Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 28 Cemburu?


__ADS_3

Malam hari setelah dari rumah Kinanti, Adi pulang ke rumah. Adi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalan raya. Jalanan masih ramai dengan kendaraan yang berlalu-lalang karena ini sabtu malam.


Beberapa menit kemudian sampailah Adi di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, Adi masuk ke rumah suasana rumah masih sepi itu tandanya istrinya belum pulang. Lalu Adi masuk ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi tubuhnya terlihat segar. Dengan berbalut baju tidur di badannya Adi tampak ganteng di umur tiga puluhan tahun.


Lelaki matang umur tiga puluh tahun itu melangkah keluar kamar. Menuju dapur hendak mengambil makanan yang belum sempat ia makan yang ia masukkan ke lemari pendingin. Ketika hendak membuka lemari pendingin terdengar dari depan rumahnya deru suara mobil.


Suara mobil itu berhenti tepat di depan rumahnya. Adi melangkah ke arah pintu hendak membukanya tapi ia ragu-ragu. Ia melihat ke jendela kaca rumahnya.


Seorang laki-laki turun membukakan pintu mobil untuk istrinya. Sesaat berbincang saling melempar tawa membuat darahnya mendidih sampai ke kepala.


Tangannya terkepal siap menghantam sesuatu. Seperti ada yang mengoyak hatinya ketika melihat keakraban istrinya dengan lelaki itu meski cuma beberapa menit saja. Marah! Jelas terlihat di raut wajahnya. Cemburu kah? Oh tidak tidak apa ini perasaan apa yang menerpa dirinya saat ini. Sepertinya ia tak rela melihat ada laki-laki lain dekat dengan istrinya.


Apalagi laki- laki itu sepertinya Adi pernah melihatnya tapi di mana ya...Pikirannya mencoba mengingat lelaki yang mengantar istrinya itu.


Adi hendak membalikkan badan ketika pintu rumahnya dibuka dari luar. Sosok istrinya muncul dari balik pintu. Dengan muka masam Adi berlalu meninggalkan Shasha menuju dapur.


Mengambil sebotol air mineral lalu meneguknya untuk mendinginkan hati dan pikirannya yang dipenuhi kobaran api. Setelah reda marahnya Adi masih tetap kesal dengan istrinya. Diambilnya ponselnya sambil menarik kursi lalu mendudukinya. Adi asyik berselancar dengan ponselnya. Tak dihiraukannya istrinya yang mendekat ke arahnya.


Shasha melangkah ke dapur dan menyapa suaminya tapi Adi diam saja. Shasha menatap sekilas lalu menuju wastafel mencuci tangannya sebentar.


Shasha membuka lemari pendingin dilihatnya makanan yang tadi pagi ia masak masih utuh. Lalu ia berpikir untuk membuat nasi goreng saja. Beberapa menit berkutat di dapur akhirnya dua piring nasi goreng sudah jadi dan siap disantap.


Shasha menaruh dua piring nasi goreng di meja. Dilihatnya Adi suaminya sedang sibuk dengan ponselnya.


" Mas..." kata Shasha sambil duduk di sebelah suaminya.

__ADS_1


Adi hanya melirik lalu kembali dengan ponselnya.


" Siapa dia ? ' tanya Adi masih sibuk dengan ponselnya.


Ia mencoba meredam gemuruh di dadanya.


" Dia siapa ? " tanya Shasha tak mengerti.


Shasha menatap heran pada suaminya. Adi meletakkan ponselnya dan melihat Shasha.


" Siapa yang mengantarmu pulang" kata Adi pelan memandang ke arah lain.


Adi tak ingin istrinya melihat kemarahannya.


" Oh itu Nathanael " sahut Shasha sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


" Tidak apa-apa " sahut Adi beralih ke sepiring nasi goreng di depannya.


Lalu menyantapnya hingga habis tanpa sisa. Kemudian mengambil minum di gelas yang diberikan Shasha padanya. Tanpa bicara.


Selesai makan Adi bangkit berdiri masuk ke kamar. Sementara Shasha mencuci piring dan gelas kotor dan menaruh ke rak piring. Lalu menyusul suaminya ke kamar Shasha melihat sekilas suaminya duduk bersandar pada kepala ranjang. Shasha menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Shasha keluar dari kamar mandi dengan berbalut baju tidur lalu melangkah mendekati ranjang. Merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya. Shasha memiringkan badannya menghadap suaminya.


" Mas " panggil Shasha.


Adi meletakkan ponselnya kemudian melihat ke arah istrinya.

__ADS_1


" Kenapa mas diam mas marah " tanya Shasha.


Adi menggeser tubuhnya sejajar dengan istrinya. Memindai wajah cantik istrinya mengusap lembut pucuk rambut istrinya.


" Aku tidak marah hanya tidak suka melihatmu bersama laki-laki lain " jawab Adi pelan.


" Maaf " kata Shasha.


" Besuk bangunkan aku kalau mau berangkat " kata Adi.


" Kenapa mesti bangunin mas " tanya Shasha.


" Aku mau mengantar istriku kerja " jawab Adi.


" Benarkah " Shasha tak percaya.


Adi mengangguk membuat Shasha tersenyum senang. Shasha memeluk suaminya dan Adi ikut memeluk tubuh mungil istrinya. Shasha menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya perlahan mulai memejamkan matanya.


Adi belum benar-benar tidur ia hanya memejamkan matanya. Menahan kekesalan hatinya karena istrinya pulang diantar laki-laki itu. Laki-laki yang menjadi saingannya dulu dan laki-laki itu kini datang lagi mengantar istrinya pulang. Cemburu ! Hah itu tidak mungkin aku hanya tidak suka melihat Shasha dekat dengan dia, gumam Adi dalam hati.


Meski belum ada cinta di hati Adi untuk istrinya tapi di hati kecilnya ia tak rela melihat istrinya berduaan, apalagi tertawa bersama laki-laki lain. Terlebih laki-laki itu adalah Nathanael.


Karena Nathanael dari dulu menyukai istrinya meski tidak terang-terangan tapi dapat dilihat dari tatapan matanya yang memuja ketika melihat Shasha.


Adi mengeratkan pelukannya lalu mencium kening istrinya. Dan perlahan Adi memejamkan matanya. Tidur.

__ADS_1


*****************


__ADS_2