
Lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu menoleh ke arah istrinya lalu menatap putri satu-satunya. Setelah itu papa Sam mengucapkan terimakasih atas kedatangan anggota keluarga yang sudah hadir. Papa Sam tersenyum memandang Shasha lalu beralih ke Andrew yang menjadi tamu spesial malam ini.
" Dan ada yang lebih spesial dari kedatangan Andrew malam ini yaitu ... " papa Sam berhenti sejenak.
Ucapan papa Sam membuat mereka menjadi penasaran. Hanya mama Santi, Andrew dan istrinya yang terlihat tenang. Shasha yang duduk di sebelah Adi pun dibuat heran dengan sikap mamanya yang biasa saja. Shasha melirik Andrew, sepupunya itu hanya tersenyum simpul. Membuat Shasha jengah dan Andrew yang melihat hanya terkekeh kecil. Sedangkan Adi diam meski di dalam hatinya bertanya siapa yang menjadi tamu istimewa malam ini. Begitu pentingkah sehingga membuat semua anggota keluarga menunggu kehadiran orang itu. Shasha dan Adi lalu melihat ke arah papa Sam mendengarkan apa yang hendak papanya sampaikan.
Semua pasang mata pandangannya tertuju pada lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu. Siapa tamu yang sangat spesial malam ini sehingga pengusaha sukses seperti papa Sam membuat acara makan malam bersama. Setelah beberapa saat papa Sam bersuara dan mengenalkan tamu istimewa itu.
" Kita sambut calon anggota baru di keluarga kita ini " kata papa Sam mengarahkan pandangannya ke depan.
Seorang lelaki tampan bermata sipit tinggi 170 cm itu membuka pintu mobil berbarengan dengan seseorang dari pintu yang lain juga membuka pintu mobil. Perlahan keduanya keluar dari mobil dan berjalan beriringan masuk ke dalam kafe menuju ke tempat papa Sam berdiri. Si wanita merangkul lengan lelaki tampan itu ketika sampai di meja Daniel keduanya berhenti. Si lelaki itu lalu menyalami Daniel.
" Sepupu akhirnya kau datang juga " kata lelaki itu.
" Tentu saja aku datang di acara yang penting ini " sahut Daniel.
" Aku ke sana dulu " Daniel mengangguk.
Keduanya sudah berdiri di depan papa Sam dan mama Santi lalu memberi salam pada lelaki paruh baya itu dan mama Santi. Papa Sam merangkul keduanya lalu menepuk bahu si lelaki tampan itu.
" Selamat datang calon anggota baru di keluarga kami tuan muda Xander " sapa papa Sam.
" Aku bukan tuan muda lagi paman panggil Nathanael saja " sahut lelaki tampan itu merendah.
Ya ternyata tamu istimewa yang di maksud papa Sam itu adalah Nathanael. Dan wanita di sebelah nya adalah Eli, adik Andrew.
Semua yang hadir tidak menyangka kalau yang menjadi tamu istimewa malam ini tidak hanya Andrew melainkan Nathanael.
Dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa papa Sam menyebut Nathanael calon anggota baru di keluarga papa Sam. Shasha masih terkejut dengan apa yang dikatakan oleh papanya. Terlebih Adi tidak menyangka lelaki yang menjadi saingannya di masa lalu itu calon anggota baru di keluarga mertuanya.
Setelah berbincang dengan Nathanael, papa Sam menyilakan tamu yang hadir untuk menikmati hidangan makan malam.
Sementara Adi merangkul pinggang Shasha setengah berbisik ia bertanya pada istrinya.
" Sayang apa Eli dan lelaki itu sepasang kekasih karena mas lihat beberapa waktu lalu menjenguk mu di rumah sakit " kata Adi.
" Maksud mas ... " tanya Shasha.
__ADS_1
" Waktu sayang melahirkan Zane " kata Adi.
" Mas tahu kan gimana Eli, dulu aku suruh tinggal di rumah papa saja tidak mau. Jadi aku juga tidak tahu hubungan mereka " sahut Shasha.
Adi mengangguk dan tidak bertanya lagi ia mengajak istrinya untuk bergabung dengan keluarga yang lain menikmati makan malam bersama.
Setelah acara makan malam selesai Adi pamit pada istrinya untuk bergabung dengan sahabatnya Daniel. Ibu Rina berbincang dengan mama Santi dan papa Sam. Chris memilih duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Sedangkan mbak Tari memangku baby Zaneta yang sudah terlelap sebelum acara makan malam. Dan mas Agus duduk di sebelah istrinya.
Beberapa saat kemudian bu Rina pamit pada sahabatnya mama Santi dan suaminya. Bu Rina memilih pulang bersama mbak Tari dan mas Agus serta baby Zaneta ke mobilnya Chris. Membiarkan Adi dan Shasha pulang belakangan karena mereka lagi asyik ngobrol.
Shasha bergabung dengan Eli dan Nathanael. Andrew mengantar istrinya istirahat di ruangan dalam kafe. Di sana ada ranjang kecil cukup untuk istirahat satu orang dan ada sofa panjang. Andrew tidak terlalu sulit mencari tempat istirahat untuk istrinya karena kafe ini milik temannya. Dan temannya itu calon tunangan adiknya Eli dia tidak lain adalah Nathanael. Setelah memastikan istrinya istirahat Andrew kembali menemui sepupunya.
Adi menghampiri sahabatnya dan duduk di depan pasangan yang telah resmi menjadi kekasih itu.
" Kenapa ke sini lagi " tanya Daniel.
" Emang nggak boleh " ucap Adi.
" Nggak " sahut Daniel cepat.
" Mending ke sana tuh jaga istri kamu daripada di sini mengganggu saja " sungut Daniel.
' Ngapain dengan Shasha " seru Adi.
" Tuh lihat " tunjuk Daniel.
Adi melihat ke arah yang ditunjuk sahabatnya itu. Adi melihat Shasha tertawa bersama Nathanael mereka hanya berdua saja. Adi tampak kusut wajahnya entah mengapa bila istrinya berbicara dengan lelaki lainnya dia hanya biasa saja. Tapi ketika istrinya dekat dan apalagi berbicara dengan Nathanael ada perasaan yang tidak bisa dikendalikan. Padahal lelaki itu calon tunangan Eli. Adi bangkit mendekati meja istrinya.
Daniel yang melihat tingkah sahabatnya menjadi terkekeh.
" Kamu ini sukanya jahil " kata Maria.
" Biarin dia dengan cemburunya yang segede gunung itu kita pergi saja dari sini " sahut Daniel.
" Mau kemana " tanya Maria.
" Aku pamit dulu sama mertua Adi dan sepupuku kamu di sini saja " sahut Daniel.
__ADS_1
" Aku ikut " Maria bangkit.
" Ya udah ayo " ajak Daniel.
Lalu Daniel dan Maria pamit pada mertua Adi dan sepupunya.
Sementara itu di meja lain Shasha dan Nathanael sedang berbincang. Sebenarnya mereka bertiga tapi Eli pamit ke toilet sebentar. Tinggallah kini Shasha dan Nathanael saja.
" Lama tidak ada kabarnya tahu- tahu memberi ku kejutan " seru Shasha.
" Bukan begitu " Nathanael menggaruk kepalanya.
" Dan melupakan aku sebagai sahabat mu dan juga Dini " kata Shasha.
Nathanael hanya tertawa melihat Shasha yang kelihatan marah. Wanita di depannya ini kalau sedang marah persis seperti Eli. Atau Eli yang lebih mirip dengannya ya...
" Sudah ya ngomel nya sekarang kan sudah tahu sebentar lagi juga jadi saudara, kakak sepupu " Nathanael tersenyum lebar.
" Ya sudahlah nggak pa pa tapi panggilan itu menggelikan kakak sepupu " ucap Shasha.
" Memang benar kan kamu kakak sepupunya Andrew dan Eli " sahut Nathanael.
" Iya sih tapi panggil seperti biasa saja kamu kan lebih tua dari aku " seru Shasha.
" Baik kakak sepupu " Nathanael menahan senyum.
" Ish kamu ini " sahut Shasha.
Lalu Shasha dan Nathanael tertawa. Nathanael melihat wanita di hadapannya ini saat tertawa begitu cantik. Sesaat hati Nathanael teriris pedih tapi kemudian ia menghalaunya jauh dari pikiran nya. Bahwa semua yang berkaitan dengan wanita di depannya ini hanyalah masa lalu. Dan sekarang wanita di depannya ini akan menjadi saudaranya karena dia kakak sepupunya calon tunangan nya.
*************
Semoga suka dengan ceritanya....
Dukung karya author dengan memberi like, komen dan vote nya ya....
Terimakasih ... ♥️♥️♥️
__ADS_1