
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam sampailah Adi di rumah pamannya. Adi menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang sambil menunggu security membukakan pintu.
Dari depan rumah pamannya tampak sederhana meski terkesan mewah dibandingkan dengan rumah para tetangga sekitarnya. Rumah bergaya tradisional jawa kelihatan mewah karena sebagian besar dinding dan tiangnya memakai kayu jati. Adi melihat sekeliling banyak pepohonan rindang yang mengelilingi rumah itu. Dan di depan pendopo berjejer rapi pot-pot beraneka macam tanaman hias. Halamannya yang luas seperti lapangan sepakbola. Belum puas Adi menatap pemandangan yang menyejukkan matanya seorang security membukakan pintu gerbang untuknya.
Adi melajukan mobilnya masuk dan menghentikan mobilnya di depan rumah.
Lalu Adi keluar dari mobil setelah memutari mobilnya Adi membukakan pintu mobil untuk ibunya. Paman Dominic sedang duduk di pendopo. Ketika melihat kami paman Dominic bangkit berdiri lalu menyambut kami.
" Shalom kakak ipar " sapa paman Dominic pada bu Rina.
" Shalom Dom " sapa bu Rina.
" Shalom paman Dom " kata Adi.
" Shalom keponakan ku yang tampan " kata paman Dom pada Adi.
Paman Dominic menyilakan kakak ipar dan keponakannya untuk duduk. Lalu memanggil Atik untuk menghidangkan minuman dan cemilan.
" Adi " kata bu Rina.
" Ya bu " kata Adi.
" Ambil oleh-oleh untuk pamanmu " kata bu Rina.
" Ibu bawa oleh-oleh " tanya Adi heran. Bu Rina mengangguk.
Karena kemarin ibunya seharian di rumah terus kapan perginya. Tak urung Adi melangkah menuju mobil dan mengambil oleh-oleh untuk pamannya. Lalu meletakkannya di atas meja. Saat melihat oleh-oleh pemberian kakak iparnya paman Dominic terkejut sekaligus senang.
" Wah kakak masih ingat makanan kesukaan ku " sambil mengangkat satu bungkusan dan membukanya.
Lalu paman Dominic mencomot satu dan memakannya. Makanan berbentuk bulat pipih dari bahan tepung ketan dan parutan kelapa ini mengingatkan paman Dominic pada kakaknya.
" Ya karena kesukaan kamu dan kakakmu sama " jawab bu Rina.
Paman melihat bungkusan satunya dan membuka isinya. Makanan berbentuk lonjong berisi rebung itu menggugah selera paman Dominic. Lagi-lagi paman Dominic mengambil dan makan makanan itu. Masih ada satu bungkusan lagi membuat paman Dom penasaran lalu membukanya.
" Apa ini kak " tanya paman Dom pada bu Rina.
" Buka saja " kata bu Rina.
" Wah kepala ikan manyung, Atik Atik ke sini " seru paman Dom teriak memanggil art rumahnya.
__ADS_1
Atik dari dalam membawa nampan berisi minuman dan cemilan lalu meletakkan di sisi meja yang kosong.
" Atik bawa ini dan masak buat makan siang " kata paman Dom.
" Baik tuan " jawab Atik.
Lalu Atik membawa bungkusan yang berisi kepala ikan manyung dan membawanya ke dapur untuk dimasak sesuai keinginan majikannya.
Paman Dom, ibu Rina dan Adi berbincang ringan sambil menunggu masakan yang dimasak oleh Atik. Setelah selesai memasak masakan pesanan tuannya Atik menatanya di meja makan bersama makanan lainnya. Lalu memberitahu tuannya.
Paman Dom mengajak kakak iparnya dan keponakannya masuk ke dalam rumah dan menuju meja makan. Lalu mereka makan dengan lahapnya. Paman Dom menambahkan nasi dan juga gulai kepala ikan manyung itu ke piringnya. Sangat jarang sekali bahkan tidak pernah lagi paman Dom makan masakan seperti ini sejak kakaknya Lukas meninggal. Sehingga membuatnya terkenang akan mendiang kakaknya itu.
Dulu saat kakaknya masih ada ia akan bertandang ke rumah kakaknya hanya sekedar mencicipi masakan kakak iparnya itu. Karena makanan kesukaannya dan kakaknya itu sama dan tentu saja masakan kakak iparnya sungguh lezat. Tapi kini semua itu tinggal kenangan.
Setelah selesai makan siang paman Dom mengajak kakak ipar dan juga keponakannya menuju ruang kerjanya. Mereka bertiga duduk di sofa. Mereka berbincang cukup serius kemudian paman Dom berdiri mengambil sesuatu di meja kerjanya. Lalu memberikan pada Adi.
" Ini berkas-berkas yang harus kamu pelajari " kata paman Dom memberikan berkas itu kepada Adi.
" Terimakasih paman " kata Adi.
" Tidak usah buru-buru sekarang istirahatlah. Tentunya kalian capai bukan " kata paman Dom.
Akhirnya Adi dan ibunya keluar dari ruang kerja pamannya dan pergi ke kamar tamu yang sudah disiapkan oleh paman Dom.
Menjelang sore Adi terbangun dari tidurnya. Adi bangkit melangkah ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah itu keluar kamar dan berjalan ke arah mobilnya. Mengambil tas kecil yang berisi pakaian lalu masuk ke kamarnya lagi. Adi ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Setelah selesai merapikan pakaian dan menyisir rambut Adi mengambil pakaian kotor dan memasukkan ke dalam tas. Lalu bersiap keluar kamar untuk menemui pamannya.
Ternyata ibunya telah rapi dan duduk di ruang keluarga bersama paman Dom. Adi mendekat dan duduk di sofa.
" Apa kakak mau pulang sekarang ? " tanya paman Dom.
" Iya Dom " kata bu Rina.
" Kenapa tidak menginap saja " kata paman Dom.
" Lain kali saja Dom " kata bu Rina.
" Tunggu sebentar. Chris... " panggil paman Dom.
Seseorang masuk ke rumah dan mendekati paman Dom saat namanya disebut.
" Ada apa yah " kata Chris.
__ADS_1
Ya, orang yang baru saja masuk itu adalah Chris anak semata wayang paman Dom dan Untari. Sejak istrinya meninggal tiga tahun yang lalu karena kanker rahim paman Dom tinggal berdua dengan Chris.
" Ikut dengan kakakmu, Chris " kata paman Dom pada anaknya.
" Tapi yah bagaimana yang di sini kalau Chris tinggal " kata Chris.
" Tidak usah dipikirkan biar ayah saja " kata paman Dom.
" Sekalian liburan ya yah " sahut Chris.
" Ya " sahut paman Dom.
" Yesss " sahut Chris berbinar senang.
Sudah lama Chris memimpikan pergi ke rumah sepupunya itu dan baru kali ini impiannya terwujud. Chris bergegas ke kamarnya lalu mengambil tas ranselnya dan memasukkan beberapa potong baju ke dalamnya. Lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai Chris keluar kamar berpamitan pada ayahnya.
Setelah berpamitan dengan adik iparnya, Rina berjalan menuju mobil. Adi juga berpamitan dengan pamannya lalu melangkah masuk ke mobilnya. Chris mengikuti keduanya dari belakang. Chris duduk di sebelah Adi sementara ibunya duduk di belakang.
Tepat jam 17.15 menit mobil keluar dari halaman rumah paman Dom.
*****************
Kira-kira seperti ini ya rumah paman Dom.
( Wingko babat ).
( Lumpia ).
( kepala manyung ).
Semoga suka dengan ceritaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote nya.
__ADS_1
Terimakasih.