Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku ... Adi Dan Shasha ( 8 )


__ADS_3

Hari berganti hari bergulir begitu cepatnya tak terasa sudah menapaki ke ujian sekolah. Satu minggu lamanya bergelut dengan soal-soal ujian yang membuat kepala Adi dan teman-temannya berdenyut hebat. Kini seminggu sudah berlalu Adi dan teman-temannya bisa bernafas sedikit lega. Tinggal menunggu hari kelulusan yang membuat sebagian siswa sangat tenang. Karena mereka yakin dengan hasil yang di dapat dari kerja keras mereka. Beda dengan siswa yang otaknya pas-pasan mereka sangat resah takut tidak lulus.


Pagi ini seperti biasa Adi mengantar Shasha ke sekolah nya. Adi lebih ramah pada Shasha karena hari ini lelaki berkulit sawo matang itu bersuka hati. Entah apa yang membuat Adi begitu baik pada Shasha. Mungkin hari ini hasil kelulusan siswa akan diumumkan yang membuat lelaki itu tersenyum senang. Sebab Adi yakin akan lulus dengan nilai terbaik.


Setelah mengantar Shasha ke sekolahnya Adi menjalankan motornya menuju sekolah nya. Selesai memarkirkan motornya kedua sahabatnya menghampiri Adi.


" Yakin nih lulus " tanya Adi.


" Yakin dong " Maria yang jawab.


" Kamu Niel " Adi melirik ke sahabatnya.


" Pasti yakin " jawab Daniel.


" Sip deh " kata Adi.


Lalu ketiganya berjalan masuk ke kelas IPA 3 menunggu pengumuman bersama teman-teman yang lain. Saat yang mendebarkan pun tiba semua siswa menghambur ke depan kelas ketika wali siswa IPA 3 itu menempelkan selembar kertas di papan tulis. Ibu Eni guru muda dan tercantik di sekolah itu menyingkir memberi kesempatan pada siswanya melihat ke papan tulis.


Semua siswa berebut untuk melihat hasil kerja keras mereka selama tiga tahun ini. Hanya tiga orang saja yang kelihatan santai. Ketiganya tak lain Adi, Maria dan Daniel. Jelas saja mereka terlihat santai dan tenang karena sejak di kelas sepuluh hingga kelas dua belas ketiganya menduduki peringkat tiga besar.


Adi mendekati sahabatnya.


" Selamat ya Niel akhirnya kau mendapat nilai tertinggi dan menduduki peringkat satu " kata Adi tulus.


" Terimakasih " sahut Daniel.


Giliran Maria memberi ucapan selamat pada Daniel.


" Selamat ya Niel " Daniel melihat tangan Maria yang terulur padanya lalu beralih ke wajah cantik gadis di depannya.


Daniel menyambut uluran tangan gadis berlesung pipit itu.


" Terimakasih " sahut Daniel lirih.


Masih menatap wajah gadis di depannya tangan Daniel sudah diperebutkan oleh teman-temannya. Daniel mendapat ucapan selamat dari teman-temannya juga Bu Eni. Daniel masih sibuk menyambut uluran tangan dari teman-temannya. Sedangkan Adi dan Maria sudah menyingkir dari kerumunan.


" Uh leganya " kata Maria.

__ADS_1


" Bisa sampai sore nungguin Daniel " sahut Adi.


Keduanya meloloskan diri dari teman-teman yang akan memberi mereka ucapan selamat selain sang juara peringkat satu tentunya.


" Mau kemana sekarang " tanya Maria.


" Kita ke taman kota yok " ajak Adi.


" Daniel gimana " tanya Maria.


" Biarin saja nunggu dia kelamaan nanti pasti ada aksi corat-coret di baju " membayangkan itu semua Adi menjadi malas.


Apalagi bajunya yang putih bersih ini kena coretan tangan teman-temannya. Bisa kena wejangan ibunya nanti bila sampai di rumah.


" Okey deh " akhirnya Maria mengangguk setuju.


Adi naik ke motor nya diikuti Maria yang duduk di belakang. Adi menjalankan motornya dengan kecepatan sedang menuju taman kota. Sepanjang jalan menuju taman kota Adi dan Maria bercerita berbagai hal. Tentang rencana keduanya setelah lulus nanti diselingi gelak canda. Adi melajukan motornya melewati sekolah Shasha, pemuda berkulit sawo matang itu sibuk berbicara dengan Maria.


Tidak dinyana dari jarak yang tak begitu jauh ada sepasang mata yang menatap Adi dan Maria. Dan orang itu adalah Shasha gadis berseragam SMP itu mengusap sudut matanya yang basah. Shasha menatap tak berkedip pada kak Adi dan gadis yang duduk di belakang motor pemuda itu.


Shasha mendongak melihat pemuda yang baru datang.


" Nathan " Shasha menyebut pemuda yang baru datang.


Secepatnya Shasha menghapus bulir bening yang hampir menetes.


Pemuda berseragam putih abu-abu itu lalu duduk di sebelah gadis berseragam SMP.


" Sendirian " tanya pemuda itu lagi.


" Ya " jawab singkat Shasha.


" Belum pulang " tanya nya lagi.


Shasha menggeleng lalu menundukkan kepalanya.


" Hei ada apa " pemuda bermata sipit itu meraih lengan gadis di sampingnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Shasha menggeleng pelan. Masih tetap menunduk Shasha bingung mau pulang atau menunggu anak dari sahabat mamanya itu.


" Ikut pulang bersamaku " tawar pemuda itu lagi.


Shasha menoleh ke arah pemuda berseragam putih abu-abu di sebelah nya.


" Tidak usah takut nanti aku yang akan bicara sama siapa ya namanya aku lupa " pemuda itu menekan pelipisnya.


" Kak Adi ' ingat Shasha.


" Ah, ya itu Adi kan namanya ' Shasha mengangguk.


Pemuda itu berdiri mengulurkan tangannya pada gadis berseragam SMP itu.


" Tidak usah takut aku tidak akan menculik mu tapi mengajakmu berkeliling kota ini. Gimana " tanya pemuda berseragam putih abu-abu itu.


Shasha menatap pemuda di depannya sedetik kemudian menyambut uluran tangan pemuda itu.


Shasha naik ke motor pemuda tadi, Nathanael menyalakan mesin motornya lalu melaju pelan menembus jalanan siang itu.


Dari jauh Daniel memacu motornya mengejar sepupunya yang membawa Shasha entah kemana. Ya, setelah bisa meloloskan diri dari teman-teman dan juga guru muda dan tercantik di sekolah nya. Daniel mengambil motornya dan mencari dua sahabatnya di tengah jalan ia melihat sepupunya sedang memboncengkan Shasha. Daniel memilih membuntuti sepupunya itu.


" Mau dibawa kemana Shasha " Daniel bergumam sambil terus menambah kecepatan laju motornya.


Daniel merasa khawatir dengan gadis itu. Meskipun sepupunya itu baik tapi bisa beda kalau sudah di atas motor. Semoga saja dia tidak memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Bisa jantungan tuh anak orang, gumam Daniel.


*********


Maaf baru up.


Semoga tidak bosan menunggu lama.


🙏🙏🙏.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih ...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2