Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 109 Nathanael, Edo dan Steve


__ADS_3

Semakin malam semakin ramai saja suasana di tempat ini. Wanita berpakaian kurang bahan itu meliuk-liukkan tubuhnya sesuai irama musik sementara para lelaki mengikuti gerakan si wanita. Ada juga yang mabuk berat yang langsung dibawa teman atau pelayan di sana. Ada juga yang langsung memesan kamar termasuk Ken dan Ricko yang setengah mabuk menggandeng wanitanya masuk ke kamar yang dipesan sebelumnya.


Kini tinggal Edo dan Nathanael saja yang berbincang santai. Edo hanya minum sedikit karena dia sudah meninggalkan kebiasaan lamanya bersama teman-temannya. Hanya sesekali saja ikut minum kalau sedang kumpul seperti saat ini.


Nathanael dan Ricko adalah teman Edo saat mereka duduk di bangku SMP. Dan kebetulan Nathanael sedang menjalin kerja sama dengan Edo yang baru berjalan tiga bulan ini. Nathanael membutuhkan furniture dari Edo untuk restoran barunya. Agak susah menemui teman Nathanael yang satu ini untung saja ia masih punya kontak Edo. Ketika Nathanael menghubungi Edo, saat itu Edo sedang berkumpul bersama Ricko dan Ken. Jadilah keduanya bertemu di tempat ini sambil berbincang ringan. Edo yang penasaran Nathanael bisa mengenal Adi bertanya pada lelaki itu.


" Sejak kapan kau kenal Adi " Edo menatap lekat Nathanael.


" Sudah lama sekali saat itu kami masih berseragam putih abu-abu " sahut Nathanael tenang.


" Selama itu lalu gimana kalian bisa kenal karena setahuku kalian beda sekolah " tanya Edo.


Nathanael tersenyum getir bila mengingat masa itu. Masa yang penuh kenangan dan harapan semu pada seorang wanita. Karena kenyataan yang ada wanita itu sudah bahagia bersama suaminya.


" Kami hanya kenal secara tidak langsung " kata Nathanael pelan melirik ke arah Edo.


" Maksudnya " Edo mengerutkan dahinya.


" Aku dan dia sedikit berselisih paham karena seorang wanita, dan wanita itu yang kini menjadi istrinya sekarang " jelas Nathanael.


Edo mengangguk pelan dan tidak bertanya lagi pada Nathanael karena sepertinya lelaki itu enggan bercerita. Kemudian Edo bercerita tentang dirinya dan usaha yang ia tekuni selama ini. Setelah itu Nathanael dan Edo menghabiskan waktu dengan berbincang berbagai hal. Sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang yang langsung duduk dengan santai di depan mereka.


" Steve kau di sini juga " Edo melirik orang yang duduk di depan nya itu.


" Oh ya dia yang mengajakku ke sini " sahut Steve sambil mengambil minuman di depannya.


Ck, siapa yang mengajak nya bukannya dia disuruh Leo, gumam Nathanael.


" Aku pulang duluan " Nathanael bangkit dari duduknya.

__ADS_1


" Hai, aku baru saja duduk dan menikmati minuman ini kenapa pergi " teriak Steve.


" Siapa suruh " Nathanael melangkah keluar setelah berpamitan pada Edo.


Steve berdecak sebal terpaksa ia mengikuti langkah sahabatnya itu.


Edo yang melihat tingkah keduanya hanya terkekeh pelan. Kini tinggal Edo duduk sendirian sambil menikmati minuman beralkohol. Sementara dua teman nya Ricko dan Ken tengah mendaki kenikmatan surga dunia.


Di tempat lain Adi dan Chris telah sampai di rumah. Mas Agus masih terjaga menanti majikannya pulang. Karena tadi sudah dipesan oleh non Shasha agar menunggu suami Shasha itu sampai pulang ke rumah.


Adi langsung masuk ke kamarnya yang letaknya di sebelah kamar ibu Rina. Demikian juga Chris masuk ke kamarnya sendiri yang letaknya di atas.


Saat masuk ke kamar Adi melihat istrinya terlelap bersama baby Zaneta di sebelahnya. Adi meletakkan tas kerjanya di sofa lalu melepas sepatunya. Adi melepas bajunya menyisakan kaos tipis yang melekat di badan dan celana boxer nya saja. Lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuh lelahnya terlihat segar setelah habis mandi. Adi mengambil piyama tidur dan memakainya.


Adi berjalan menuju sofa lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Sebenarnya ia ingin istirahat tapi masih ada satu berkas lagi yang harus ia periksa untuk pertemuan besuk siang.


Saat Adi membuka pintu kamar dan hendak duduk di sofa ia melihat istrinya sudah duduk di pinggir ranjang.


" Mas sudah pulang kenapa tidak membangunkan aku ' Shasha melangkah menghampiri suaminya.


Adi meletakkan cangkir kopinya di meja sofa lalu meraih pinggang istrinya.


" Mas nggak tega bangunin kamu sayang " Adi mengecup bibir tipis istrinya.


" Mas kelihatan lelah kenapa tidak istirahat saja ini sudah larut malam " Shasha melihat wajah kusut suaminya merasa kasihan.


" Aku harus memeriksa berkas untuk pertemuan besuk " Adi masih memeluk pinggang istrinya.


" Bekerja itu penting tapi istirahat jauh lebih penting " Shasha menarik lengan suaminya menuju ranjang.

__ADS_1


" Kalau begitu temani mas malam ini " bisik Adi mulai ******* bibir tipis istrinya.


" Emph ... emph ...ah mas ada baby Zaneta " Shasha melepas tautan bibirnya.


" Kita lakukan di situ saja " Adi mengarahkan pandangannya ke sofa.


Adi menarik pelan tubuh istrinya menuju sofa lalu duduk di sana.


" Kamu yang di atas sayang " Shasha mengangguk.


Akhirnya mereka melakukan olahraga malam hingga hasrat keduanya terpuaskan.


Skip.


" Terimakasih sayang " Adi mencium kening istrinya.


Shasha tersenyum mengusap lembut wajah suaminya. Adi menggendong tubuh mungil istrinya ke kamar mandi. Membuat Shasha menjerit pelan sambil menutup mulutnya takut baby Zaneta bangun. Lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.


Setelah membersihkan diri dan berganti baju tidur keduanya naik ke ranjang. Shasha tidur di sebelah baby Zaneta menyusul Adi di sebelah istrinya. Tangan Adi melingkar di perut istrinya beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus dari Adi. Menandakan lelaki itu terlelap karena kelelahan akibat aktivitas nya tadi bersama istrinya.


Shasha memalingkan tubuhnya menghadap suaminya lalu tersenyum. Mengecup sekilas bibir suaminya lalu mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya.


**************


Semoga suka dengan ceritanya.


Jangan lupa mampir di ceritaku yang lain yaitu Perjalanan Cinta Nathanael dan SELINGKUH.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2