Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 23 Terlambat Pulang


__ADS_3

Hampir jam 7 malam Adi baru sampai di rumah. Tak biasannya suaminya itu terlambat sampai malam begini. Sebenarnya Shasha ingin menanyakan pada suaminya tapi ia urungkan, nanti sajalah kata Shasha dalam hati.


Seperti biasa Shasha menyambut suaminya datang membawakan tas suaminya ke kamar menaruhnya di meja dekat sofa. Sambil menunggu suaminya mandi Shasha menyiapkan makan malam.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Adi ke luar kamar menuju meja makan. Sampai di sana ditariknya kursi lalu mendudukinya. Kemudian Shasha mengambilkan nasi dan lauk pauk ditaruhnya dalam piring diberikan pada suaminya. Tak lupa mengambil makan untuk dirinya sendiri. Shasha menatap suaminya Adi mengetahuinya tapi ia berpura-pura asyik menikmati makanannya.


" Ada apa?" tanya Adi sambil menyendok makanan dan menaruh ke mulutnya mengunyahnya pelan.


" Nggak nanti saja" kata Shasha menunduk dan tetap makan. Shasha makan sambil melirik ke arah suaminya. Kenapa ya dia kok diam saja, batin Shasha sambil menyendok makanan ke mulutnya. Hingga tak terasa makanan di atas piring habis tanpa sisa. Lalu diambil gelas dan meminum isinya. Shasha melihat suaminya juga sudah selesai makan.


Selesai makan Adi beranjak ke ruang keluarga sementara Shasha membereskan meja makan menaruh piring dan gelas yang kotor ke wastafel. Mencucinya dan menaruhnya ke rak piring. Lalu berjalan mendekati suaminya yang duduk di ruang keluarga sedang menonton tv.


" Mas...." kata Shasha setelah dekat dan hendak duduk di samping Adi. Adi menoleh ke arah istrinya dan tersenyum. Lalu Adi menarik tangan Shasha dan mengarahkan tubuh mungil itu duduk di atas pangkuan Adi.


" Apaan sih mas" sela Shasha setelah duduk di pangkuan suaminya meski tidak menolak.


" Sebentar saja" kata Adi sambil melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Shasha. Dan menempelkan dagunya ke bahu Shasha sambil menikmati harum tubuh istrinya.


Hembusan nafas Adi terasa di telinga Shasha dan sedetik kemudian ujung hidung Adi menempel ke pipi Shasha membuat Shasha kegelian.


" Mas..." ucap Shasha menoleh ke suaminya.


" Hemm..." hanya itu jawaban dari Adi masih tetap merangkul pinggang Shasha.

__ADS_1


" Geli ah..." kata Shasha lagi. Masih tetap pada posisi semula.


Tak ada suara hanya terdengar suara di layar tv yang entah apa acaranya. Sementara Adi masih menikmati aroma lavender dari tubuh Shasha istrinya.


" Mas ..." suara Shasha terdengar lagi. Kali ini menatap suaminya yang sedang memindah chanel tv.


" Hemm kenapa...?" tanya Adi menoleh ke istrinya.


" Dari mana saja tadi sepulang kerja?" tanya Shasha pelan dan hati-hati.


Bukan jawaban tapi sebuah kecupan Adi berikan ke pipi mulus istrinya. Sambil memikirkan jawaban agar istrinya tak curiga padanya.


Cup.


Shasha menatap ke arah Adi tapi suaminya mengalihkan pandangannya ke arah tv. Berbagai hal berputar-putar di kepalanya membuatnya pusing saja.


Mendapat perlakuan mesra seperti itu siapa sih orangnya yang tidak suka. Yang pasti suka tentunya ya kan. Melihat istrinya hanya diam seperti itu Adi tertawa tertahan. Dalam hati hendak menggoda istrinya.


" Mau lagi..." kata Adi menggoda isterinya. Shasha yang melamun tersadar lalu beralih ke layar tv.


" Aku cuma...."


Cup.

__ADS_1


" Ah, bukan itu..." kata Shasha gugup.


" Lalu..."


" Eh itu mas yang tadi belum dijawab" kata Shasha mengingatkan.


" Mas ke rumah temen," kata Adi pelan masih tetap pandangannya ke arah tv.


" Bener..." tatap Shasha menyelidik. Lalu menatap suaminya lagi. Adi ganti menatap istrinya sekilas dan mengangguk.


Shasha beranggapan teman suaminya itu Daniel jadi tak ada yang perlu dikawatirkan. Shasha pun mengangguk dan percaya saja ucapan suaminya. Shasha tersenyum sambil memandang suaminya ternyata kalau dilihat dari dekat suaminya ganteng juga membuat Shasha makin cinta saja. Tak bosan Shasha menatap wajah suaminya dengan penuh cinta. Merasa dipandangi oleh istrinya Adi menoleh.


" Kenapa ha..." sambil menempelkan hidungnya ke hidung Shasha. Shasha menatap suaminya beralih ke bibir suaminya. Dan Shasha pun mengecup bibir Adi sekilas membuat Adi terkejut sesaat tapi sedetik kemudian tak melepaskan begitu saja kecupan dari istrinya. Lalu Adi membalasnya ******* bibir tipis milik istrinya lama hingga menimbulkan desahan kecil yang menggairahkan.


Entah sejak kapan keduanya berpindah ke kamar. Dan malam itu mereka melanjutkan olahraga malam sampai mencapai kenikmatan bersama. Adi mengecup kening istrinya dan menghapus sisa peluh yang menerpa wajah istrinya akibat aktifitas malam mereka. Kemudian menyelimuti tubuh istrinya dan berbaring di sebelah istrinya.


Lalu Adi menghela nafas pelan dan menaruh kedua tangannya ke bawah kepalanya. Menerawang ke langit-langit kamarnya sebentar kemudian melirik ke arah istrinya. Kembali pikirannya berkelana memindai kejadian sore tadi yang menyita perhatiannya. Adi tersenyum melihat tawa anak kecil yang bernama Mike itu. Tawa anak kecil itu yang membuatnya tenang dan nyaman.


Mungkin saat ini anak kecil itu sudah tidur. Ah, kenapa aku memikirkan anak kecil itu batin Adi sendu. Kenapa aku merindukan tawanya, panggilan anak kecil itu kepadanya masih terekam jelas di benaknya. Suara anak kecil yang bernama Mike itu yang menyebutnya 'papa' membuat hatinya menghangat. Adi merindukan panggilan itu argh ia meraup wajahnya gusar.


Sampai kapan keinginan itu akan terwujud suara batin Adi menggema memenuhi seluruh ruang hatinya. Kembali Adi melihat bayangan anak kecil bernama Mike itu lalu tersenyum. Entah apa yang membuat Adi tersenyum yang jelas ia bahagia karna panggilan anak kecil itu kepadanya.


Adi melirik ke istrinya lalu melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya. Mencium bibir tipis istrinya perlahan Adi pun mulai memejamkan matanya lalu tertidur sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


Malam yang panjang dan melelahkan bagi keduanya semoga saja menjadi malam yang memberi harapan akan hadirnya anak di kehidupan Shasha dan Adi nantinya. Semoga saja....


__ADS_2