Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 59 Pengakuan Shasha


__ADS_3

Adi masih penasaran dengan hubungan Dimas dan istrinya. Bukannya tidak tahu ia sangat tahu karena dia pria dewasa. Saat itu ia melihat Dimas menatap istrinya dengan pandangan yang berbeda. Bukan seperti seorang teman tapi seperti pria terhadap wanita. Ada gemuruh di dadanya yang tiba-tiba menyergap dirinya tapi saat itu ia menahannya.Tak ingin menimbulkan hal yang tak diinginkan lalu Adi secepatnya mengajak istrinya pergi. Untungnya istrinya mendengarkan perkataannya lalu pergi meninggalkan tempat itu. Adi berjalan sambil melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, ia ingin menunjukkan pada Dimas bahwa Shasha adalah miliknya.


Sampai di tempat parkir Adi langsung masuk ke mobil tanpa membuka pintu untuk istrinya. Shasha merasa heran dengan sikap suaminya tanpa bicara ia bergegas mengikuti suaminya untuk masuk ke mobil.


Adi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di siang menjelang sore hari. Udara saat itu begitu sejuk tapi kebalikan dengan Adi yang hatinya terbakar bara api yang dapat menghanguskan apa saja di sekitarnya. Shasha memanggil suaminya tapi Adi mengacuhkannya. Adi tetap fokus di depan kemudi dan pandangannya ke jalanan. Seolah tidak mendengar panggilan dari istrinya. Lalu Shasha memanggil suaminya untuk yang kedua kalinya. Sikap Adi tetap sama seolah tidak mendengar panggilan istrinya. Walau sangat jelas di telinganya tapi Adi masih kesal dengan istrinya maka dari itu ia lebih baik diam. Sambil mencari cara yang terbaik untuk bertanya pada Shasha agar istrinya tidak tersinggung dan marah nantinya. Karena istrinya saat ini sedang hamil dan dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada calon anaknya itu.


Kejadian masa lalu menjadi pelajaran baginya untuk menyelesaikan masalah saat itu juga. Adi teringat dengan kedua mertuanya itu yang sering selisih paham tapi mereka bisa menyelesaikan masalahnya dan secepatnya rukun kembali.


Shasha memanggil suaminya untuk yang ketiga kalinya. Adi melirik ke arah istrinya sebenarnya ia masih kesal tapi ia tak tega mendiamkan istrinya itu. Shasha menatap suaminya pandangan mereka beradu. Adi melengos.


" Ada apa " tanya Adi menahan kekesalan. Mencoba untuk bicara pelan pada istrinya.


" Mas yang kenapa dipanggil dari tadi diam saja " kata Shasha kesal.


Adi melihat istrinya sekilas lalu melajukan mobilnya perlahan. Menepikan mobilnya dan menghentikan laju mobilnya. Adi mematikan mesin mobilnya. Kemudian menatap istrinya yang sedang kesal. Harusnya aku yang kesal kenapa malah dia, Adi mengusap dahinya yang berkerut.


" Ada hubungan apa kamu sama Dimas " tanya Adi menatap tajam ke arah istrinya.


" Teman " sahut Shasha menatap kaca depan mobil.


" Hanya teman katamu " kata Adi tak percaya.


" Ada apa sih mas, mas nggak percaya ya sama aku. Dimas sama juga seperti Nathanael hanya teman " kata Shasha menatap lekat pada suaminya.

__ADS_1


" Hanya teman bagimu tapi mereka tidak menganggap mu demikian. Mereka menganggap mu lebih dari seorang teman " kata Adi kesal.


" Mas cemburu " tebak Shasha.


" Buat apa aku cemburu " Adi mengalihkan pandangannya ke depan.


Lalu Shasha meraih tangan suaminya dan menggenggamnya. Adi hanya melirik saja melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya. Kemudian Shasha menceritakan pada suaminya baginya entah itu Nathanael, Dimas atau lainnya yang dekat dengannya semua dianggap sebagai teman. Dan hanya ada satu nama yang bersemayam di hatinya dari dulu sampai sekarang yaitu Adi suaminya.


Kedekatan Shasha dan Adi sejak kecil menimbulkan rasa sayang Shasha pada Adi. Semakin bertambah usia keduanya rasa sayang itu berubah menjadi cinta di dalam diri Shasha. Meski Adi mengacuhkannya tapi rasa itu tidaklah berubah. Dan pada akhirnya keduanya dipertemukan dalam ikatan pernikahan meski Adi waktu itu tidak mencintainya. Tapi Shasha tetap berharap suatu saat cinta akan hadir di dalam diri Adi untuk dirinya.


" Apakah mas sekarang percaya bahwa mas adalah satu-satunya orang yang aku cintai saat dulu, sekarang dan selamanya. Sampai nyawa terlepas dari tubuh ini, apa pun yang terjadi aku akan tetap mencintai mas " kata Shasha panjang kali lebar.


Adi yang mendengar pengakuan dari istrinya merasa terharu ternyata istrinya mencintai dirinya dari sejak kecil. Dia yang tidak peka selama ini atau tahu tapi mengabaikan perasaan istrinya itu. Dan mencari tulang rusuknya di luaran sana.


" Maafkan aku yang belum bisa mencintaimu sebesar cintamu padaku " kata Adi mencium punggung tangan istrinya.


" Mas janji " kata Adi serius.


" Dan satu hal yang harus mas ingat, jaga sikap mas saat di luaran sana " Shasha mengingatkan.


" Iya sayang " Adi menatap ke arah istrinya. Shasha tersenyum.


Ah, istrinya itu sekarang sudah seperti mama mertuanya saja. Adi mengusap tengkuknya beralih ke kemudi lalu menyalakan mesin mobilnya. Adi melajukan kembali mobilnya di jalan sore yang mulai dipadati oleh kendaraan. Saat sedang berkendara tiba-tiba istrinya mengajaknya menghentikan mobilnya.

__ADS_1


" Mas berhenti sebentar " pinta Shasha.


" Tidak bisa sayang " kata Adi.


" Kenapa tidak bisa " seru Shasha.


" Banyak mobil di belakang kita " tunjuk Adi melirik ke belakang.


" Tapi aku mau makanan yang di sana " seru Shasha menengok ke samping kiri.


" Kita cari tempat parkir dulu " Adi memelankan laju mobilnya. Lalu berbelok ke tempat parkir yang dekat dengan penjual makanan yang diinginkan oleh istrinya.


" Mau di sini apa ikut " tanya Adi.


" Di sini saja " kata Shasha.


" Mau beli apa " Adi.


" Kue putu sama gethuk " Shasha.


" Ada lagi " Adi.


" Udah itu aja " Shasha.

__ADS_1


" Tunggu di sini jangan kemana-mana " kata Adi. Shasha mengangguk.


Lalu Adi membuka pintu mobil dan melangkah ke penjual makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah didapat makanan itu Adi menuju mobilnya. Dan memberikan dua bungkus makanan itu pada istrinya. Kemudian melajukan kembali mobilnya untuk pulang ke rumah.


__ADS_2