi.
Sampai di depan pintu ruangan Adi, Renata mengatur nafasnya. Sekretaris cantik itu masih teringat saat pertama bertemu dengan Adi. Setelah tenang barulah Renata mengetuk pintu ada sahutan dari dalam. Renata masuk sambil sedikit menundukkan kepalanya, ia sedikit malu karena peristiwa kemarin.
Adi memeriksa berkas di tangannya sambil menunggu Renata. Setelah beberapa saat tidak ada suara Adi mendongak ke arah Renata.
" Ada apa " Adi melihat sekretaris cantik itu gugup.
" Pak presdir memanggil anda " Renata sekilas melihat Adi lalu menunduk.
" Baiklah, saya ke sana sekarang " Adi menutup berkas lalu berjalan keluar ruangan.
Renata mengikuti dari belakang keluar ruangan menuju mejanya.
Adi tanpa mengetuk pintu langsung masuk ke ruangan presdir.
" Bapak memanggil saya " Ricko menoleh ke arah Adi.
Ricko meletakkan berkas yang baru diperiksanya lalu menyuruh Adi duduk.
" Kau saja yang bertemu om Danu " kata Ricko.
" Aku malas bertemu om Danu dan anaknya " Ricko menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.
" Nggak nyesel nih " Adi berharap Ricko berubah pikiran.
" Nggaklah, aku ada janji dengan seseorang siang ini " Ricko beralih ke berkas di mejanya.
" Okey, jam berapa? " sahut Adi akhirnya.
" Jam sebelas " jawab Ricko singkat.
Adi bangkit dari duduknya hendak berjalan keluar dari ruangan Ricko, bosnya itu bicara lagi.
" Nanti kamu ditemani Renata " Adi menoleh ke Ricko.
" Kenapa ada masalah " Ricko mengerutkan dahinya.
" Nggak nggak ada " Adi melangkah keluar dari ruangan presdir Ricko.
Adi kembali ke ruangannya dan meneruskan pekerjaannya yang tertunda.
__ADS_1
Waktu menunjuk jam setengah sebelas siang Adi bersiap untuk menemui pemimpin perusahaan Danu grup ditemani sekretaris Renata.
Adi memasuki mobilnya dan duduk dibalik kemudi sementara sekretaris Renata duduk di kursi penumpang.
Mobil melaju ke restoran telah dipesan sebelumnya. Di sana sudah ada pak Danu dan seorang wanita cantik masih muda. Adi dan Renata mendekati pak Danu dan wanita cantik itu. Adi menjabat tangan pak Danu dan meminta maaf karena presdir Ricko berhalangan hadir. Lelaki paruh baya itu tampak tenang tidak menunjukkan ekspresi apapun. Sementara wanita di sebelah pak Danu tampak kecewa karena yang ditunggu tidak datang.
Pak Danu mengenalkan wanita di sebelahnya.
" Kenalkan ini anak saya, Cecilia " kata pak Danu.
Wanita itu tersenyum dan menjabat tangan Adi beralih ke Renata.
" Cecilia " sapa wanita itu.
" Adi. "
" Renata."
Setelah acara perkenalan selesai mereka melanjutkan dengan pembahasan kerjasama di antara kedua perusahaan. Kesepakatan akhir pun tercapai meski tujuan awalnya pak Danu bertemu adalah ingin mengenalkan anaknya pada Ricko. Tapi tidak masalah kalau Ricko tidak datang dan mengutus Adi yang mewakili Ricko. Kemudian dilanjutkan makan siang bersama, selesai acara makan siang pak Danu pamit duluan karena masih ada urusan.
Adi dan Renata menjabat tangan pak Danu juga Cecilia. Pak Danu tersenyum ramah pada Adi dan Renata lalu beranjak dari restoran diikuti Cecilia di belakangnya.
Adi melihat mobil pak Danu berjalan menjauhi restoran. Wah, gila si Ricko wanita secantik Cecilia ditolak mau cari yang kayak apa sih dia, gumam Adi. Adi masih termenung dengan lamunannya sampai sebuah suara menyadarkannya.
" Pak bapak kenapa " Renata menepuk lengan Adi.
" Eh, nggak pa pa " Adi menoleh ke arah sekretaris Ricko dan tersenyum.
Renata yang baru pertama kali melihat senyum asisten Ricko menjadi salah tingkah. Uh, manisnya senyuman itu membuat jantung Renata berdetak lebih cepat dari biasanya. Renata terpana dengan senyum manis asisten Ricko yang baru dilihatnya beberapa detik lalu. Oh apakah ini aku mulai suka padanya ah tidak tidak ini tidak boleh terjadi. Renata merutuki kebodohannya mengagumi lelaki di sampingnya.
" Ren ..." panggil Adi.
" Eh iya pak " Renata tersenyum canggung.
" Ayo ... " Adi bangkit melangkah ke mobil.
" Baik pak " Renata mengangguk pelan.
Setelah menyelesaikan pembayaran Renata menyusul Adi ke mobil dan duduk di kursi penumpang. Adi melajukan mobilnya menuju perusahaan Nusa grup. Renata yang duduk di belakang sesekali melirik ke arah Adi. Adi yang tidak menyadari tetap fokus dengan jalanan di depannya.
******************
🙏🙏🙏 kalau up nya lama sedang sibuk di dunia nyata. Semoga tidak bosan ya....
__ADS_1
Terimakasih.