Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 131 Adik Untuk Zane # 1


__ADS_3

Sampai di rumah sepasang suami-istri itu langsung masuk ke kamar. Setelah membersihkan diri masing-masing Adi dan Shasha naik ke ranjang.


" Sayang, mas panggilkan dokter ya " Adi melihat wajah istrinya masih pucat.


Adi berpikir untuk memanggil dokter agar istrinya diperiksa. Dan mengetahui apa penyebab sakit nya Shasha.


" Tidak mas aku tidak mau ini hanya kelelahan saja. Buat tidur sebentar besuk juga baikan " tolak Shasha.


" Baiklah besuk kalau masih sakit kita ke rumah sakit ya " Shasha mengangguk.


" Ya sudah sini mas peluk " Adi meraih pinggang istrinya lalu merentangkan tangannya untuk sandaran kepala Shasha.


Shasha menyandarkan kepalanya ke tangan suaminya. Adi merangkul pinggang istrinya membuat Shasha merasa nyaman dalam dekapan suaminya. Perlahan Shasha memejamkan matanya dan terbuai mimpi.


Adi yang melihat istrinya telah tidur lalu mengecup kening istrinya dan membelai lembut anak rambut istrinya.


" Maafkan mas ya sayang belum bisa menjadi suami yang baik. Tapi mas janji akan membahagiakan kalian " Adi mengecup sekilas bibir tipis istrinya ******* nya sebentar lalu melepaskan tautan bibirnya.


Adi ikut memejamkan matanya dan tidur. Adi tidur sambil memeluk istrinya keduanya terlelap menikmati mimpi indahnya.


Pagi harinya Adi terbangun mendapati ranjangnya kosong tidak ada istrinya yang tidur di sebelah nya. Seketika Adi membuka matanya lebar-lebar dan melihat ke sekeliling. Pandangannya tertuju pada suara yang berasal dari balik kamar mandi. Adi bergegas mendekati arah asal suara. Sampai di depan pintu kamar mandi Adi melihat istrinya sedang mengeluarkan isi dalam perutnya.


" Sayang kenapa " Adi cepat menghampiri istrinya dan memijat tengkuk istrinya.


Setelah mengeluarkan semua muntahan nya Shasha membasuh mulutnya. Kemudian mencuci mukanya agar sedikit segar. Shasha tampak lemas sekali lalu Adi membopong tubuh istrinya keluar dari kamar mandi. Dan membaringkan tubuh istrinya ke ranjang. Adi tampak gusar karena istrinya tidak menuruti perkataannya semalam.


Adi segera menelpon dokter keluarga selesai berbicara di telepon Adi melihat wajah istrinya yang pucat. Shasha terbaring lemah sedangkan Adi duduk di tepi ranjang memegang tangan istrinya. Satu tangannya memegang kening Shasha. Tidak panas, gumam Adi.


Beberapa saat kemudian pintu kamar diketuk dari luar. Terdengar suara mas Agus memanggil Adi.


" Den Adi ada dokter Laras " suara mas Agus memberitahu.


Adi menoleh ke arah pintu.


" Suruh masuk mas Agus " sahut Adi.


Setelah diijinkan mas Agus membuka pintu dan menyilakan masuk dokter Laras. Mas Agus keluar hendak kembali ke pos nya tapi berhenti saat ibu Rina memangilnya.


" Ada apa Gus " tanya bu Rina.


" Ini bu saya mengantar dokter Laras " jawab mas Agus.


" Siapa yang sakit " tanya bu Rina lagi.


" Sepertinya non Shasha, bu " jawab mas Agus.


" Ya sudah sana kembali ke depan " perintah bu Rina.


" Baik bu " mas Agus undur diri dan kembali ke depan menuju pos jaga.


Bu Rina tampak tersenyum bahagia tidak ada sedikitpun rasa khawatir di hatinya. Ibu dari Adi ini menyakini bahwa menantunya sedang hamil. Lalu berbalik menuju ruang keluarga menunggu mbak Tari yang sedang memandikan Zane.

__ADS_1


Saat dokter Laras datang Adi segera menyambut dokter keluarga itu. Setelah berbincang sebentar Adi menyilakan dokter cantik yang merupakan teman semasa SMA nya itu memeriksa istrinya.


Dokter Laras mulai memeriksa Shasha. Lalu dokter Laras bertanya pada Adi.


" Kapan terakhir menstruasi " tanya dokter cantik itu.


Adi mengeryit heran ia tidak memperhatikan kapan istrinya itu terakhir menstruasi. Adi berdiri di sisi ranjang yang lain dan menunggu istrinya membuka matanya.


Beberapa saat Shasha bangun mendapati suaminya berada di dekatnya dan seorang wanita cantik berpakaian khas dokter berdiri di sisi yang lain.


" Sayang, kenalkan ini dokter Laras dokter keluarga kita dan Laras ini istriku Shasha " Adi mengenalkan dokter Laras pada istrinya.


Dokter Laras tersenyum pada istri Adi.


" Apa yang dirasakan bu Shasha " tanya dokter Laras.


" Pusing dan mual " jawab lemah Shasha.


" Menstruasi terakhir " tanya dokter cantik itu lagi.


" Sebulan yang lalu dok " Shasha berusaha tersenyum.


Dokter Laras tersenyum lalu menatap lelaki di samping Shasha.


" Kemungkinan istrimu hamil lebih pastinya periksa ke rumah sakit di sana lebih tahu berapa usia kehamilan nya " dokter Laras menulis resep dan memberikan pada Adi.


" Hamil " Adi terkejut bercampur gembira.


Senyum tersungging di bibir Adi lalu memeluk Shasha di depan dokter Laras.


Shasha tampak ikut tersenyum dan dokter Laras sedikit terkejut mendengar bahwa ini adalah kehamilan yang kedua wanita itu. Dokter Laras sedikit iri melihat kebahagiaan yang terpancar pada teman semasa SMA nya itu.


Sekian tahun ia menikah dan berharap dikaruniai seorang anak. Tapi sampai saat ini Tuhan belum memberi kepercayaan pada dirinya dan suaminya untuk mendapatkan momongan. Meski dia dan suaminya sama-sama berprofesi sebagai dokter.


Dokter Laras memberi ucapan selamat pada Adi dan Shasha setelah itu dokter Laras berpamitan pulang.


Selepas mengantar dokter Laras ke depan Adi kembali ke kamar. Adi duduk di pinggir ranjang dan melihat istrinya sudah duduk bersandar pada sandaran ranjang.


" Mas ambilkan minuman hangat dulu ya " Shasha menggeleng.


" Tidak usah mas di sini saja " Adi mengurungkan niatnya untuk keluar kamar.


" Ya sudah mas tunggu di sini nanti siang kita ke rumah sakit " Adi menggenggam tangan istrinya.


Shasha mengangguk setuju. Setelah menunggu istrinya beberapa saat Adi berbicara pada Shasha.


" Mas mandi dulu sayang " Adi bangkit lalu mencium kening istrinya.


Setelah itu Adi bergegas ke kamar mandi. Selesai dengan ritual mandinya Adi keluar dari kamar mandi. Mendapati istrinya bersandar sambil memejamkan matanya. Adi membenarkan letak tidur istrinya lalu bergegas keluar kamar menuju ruang makan.


Di ruang makan Chris selesai sarapan dan hendak berangkat ke kantor. Chris bertanya pada sepupunya.

__ADS_1


" Kakak tidak ke kantor " tanya Chris.


Adi menarik kursi lalu duduk Adi menatap Chris dan mengatakan pada sepupunya bahwa hari ini ia akan mengantar Shasha ke rumah sakit. Jadi Adi menyuruh Chris untuk menggantikan dirinya menemui klien. Chris mengangguk dan tidak bertanya lagi.


Chris berpamitan pada bu Rina dan sepupunya lalu beranjak ke depan lalu masuk ke mobilnya. Chris melajukan mobilnya menuju perusahaan Nugroho.


Di meja makan tinggal bu Rina dan Adi. Bu Rina telah selesai sarapan dan menyuruh Adi sarapan.


" Makan dulu, nak " kata bu Rina.


" Nanti saja bu " jawab Adi. " Bu, mana Zane " Adi melihat hanya ibunya saja dan dirinya di ruang makan.


" Sama mbak Tari emang kenapa " bu Rina menatap anaknya.


" Ah, tidak apa-apa hanya ingin minta dibuatkan bubur untuk Shasha " kata Adi pelan.


" Sudah biar ibu yang buatkan tunggu sebentar " ibu Rina bangkit menuju dapur.


Tidak lama semangkuk bubur telah matang. Lalu Adi membawa nampan yang berisi bubur hangat dan segelas minuman jahe ke kamar. Adi mengusap lembut tangan istrinya, Shasha menggerakkan tubuhnya dan perlahan membuka matanya.


" Sayang makan dulu ya " Adi mengambil mangkuk berisi bubur.


Shasha melihat bubur di tangan Adi lalu menatap suaminya.


" Tidak mas " Shasha menutup mulutnya.


" Sayang makanlah sedikit kasihan yang di dalam perut ini juga butuh makan " bujuk Adi.


" Tapi mas " Shasha hendak menolak tapi tak enak hati.


" Ayo sayang sedikit saja " paksa Adi.


Shasha mengalah lalu menerima suapan suaminya. Tiga sendok makan bubur masuk ke mulut Shasha lalu turun ke perut. Suapan ke empat Shasha menggeleng pelan. Adi meletakkan bubur di meja lalu mengambil minuman jahe dan diberikan pada istrinya.


Belum sempat Adi memberikan segelas air jahe pada Shasha, istrinya itu menutup mulutnya dan secepatnya menuju kamar mandi dan mengeluarkan bubur yang tadi masuk ke perutnya. Adi bergegas menyusul istrinya ke kamar mandi sambil berteriak panik.


" Sayang kenapa lagi " Adi panik karena baru pertama kalinya melihat istrinya yang muntah dan tampak lemas.


Adi merasa bersalah karena dulu sewaktu hamil Zane dia tidak melihat istrinya seperti ini. Adi semakin bersalah ketika saat itu di awal kehamilan istrinya ia tidak ada di sampingnya. Sayang maafkan mas ya yang mengabaikan dirimu waktu itu, gumam Adi menyesal.


Setelah memijat tengkuk Shasha dan istrinya itu selesai mengeluarkan isi dalam perutnya. Shasha langsung lemas lalu Adi membopong untuk kedua kalinya tubuh istrinya ke ranjang. Adi mencium kening, pipi dan seluruh wajah istrinya.


" Sayang bangun sayang kenapa " Adi panik sehingga tidak bisa berpikir jernih.


Setelah menunggu beberapa saat lamanya istrinya membuka matanya. Adi menangis haru dan kembali mencium wajah istrinya.


*************


Up lagi ...


Author sedang liburan jadi tidak bisa up. Maaf ya ...🙏🙏

__ADS_1


Semoga suka dengan ceritanya jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya...


Terimakasih...♥️♥️♥️


__ADS_2