Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku... Adi Dan Shasha ( 5 )


__ADS_3

Taksi berhenti di jalan depan kontrakan Daniel. Setelah membayar ongkos taksi Daniel menuntun mamanya masuk ke dalam kontrakan. Lalu membantu wanita paruh baya itu berbaring di ranjang.


" Mama merepotkan mu ya sayang " tanya mama Daniel.


Daniel yang duduk di pinggir ranjang mengusap punggung tangan wanita paruh baya itu.


" Tidak ma, mama jangan mikir kayak gitu lagi ya Daniel jadi sedih dengernya " kata Daniel tersenyum hangat pada wanita yang telah melahirkan nya itu.


Wanita yang dipanggil mama oleh Daniel itu tersenyum.


" Tadi mama masak buat kamu sudah matang ada di meja " beritahu mama Daniel.


" Lain kali mama tidak perlu repot-repot masak. Beli lewat aplikasi go food saja atau telpon Daniel biar nanti Daniel yang belikan " wanita paruh baya itu mengangguk pelan.


" Ya sudah mama makan dulu lalu minum obatnya " wanita yang dipanggil mama itu mengangguk lagi.


Daniel beranjak menuju dapur mengambil piring lalu mengisi nasi, sayur dan lauk nya. Daniel membawa makanan ke kamar lalu membantu mamanya duduk. Mama Daniel menyuap makanan ke mulutnya hingga tinggal separo. Lalu meminum obatnya setelah itu merebahkan tubuh tuanya ke ranjang.


Daniel menunggu beberapa saat hingga mamanya tidur. Setelah di rasa mamanya tidur Daniel berjalan keluar kamar dia duduk di sofa. Daniel meraih ponselnya mengecek saldo yang ada di tabungannya ternyata tersisa satu juta saja. Daniel berpikir keras apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Uang tabungannya semakin menipis. Apa ku jual motorku saja ya, gumam Daniel. Lama berpikir akhirnya Daniel bangkit menengok ke kamar sebentar. Dilihatnya mamanya masih tidur lalu ia bergegas keluar rumah. Tujuannya kali ini bengkel kenalan nya. Niatnya akan pinjam uang pada kenalannya itu dan sebagai jaminan adalah motornya. Meski berat namun tidak ada jalan lain karena itu harta satu-satunya yang dia punya.


Untuk minta pada papanya tidak mungkin ia lakukan karena ia dan mamanya pergi atas kemauan sendiri. Karena mamanya tidak mau tinggal serumah dengan istri papanya yang baru. Daniel pun merasa kecewa pada papanya dan memilih pergi mencari tempat kontrakan dan tinggal bersama mamanya. Sementara adiknya yang masih kecil tidak diperbolehkan ikut oleh papanya. Sehingga adiknya sekarang tinggal bersama papa dan istri muda papanya.


Setelah sampai di bengkel Daniel berbicara pelan pada temannya. Tidak berapa lama Daniel sudah menerima sejumlah uang lalu pergi dari tempat itu. Tidak jauh dari tempat itu sepupunya sedari tadi memperhatikan Daniel. Setelah Daniel pergi sepupunya mendekati pemilik bengkel. Setelah berbicara cukup lama sepupunya Daniel membawa motor Daniel pergi.


Sampai di kontrakan Daniel terkejut karena sepupunya sudah ada di depan kontrakan nya. Lebih terkejut lagi motor nya juga ada bersama sepupunya.


" Nih kunci motornya lain kali kalau punya masalah jangan dipendam sendiri " sepupunya itu langsung ngeloyor pergi setelah memberi kunci motor Daniel.


Meski terkejut Daniel menerima kunci motor kesayangannya.


" Terimakasih " ucap Daniel pelan walau suaranya tidak akan terdengar ke telinga sepupunya karena lelaki bermata sipit itu sudah lebih dulu pergi.


Pagi harinya seperti biasa Daniel tetap pergi ke sekolah. Saat jam istirahat sekolah Daniel tidak berkumpul bersama dua sahabatnya. Pulang sekolah dia lebih dulu mengambil motornya dan mengabaikan dua sahabatnya.


Hampir satu bulan lamanya Daniel menjauhi dua sahabatnya. Membuat dua sahabatnya heran akan sikap Daniel terlebih Adi. Sejak pertemuan terakhir dengan sahabatnya itu Adi tidak berkomunikasi dengan Daniel. Ponsel Daniel pun sulit dihubungi.


Saat ini dua sahabat Daniel sedang duduk di kantin.


" Menurut mu Daniel kemana ya Ri " tanya Adi.

__ADS_1


" Nggak tau ponselnya sulit dihubungi " jawab Maria.


" Apa dia marah sama kita ya Ri " tanya Adi.


" Menurut mu " Maria balik tanya.


" Kayaknya dia marah sama kita deh Ri " sahut Adi pelan.


" Kita ke rumah nya saja yok " usul Maria.


" Pulang sekolah saja ya Ri " Maria mengangguk.


Jam pelajaran terakhir telah selesai Adi dan Maria berencana pergi ke rumah Daniel. Rumah Daniel satu kompleks dengan Adi tapi beda gang saja. Adi belum tahu kalau Daniel sudah tidak tinggal di rumah itu. Adi mengendarai motornya sedang Maria membonceng di belakang.


Sampai di depan rumah Daniel, Adi dan Maria turun dari motor. Adi dan Maria berjalan memasuki halaman rumah Daniel. Dari jauh terdengar suara seperti orang berteriak dan beradu mulut.


Itu bukan nya suara Daniel dan papanya, gumam Adi mengeryit heran. Semakin dekat ke rumah suara dua orang itu semakin jelas terdengar di telinga Adi.


" Siapa suruh dia pergi dari rumah " itu suara papa Daniel.


" Pa, tolong sekali saja tengok mama " mohon Daniel.


" Sudahlah pa pergi sebentar tengok mbak Marta ' suara istri muda papanya.


Papa Daniel bergeming melihat itu Daniel marah.


" Okey, aku pergi tapi ingat kalau terjadi sesuatu pada mama orang pertama yang aku salah kan adalah papa " tunjuk Daniel geram bercampur marah.


" Dan kau jangan sok-sokan baik pada mama aku tidak akan luluh dengan mulut manis yang berbisa " tunjuk Daniel pada wanita di sebelah papanya.


Daniel berbalik melangkah cepat menuju motornya. Daniel pergi dari rumah yang menyimpan banyak kenangan bersama papa, mama dan adiknya itu.


" Ayo ikuti dia " Maria menepuk pelan pundak Adi.


Akhirnya Adi dan Maria mengikuti motor Daniel. Daniel melajukan motornya di taman kota. Daniel menepikan motornya lalu turun dari motor. Daniel duduk di pinggir jalan sambil meremas rambutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak menghiraukan orang-orang yang menatap heran padanya.


Sejurus kemudian ada yang menepuk pundak nya.


" Niel " suara Maria membuat Daniel menoleh.

__ADS_1


" Ngapain kamu di sini " Maria tersentak kaget mendengar suara ketus Daniel.


" Aku ... " suara Maria terpotong.


" Sudah pergi sana tidak usah pedulikan aku " ketus Daniel.


" Niel " Daniel menepis kasar tangan Maria.


Daniel bangkit naik ke motornya lalu melaju meninggalkan Maria yang termangu menatap kepergian sahabatnya.


Adi mendekat ke Maria mengusap lembut punggung tangan Maria.


" Biarkan dia sendiri jangan diambil hati Ri ' Maria menatap Adi lalu mengangguk pelan.


" Kita ke sana saja yok " tunjuk Adi ke taman kota.


" Nggak ah aku lapar " Maria mengusap perut nya.


" Ya udah kita cari makan saja " Adi naik ke motor nya diikuti Maria duduk di belakang nya.


" Mau makan apa Ri " tanya Adi.


" KFC " jawab singkat Maria.


" Okey " Adi langsung menjalankan motornya ke tempat makan cepat saji itu.


Sementara tak jauh dari tempat itu Daniel menghela nafasnya. Daniel memegang dadanya yang terasa nyeri. Sepertinya aku harus merelakan Maria bersama Adi, gumam Daniel. Aku tidak perlu menghindari keduanya, karena Maria dan Adi sahabatnya. Baiklah aku mengalah demi persahabatan kita, Daniel tersenyum masam.


************


Up lagi ya...


Semoga masih setia mengikuti kisahnya.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote yang banyak ya.


💪🏻💪🏻💪🏻


Terimakasih...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2