
Saat itu Adi sedang mengistirahatkan tubuhnya setelah mencari makanan yang diinginkan istrinya. Sementara Shasha begitu senangnya menikmati makanan hasil jerih lelah suaminya. Selesai menyantap makanan Shasha menyusul suaminya di kamar. Lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang. Melihat suaminya yang tertidur lelap sebenarnya kasihan. Tapi entah mengapa keinginan makannya bertambah dua kali lipat sejak ia dinyatakan hamil. Dan makanan itu terasa nikmat bila suaminya yang membelikannya. Meski itu makanan sederhana dan tidak terlalu mahal.
Shasha menatap suaminya lalu mencium pipi suaminya. Menggoyangkan tubuh suaminya. Suaminya hanya diam dengan mata terpejam. Lalu menggoyangkan tubuh suaminya lagi. Tapi tetap saja Adi tidak bangun karena suaminya sudah terbang ke alam mimpi. Kemudian ia mendekat ke telinga suaminya lalu berteriak. Membuat Adi terlonjak kaget dan membuka matanya dengan sempurna.
" Ada apa sayang " tanya Adi kebingungan.
" Mas..." panggil Shasha manja.
Duh kalau sudah begini ujung-ujungnya minta sesuatu nih. Semoga saja tidak yang aneh-aneh, batin Adi. Karena baru saja ia memejamkan matanya suara ibu hamil di sampingnya ini sudah membuat kantuknya menghilang dalam sekejap.
" Kita jalan-jalan yok mas" ajak Shasha.
Kalau menolak ajakan istrinya pasti marah. Sementara ini badan rasanya capai banget seperti orang yang digebukin warga sekampung. Terpaksa Adi mengiyakan keinginan istrinya. Dan senyum merekah di bibir tipis istrinya. Membuat Adi tak tahan ingin mencicipinya.
" Mas " panggilnya lagi.
" Iya sayang " sahut Adi mengecup bibir istrinya lembut.
" Nanti lihat pasar malam juga ya " Adi mengangguk pasrah.
__ADS_1
Meraih tubuh mungil yang mulai menonjol di bagian perutnya. Mencium perut istrinya lalu beralih ke pucuk rambut istrinya. Saling memberi kehangatan satu sama lain. Shasha merasa nyaman dalam pelukan suaminya. Menikmati aroma maskulin dari tubuh suaminya perlahan matanya mulai terpejam. Shasha tertidur dalam pelukan suaminya. Adi pun ikut memejamkan matanya dan melanjutkan tidurnya yang tertunda.
Sore itu mobil Adi meluncur di jalan raya. Mengikuti keinginan istrinya yaitu jalan-jalan ala Shasha. Sesekali Adi menepikan mobilnya bila istrinya ingin membeli makanan di pinggir jalan yang menggugah selera ibu hamil itu. Setelah membeli makanan yang diinginkan istrinya mobilnya melaju kembali.
" Mas coba deh ini enak " kata Shasha hendak menyuapi suaminya.
Adi menyingkirkan tangan istrinya pelan agar ibu hamil itu tidak marah. Adi melirik istrinya makan dengan lahap. Membuat ia bergidik ngeri. Makanan aneh menurutnya.
" Enak lho mas ini tahu petis namanya " kata Shasha.
Enak darimana nya itu makanan berasa aneh saja. Dan itu item-item kayak caos, Adi geleng-geleng kepala membayangkan istrinya menyantap makanan itu hingga habis tanpa sisa. Setelah minum acara makan- makan pun dilanjut lagi. Shasha makan tanpa menawari suaminya. Makan kue leker kegemaran anak-anak ini membuat Shasha sedikit melupakan kalau ada suaminya di sebelahnya. Shasha masih asyik menikmati makanannya Adi hanya melirik istrinya dan tersenyum.
Capai berkeliling akhirnya keduanya masuk di sebuah kedai mie ayam karena Shasha tiba-tiba ingin makan mie ayam. Setelah pesenam nya datang lalu Shasha langsung menyantapnya.
" Pelan-pelan sayang " kata Adi.
" Mie ayam ini kayaknya enak banget " kata Shasha sambil menyuapkan mie ayam ke mulutnya.
Adi yang melihat istrinya sangat menikmati makanan itu seolah seperti orang yang seminggu tak makan. Membuat ia menghentikan makannya. Lalu mengalihkan pandangannya menyapu sekeliling kedai mie ayam itu. Saat matanya beradu dengan seseorang Adi tersenyum tipis. Dengan sengaja Adi menyuapi istrinya dan mengusap bibir istrinya dengan ujung jarinya ketika ada noda makanan yang menempel. Membuat orang di seberang sana meradang dan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian orang itu pergi meninggalkan kedai mie ayam. Siapa sebenarnya orang itu. Orang itu tak lain adalah Dimas dan adiknya Sekar yang sedang makan di kedai mie ayam yang sama dengan Adi dan Shasha.
Selesai membayar makanannya Adi dan Shasha beranjak dari kedai itu. Adi mengajak istrinya untuk pulang karena hari sudah malam.
*********************
Maaf lama up-nya. 🙏🙏🙏
Semoga tidak bosan menunggu...
Terimakasih.
( Ini yang namanya tahu petis mungkin sudah banyak yang tahu ya ).
( Kue leker namanya ).
__ADS_1