Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku ... Adi Dan Shasha ( 6 )


__ADS_3

Pagi-pagi terjadi kehebohan di kediaman Lukas Nugroho. Siapa lagi kalau bukan suara ibu Adi yang melengking nyaring membuat Adi menutup telinga nya rapat-rapat.


" Pokoknya ibu nggak mau tahu antar nak Shasha sampai sekolah titik nggak pakai koma " suara ibu Adi tak bisa dibantah.


Huh, ibu sama ayah sama saja nggak ada bedanya, gumam Adi kesal. Kata-katanya adalah perintah mutlak nggak bisa dibantah sedikit pun, gerutu Adi.


" Iya bu " jawab singkat Adi.


Adi berjalan lesu menuju motornya sedang gadis cantik berseragam SMP itu mengikuti langkahnya.


Adi menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi keluar dari rumah nya. Shasha yang duduk di belakang motor tersentak kaget.


" Kakak jangan ngebut aku takut " seru Shasha cemas.


Ck, merepotkan saja Adi berdecak sebal. Mau nggak mau Adi menurunkan laju motornya. Hingga beberapa menit sampailah di sekolah gadis berseragam SMP itu.


" Terimakasih kak " kata Shasha setelah turun dari motor.


" Hm " sahut Adi malas.


Setelah menatap sekilas anak sahabat mamanya itu Shasha melangkah pelan masuk ke gerbang sekolah. Sedangkan Adi melajukan motornya menuju sekolah nya.


Belum sempat memarkirkan motornya ponsel Adi berdering. Adi mengambil ponselnya dan di sana ada pesan masuk dari ibunya. Di situ tertulis ia harus menjemput Shasha saat pulang sekolah nanti.


Ah, kenapa gadis itu merepotkan sekali. Kenapa gadis itu menyita waktu ku untuk bersantai dengan Maria, gumam Adi gusar sendiri. Adi menulis pesan balasan pada ibunya. Adi terpaksa menuruti ibunya untuk menjemput gadis berseragam SMP itu.


Sekarang ketiga sahabat ini duduk di kantin sekolah. Daniel akhirnya mengalah demi persahabatan dia dan Adi. Meski dia harus menelan pil pahit saat dua sahabatnya itu berbicara mesra di depannya.


Seperti saat ini Adi merangkul pundak Maria yang duduk di sebelah nya. Sedang Daniel duduk di depan kedua sahabatnya. Perlakuan manis ditunjukkan Adi tanpa malu dan sungkan di depan Daniel. Ketika ketiganya sedang makan tidak sengaja ada sisa makanan di sudut bibir Maria, Adi gegas mengusapnya dengan tissue. Meski itu membuat mata Daniel terasa sakit dia harus terbiasa dengan tingkah kedua sahabatnya. Daniel tersenyum masam ia mengalihkan pandangannya ke gelas es teh miliknya. Meneguk isinya hingga separo menghilangkan sesak yang menghimpit dadanya.


" Ri, nanti aku nggak bisa ngantar kamu pulang " kata Adi pelan.


" Kenapa " Maria menoleh ke arah Adi.


" Em aku ada urusan sebentar nggak apa kan. Atau kamu pulang sama Daniel saja gimana " seru Adi.


" Gimana Niel " ucapan Maria membuat Daniel mendongak yang tadinya sengaja menunduk mengaduk es teh di gelas yang mulai dingin.


" Eh ada apa " Daniel yang melamun terhenyak kaget.


" Gini saja kau antar Maria pulang mau kan Niel " pinta Adi.


Daniel menatap keduanya lalu mengangguk pelan.


Sementara Maria melihat ke arah Adi yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.


" Ada urusan apa sih " tanya Maria sedikit curiga.


" Dih, curiga nih " ucap Adi balik menatap kekasihnya.


" Enggak " sahut Maria.


" Ada urusan sama ibu " kata Adi tanpa menjelaskan urusan apa itu.


" Okey deh kalau gitu aku pulang bareng Daniel " Adi tersenyum lega.

__ADS_1


Adi keluar kelas beriringan dengan Maria menuju tempat parkir. Daniel mengikuti kedua sahabatnya dari belakang. Sampai di tempat parkir Adi sedikit tidak rela harus pulang sendiri. Tapi mau gimana lagi ia harus patuh pada ibunya.


" Aku pulang dulu " Adi melhat sebentar sang kekasih lalu tersenyum tak rela.


" Hati-hati " sahut Maria pelan.


" Idih kayak mau pergi jauh saja " ledek teman Adi yang juga mau pulang dengan motor.


" Udah pulang bareng ma mas saja dijamin deh nyampe rumah dengan selamat " ledek teman Adi yang lain.


Ck, Adi mendelik ke arah dua temannya itu membuat temannya kembali meledek keduanya.


" Awas kamu ya " ancam Adi pada teman yang meledek dirinya.


" Ih, takut kita lari yok " ajak temannya yang lain sambil tertawa lebar.


Sementara Daniel yang melihat hanya menggeleng pelan.


" Niel titip Mar ya antar sampai rumah jangan nyasar " ucap Adi.


" Tadi Ri sekarang Mar yang bener yang mana sih " kesal Maria.


" Sama saja Mari sayang " ucap Adi gemas.


" Bodo " sahut Maria.


" Dih marah " Adi menoel pipi Maria.


" Udah katanya ada urusan sama ibu " ingat Daniel menghentikan pertikaian yang nggak faedah itu.


" Oh, iya lupa Niel aku titip Mari ya ingat kata aku tadi " Adi melambai ke arah sahabatnya.


Daniel naik ke motornya lalu Maria ikut naik di belakang motor Daniel. Daniel menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.


" Mau langsung pulang atau mampir dulu " tanya Daniel melihat sahabatnya dari kaca spionnya.


" Langsung pulang saja deh " sahut Maria.


" Okey " jawab Daniel.


Daniel melajukan motornya ke jalan raya menuju rumah Maria. Akhirnya sampai juga Daniel di depan rumah Maria. Maria gegas turun dari motor Daniel dan hendak membuka pintu pagar rumah nya.


" Ria " panggil Daniel.


" Ya Niel " Maria menatap sahabatnya.


Daniel menghela nafasnya.


" Bisa bicara sebentar " ucap Daniel ragu.


Maria mengangguk.


" Kamu udah yakin sama Adi " tanya Daniel menatap lekat pada Maria.


" Iya yakin " jawab Maria membuat Daniel sedikit kecewa.

__ADS_1


" Ya udah aku pulang dulu " Daniel melajukan motornya kembali.


Maria menatap kepergian Daniel dengan perasaan campur aduk. Apa maksud Daniel bicara seperti itu ya, gumam Maria heran. Maria menggeleng pelan lalu membuka pagar dan menutup nya kembali.


Di tempat lain gadis berseragam SMP itu sudah keluar dari kelasnya. Ia menunggu pak Udin sopir keluarga untuk menjemput nya. Gadis itu menatap di jalanan yang ramai berlalu lalang orang berkendara. Dan melihat teman-teman nya yang sudah pulang lebih dulu. Gadis itu menunduk memainkan jemarinya.


" Hai " sapa seseorang membuat gadis itu mendongak.


" Eh kamu " gadis berseragam SMP itu tersenyum hangat.


" Ketemu lagi " kata pemuda berseragam putih abu-abu itu.


" Iya " jawab gadis berseragam SMP.


" Kita belum kenalan " pemuda itu mengulurkan tangannya.


Gadis berseragam SMP itu juga mengulurkan tangannya.


" Nathanael panggil saja Nathan " kata pemuda berseragam putih abu-abu itu.


" Shasha " ucap gadis berseragam SMP itu.


" Mau pulang ' tanya pemuda bernama Nathanael itu.


" Iya " sahut Shasha sambil tersenyum hangat.


" Boleh aku ... " suara Nathanael terpotong dengan hadirnya seseorang.


" Nggak boleh dia pulang bersama ku " jawab Adi melirik tajam ke arah Nathanael.


Adi secepatnya turun ketika gadis berseragam SMP itu sedang berbicara dengan pemuda berseragam putih abu-abu itu. Dia tidak ingin dimarahi oleh ibunya lantaran tidak mengantar pulang anak dari sahabat ibunya itu. Apalagi pulang diantar oleh pemuda yang tidak ia kenal bisa seharian diberi wejangan sama ibunya.


" Ayo pulang " Adi menggandeng lengan Shasha berjalan ke motornya.


" Maaf " ucap Shasha pada pemuda berseragam putih abu-abu itu.


" Tidak apa-apa " jawab Nathanael sambil tersenyum.


" Cepat naik " perintah Adi.


" Iya kak " sahut Shasha patuh.


" Lain kali jangan ngobrol dengan sembarang orang " ucap Adi.


" I iya " Shasha menunduk.


" Kalau ada apa-apa sama kamu aku juga yang kena marah ibu " ucap Adi lagi.


Shasha mengangguk.


Adi menghela nafasnya setelah nya ia menyalakan mesin motornya. Adi menjalankan motornya ke jalan raya.


*********


Semoga suka dengan ceritanya.

__ADS_1


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote yang banyak.


Terimakasih.


__ADS_2