Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 134 Ayam Geprek


__ADS_3

Sekarang tinggal Shasha dan sekretaris Meira yang berada di ruangan presdir Adi. Sekretaris Meira berdiri ditempatnya gadis itu sedikit ragu dan canggung dekat dengan istri bosnya. Sebab baru pertama kali bertemu istri dari bosnya itu. Shasha melihat sekilas sekretaris suaminya lalu tersenyum hangat. Shasha mengajak sekretaris Meira duduk di sampingnya.


" Tadi nama mu Meira iya kan " tanya Shasha ramah.


" Iya nyonya " jawab sopan sekretaris Meira.


" Jangan panggil nyonya sepertinya umur kita terpaut hanya beberapa tahun " Shasha tersenyum sambil memandang sekretaris cantik itu.


" Panggil kakak saja " Shasha tersenyum ramah.


Sekretaris Meira melihat istri bosnya mengangguk.


" Tapi nyonya itu tidak sopan karena anda istri presdir Adi " sekretaris Meira menundukkan kepalanya.


" Tidak apa-apa aku yang minta dan jangan terlalu formal begitu " jawab Shasha sambil menyentuh tangan sekretaris cantik itu.


Sekretaris Meira melihat istri bosnya yang tersenyum ramah padanya membuat gadis cantik itu ikut tersenyum. Ternyata istri bosnya selain cantik, dia wanita yang baik dan ramah. Di dekat wanita ini Meira seperti sedang bicara dengan kakak angkat nya, Zaka.


Saat teringat kakak angkat nya ia kembali teringat Chris, seketika raut wajah Meira berubah sendu. Secepatnya Meira kembali tersenyum menutupi kesedihannya.


Selanjutnya kedua wanita ini berbicara seolah sudah kenal lama. Padahal keduanya baru bertemu beberapa menit yang lalu. Satu hal yang membuat Meira begitu mengagumi wanita yang menjadi istri bosnya itu. Istri bosnya ini walau berpenampilan sederhana tapi tetap cantik dan tidak sombong. Meski beliau istri petinggi perusahaan tempatnya bekerja sekarang. Tidak seperti istri petinggi perusahaan tempat bekerjanya dulu.


Tidak terasa satu jam telah berlalu dua wanita berbeda usia itu sudah akrab layaknya adik dan kakak. Shasha menoleh saat pintu terbuka dari luar menampilkan sosok tampan suaminya. Adi masuk langsung menuju kursi kerjanya. Di belakang nya ada Chris yang mengikuti sepupunya lalu berdiri di depan meja presdir.


Saat masuk ke ruangan presdir Chris sempat melirik gadis yang duduk di sebelah istri sepupunya itu. Gadis itu tertawa bersama istri sepupunya. Chris yang melihat tersenyum getir andai saja ia tidak membuat kesalahan pada gadis itu. Mungkin saat ini ia sudah melewati hari-hari yang penuh canda dan tawa bersama gadis itu.


Meira tersadar lalu menghentikan tertawanya saat ia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya. Arah pandangnya tertuju pada sosok tampan yang berdiri di depan meja presdir Adi. Seketika Meira terdiam tawa itu lenyap begitu saja saat kedua mata mereka saling beradu. Dan keduanya mengalihkan pandangannya ke lain arah.


Shasha yang melihat interaksi keduanya heran namun ia hanya diam saja. Ia lebih memilih melihat suaminya yang duduk di kursi kerjanya. Terlihat gagah dan tampan kalau suaminya sedang bekerja.


Chris menunggu perintah sepupu sekaligus bosnya. Setelah Adi berbicara pada Chris, lelaki tampan itu berjalan keluar dari ruangan presdir. Meira yang melihat Chris keluar ruangan lalu pamit pada istri bosnya.


Meira berdiri di depan meja presdir. Setelah mendapat perintah dari bosnya sekretaris cantik itu undur diri keluar menuju meja sekretaris. Melihat sekretaris Meira sudah pergi Adi melangkah mendekati sofa. Adi melihat istrinya senang tidak terlihat lelah di raut wajahnya. Adi duduk di samping istrinya menyelipkan helaian rambut yang menutupi wajahnya.


" Gimana apa sayang senang " Adi menatap istrinya.


" Iya mas " Shasha mengangguk.


" Apa tidak bosan " Adi mengusap lembut wajah istrinya.

__ADS_1


Shasha menggeleng pelan.


" Tidak mas ... Meira itu orangnya menyenangkan kami ngobrol sampai lupa waktu " senyum terukir di bibir Shasha.


" O ya dia memang gadis ceria tapi sayangnya ... " Adi menghentikan ucapannya.


" Tapi apa mas " Shasha mengeryit heran karena suaminya tidak meneruskan ucapannya.


" Ah, lupakan... Apa sayang tidak lapar atau ingin sesuatu " kata Adi mengalihkan perhatian istrinya.


Shasha menatap suaminya ia tidak lagi bertanya. Shasha menggeleng pelan.


" Tapi mas lapar sayang tadi hanya minum kopi saja " melas Adi.


Shasha terkekeh pelan. Adi cemberut.


" Sayang ngeledek mas " Shasha mengelus pipi suaminya.


" Tidak mas em tapi aku ingin sesuatu " sejenak Shasha berpikir.


" Apa itu " tanya Adi.


" Itu pedas sekali sayang jangan pakai cabai rawit ya " tawar Adi.


" Nggak mau aku maunya pakai cabai rawit " kekeh Shasha.


Adi menghela nafasnya lalu terpaksa mengangguk setuju. Adi melangkah ke mejanya lalu menelpon sekretaris Meira. Setelah sambungan telepon tersambung Adi meminta sekretaris nya untuk membelikan dua porsi ayam geprek.


Adi kembali ke sofa dan duduk di samping istrinya.


" Sayang istirahat dulu sambil nunggu nasi ayam geprek nya datang " Adi menuntun istrinya ke ruang istirahat di balik pintu yang tertutup di dalam ruangan presdir.


Adi membawa Shasha ke ranjang tempat biasa ia istirahat selepas penat bekerja. Di dalam kamar itu hanya ada satu ranjang ukuran sedang. Lemari pakaian yang berisi beberapa baju Adi bila ia mau mengganti bajunya bila ada pertemuan mendadak tanpa harus pulang ke rumah dulu. Ada juga kaca rias, sofa panjang dan meja kecil di sebelahnya serta kamar mandi.


Shasha duduk bersandar di sandaran ranjang sedang Adi duduk di pinggir ranjang.


" Sayang tiduran saja mas tinggal sebentar " Adi hendak bangkit tapi Shasha mencegah nya.


" Mas di sini temenin aku " manja Shasha.

__ADS_1


Adi menghela nafasnya lalu menatap istrinya. Hari ini pekerjaannya sangat banyak dan menumpuk di meja kerjanya. Ia tidak tega mendengar permintaan istrinya. Adi terpaksa meninggalkan pekerjaan nya demi istrinya.


" Baiklah mas akan menemani mu, sayang " Adi tersenyum paksa.


Adi melepas jas nya dan menaruh di sofa lalu melonggarkan dasinya. Adi membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya. Shasha kemudian merebahkan tubuhnya dan masuk dalam dekapan suaminya. Beberapa saat kemudian terdengar hembusan nafas teratur dari istrinya. Adi menggeleng pelan melihat tingkah istrinya. Adi mengecup kening istrinya perlahan Adi menarik tangannya yang menjadi bantalan istrinya. Adi sejenak mengamati wajah istrinya lalu mengecup singkat bibir istrinya.


Adi bangkit dari ranjang dan memakai jas nya lalu membenarkan dasinya. Setelah merapikan penampilan nya di cermin Adi segera keluar dari kamar menuju meja kerjanya.


Adi kembali disibukkan berkas-berkas di atas meja kerjanya. Hingga ketukan di pintu menghentikan tugasnya.


Tok tok tok.


Setelah mendengar jawaban dari bosnya sekretaris Meira masuk sambil menenteng paper bag berisi pesanan makanan untuk bosnya. Sekretaris Meira meletakkan nya di sebelah meja sofa lalu kembali ke mejanya.


Sebenarnya Adi sangat lapar tapi mengingat pekerjaan nya hari ini menumpuk. Dan lagi istrinya baru beberapa menit yang lalu tidur Adi memutuskan menyelesaikan pekerjaan nya secepatnya.


Tapi baru setengah jam berlalu perutnya tidak bisa diajak kompromi terpaksa ia mengakhiri pekerjaan nya. Adi melangkah ke kamar dan membangunkan istrinya.


Kini sepasang suami-istri itu sudah duduk di sofa. Adi membuka paper bag yang berisi nasi ayam geprek pesanan istrinya. Shasha melahap nasi ayam geprek dengan sambal bawang cabai rawit. Adi yang melihat cara makan istrinya menggeleng pelan. Adi makan nasi ayam geprek dengan sambal bawang yang tidak pedas.


Selesai makan sepasang suami-istri itu berbincang sebentar.


" Sayang mau pulang sekarang atau nanti bareng mas " tanya Adi.


" Apa masih lama " Shasha menatap suaminya.


" Iya sayang mas masih banyak pekerjaan tuh lihat di sana " Adi menunjuk meja kerjanya.


Shasha ingin lebih lama di kantor suaminya tapi apa hendak dikata pekerjaan suaminya lebih penting. Kalau di sini ia juga tidak leluasa istirahat dan lagi ada Zane di rumah. Meski ia tidak menjaga Zane tapi lebih nyaman di rumah. Akhirnya Shasha mengangguk setuju untuk pulang.


Adi memanggil Chris dan menyuruh sepupunya itu mengantar istrinya pulang ke rumah.


*************


Up lagi ya ...


Semoga suka dengan ceritanya.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya ...

__ADS_1


Terimakasih ...❤️❤️❤️


__ADS_2