Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 13 Diamnya Shasha


__ADS_3

Setelah mengantar Daniel ke kontrakannya Adi pulang ke rumah. Adi menyalakan lampu ruang tamu membiarkannya menyala. Masuk ke kamar mencari saklar lampu yang terletak di sebelah dinding pintu kamarnya lalu menyalakannya. Lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Keluar dari kamar mandi Adi memakai piyama tidurnya dan merebahkan tubuhnya di kasur. Lalu ia teringat sesuatu Adi menggeser tubuhnya dan meraih ponselnya yang berada di atas meja.


Adi mencari nama istrinya di layar ponselnya setelah dapat ia menekan tombol hijau berharap istrinya mengangkatnya. Tak ada jawaban.


Beberapa kali Adi menghubungi istrinya. Masih tetap sama istrinya tak mengangkat panggilan darinya.


Lalu mengirim pesan ke ponsel istrinya berharap Shasha membacanya dan menjawab pesannya.


/ Maafkan aku pulanglah aku menunggumu. Suamimu. /


Pesan Adi telah masuk ke ponsel Shasha.


Dilihatnya istrinya sudah membaca pesan darinya. Adi menunggu beberapa waktu berharap istrinya membalas pesannya. Tapi tak ada balasan.


Lalu Adi mencari-cari sesuatu di layar pipih itu. Ia mendapati foto pernikahannya bersama istrinya. Shasha tampak cantik dengan kebaya warna putih yang membalut tubuh mungilnya.


Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku kata Adi sambil menatap wajah istrinya di layar ponselnya seolah ia berhadapan dengan istrinya.


Sementara di tempat lain di kontrakan sahabatnya Dini, Shasha menatap layar ponselnya melihat pesan masuk dari suaminya. Lalu meletakkan kembali di meja. Hatinya diliputi kebimbangan banyak hal berputar di kepalanya. Membuat kepalanya semakin berdenyut. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur dan berharap esuk hari sudah segar kembali ketika bangun pagi.


Dini sedang memasak di dapur minimalisnya. Shasha sudah bangun lalu membersihkan dirinya. Ia bergegas keluar dari kamar mandi menuju dapur. Dilihatnya sahabatnya sedang masak dan bau masakannya menggugah selera. Apalagi bunyi suara di perutnya bersoarak-sorai minta segera diisi.

__ADS_1


Dini menaruh dua piring nasi tutug oncom di atas meja. Masakan dari daerah sahabatnya yang menjadi makanan kesukaannya. Terakhir kali menyantap makanan ini saat wisuda di SMA nya dulu. Ia melihat sahabatnya mendekat dan menyuruhnya sarapan. Shasha melahap masakan sahabatnya yang ternyata enak sekali. Dini melihat piring sahabatnya sudah bersih tanpa sisa.


" Lapar apa doyan" kata Dini sambil memberikan segelas air mineral ke Shasha.


" Dua-duanya" kata Shasha sambil tersenyum. Melihat sahabatnya tersenyum Dini pun ikut tersenyum.


" Mau pulang sekarang" kata Dini melihat ke arah sahabatnya. Sahabatnya sudah berpakaian rapi. Shasha mengangguk.


" Selesaikan masalahmu jangan kabur-kabur lagi aku mendukungmu. Kalau kau mencintai suamimu pertahankan lah dia jangan biarkan orang lain merebutnya" kata Dini menggenggam tangan Shasha.


****************


Sepulang kerja Adi langsung pulang ke rumah. Adi menjalankan mobilnya sendiri karena pak Slamet meminta ijin untuk pulang ke kampung.


Sampai di rumah Adi langsung masuk kamar merebahkan tubuhnya yang tampak kelelahan. Lama ia tertidur ketika terbangun hari sudah gelap.


Baru beberapa langkah Adi berjalan ia tertegun melihat pemandangan di dapur. Di sana istrinya sedang memasak di dapur posisinya membelakangi dirinya. Adi tersenyum lalu mendekat ke arah istrinya. Memeluk pinggang istrinya Shasha terkejut karenanya. Lalu melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya. Shasha berjalan menjauhi suaminya sambil membawa masakan yang sudah matang. Lalu menaruh makanan di meja makan Shasha berlalu begitu saja melewati Adi dan membiarkan Adi berdiri tertegun di tempatnya.


Flashback on


Dini mengantar Shasha ke rumah suaminya di tengah jalan ia mampir dulu ke minimarket untuk membeli kebutuhan yang sudah habis. Setelah dari minimarket Shasha kembali ke rumah.


Setelah mengantar Shasha pulang Dini langsung pergi karena masih ada keperluan lain. Shasha masuk ke dalam rumah suasana masih sepi karena suaminya masih di kantor. Lalu Shasha beberes rumah.

__ADS_1


Setelah selesai beberes sambil menunggu waktu sore tiba Shasha mengistirahatkan tubuhnya di kamar.


Tepat menjelang suaminya pulang Shasha sudah bangun lalu membersihkan diri di kamar mandi. Selesai mandi Shasha hendak keluar kamar mandi tapi diurungkan niatnya.


Ketika ia mendengar langkah kaki suaminya masuk ke kamar Shasha berada di balik pintu kamar mandi. Setelah di rasa tidak terdengar suara Shasha mengintip didapatinya suaminya telah tertidur.


Lalu Shasha keluar dari kamar menuju dapur untuk masak makanan kesukaan suaminya.


Flashback off.


Setelah itu Shasha berjalan menuju kamar. Setelah membersihkan diri Shasha naik ke atas ranjang dan tidur.


Adi melihat di atas meja makan ada nasi goreng telur ceplok kesukaannya. Lalu ia duduk dan menyantap nasi goreng buatan istrinya. Ia tersenyum ternyata istrinya masih memperhatikan kebutuhannya. Setelah menghabiskan sepiring nasi goreng lalu Adi mengambil air mineral dan meneguknya.


Selesai makan Adi berjalan memasuki kamar di lihatnya Shasha sedang tidur memunggungi dirinya. Adi menyusul istrinya merebahkan tubuhnya di samping tubuh istrinya. Merapatkan tubuhnya ke istrinya melingkarkan lengan ke pinggang istrinya. Helaan nafas Adi sangat terasa sesaat Shasha menikmati hangat tubuh suaminya. Nyaman ia rasakan walau matanya terpejam itu hanya pura-pura saja. Shasha masih marah dan kecewa pada suaminya.


Tak terasa aliran bening menetes di kedua pipinya. Adi tahu kalau istrinya pura-pura tidur lalu membisikkan sesuatu ke telinga Shasha.


" Maafkan aku" lirih suara Adi terdengar di telinga Shasha. Tapi Shasha tetap pada posisinya semula tidak melepas ataupun menyambut pelukan suaminya. Kembali cairan bening membasahi ke dua pipinya. Shasha menangis tanpa suara.


Adi merasa kalau Shasha menangis terlihat dari bahunya yang berguncang pelan. Adi tak dapat menahan diri lagi melihat kepedihan hati istrinya. Ia membalikkan tubuh istrinya direngkuhnya tubuh istrinya mendekapnya ke dadanya yang bidang. Mengusap pucuk rambut istrinya mengecup kening, mata, hidung bibir istrinya sambil mengucap maaf tiada henti. Lalu mendekapnya kembali ke dadanya dibiarkannya cairan bening membasahi bajunya.


Mungkin satu kata itu yang mewakili dirinya agar mendapat maaf dari istrinya. Shasha melonggarkan dekapan suaminya sedikit bergeser dari tubuh suaminya. Lalu membalikkan tubuh memunggungi suaminya dan tidur.

__ADS_1


Adi menghela nafas perlahan ternyata tidak mudah untuk mendapat maaf dari istrinya. Ia mendapati istrinya sudah tidur terlihat helaan nafas istrinya yang teratur.


Adi pun mulai memejamkan matanya tidur menghadap istrinya.


__ADS_2