Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 55 Dimas ?


__ADS_3

Seperti biasa selesai sarapan pagi mereka berbincang ringan. Obrolan diselingi canda dan tawa juga perdebatan kecil membuat suasana pagi ini penuh warna. Disela-sela perbincangan ringan itu papa Sam bertanya pada Shasha.


" Kapan jadwal periksa kandungan mu sayang " tanya papa Sam.


" Rencananya sih nanti siang, pa " kata Shasha.


" Biar papa antar ya " kata papa Sam.


" Tidak perlu pa, mas Adi nanti yang mau mengantar Shasha, ya kan mas " kata Shasha melihat ke arah suaminya.


" Ya pa ma nanti sebelum jam makan siang " kata Adi mengiyakan perkataan istrinya.


" Apa tidak menggangu pekerjaanmu di kantor " kata papa Sam pada menantunya.


" Tidak pa " kata Adi.


" Baguslah kalau begitu " kata papa Sam akhirnya.


Lalu Adi bangkit berdiri berpamitan pada mertuanya untuk bekerja. Shasha mengantar suaminya sampai teras depan


" Mas pergi dulu " kata Adi.


" Hati-hati ya mas" kata Shasha.


" Jagain mama ya sayang jangan nakal " kata Adi mencium perut istrinya. Lalu Adi mengecup kening Shasha.


Setelah itu Adi masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan komplek perumahan elite itu.


Sesampainya di kantor Adi disibukkan dengan pekerjaannya. Adi ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaannya. Setelah itu mengantarkan istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan istrinya. Dia sudah tidak sabar melihat perkembangan hasil karyanya bersama istrinya itu.

__ADS_1


Sepuluh menit menjelang makan siang Adi masih berkutat dengan layar komputer di depannya. Di sebelahnya Dimas karyawan baru yang menggantikan Daniel sahabatnya telah membereskan pekerjaannya. Dimas melihat Adi sebentar dan tampak hendak mengatakan sesuatu. Adi yang merasa diperhatikan menoleh ke arah Dimas.


" Ada apa? " tanya Adi.


" Eh anu pak ma- maaf pak Adi, apa boleh saya ijin sebentar " kata Dimas ragu-ragu.


" Ya memang mau ijin kemana " tanya Adi.


" Em begini pak, saya mau ijin menjenguk adik saya yang sedang sakit di rumah sakit. Saya tidak tahu harus ijin pada siapa " kata Dimas menjelaskan.


Adi melihat jam di tangannya dan tersenyum. Lalu beralih ke arah rekan kerjanya yang baru seminggu bekerja bersamanya itu.


" Tidak perlu minta ijin ini sudah waktunya jam makan siang " kata Adi.


" Tapi pak kalau nanti saya terlambat datang gimana, apa saya akan dimarahi " kata Dimas masih ragu.


" Nanti saya yang akan bicara sama bos " kata Adi. " Oh ya jangan panggil saya pak, panggil saja Adi. "


" Ya sudah saya juga akan pergi " kata Adi merapikan mejanya dan bergegas keluar dari ruangan.


Adi melangkah menuju lift lalu menekan tombol ke lantai dasar tempat mobilnya terparkir.


Setelah menjemput istrinya Adi melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Dan di sinilah Adi sekarang di depan ruangan dokter spesialis kandungan. Adi duduk di sebelah istrinya dan di sebelah sana ada juga ibu-ibu hamil yang sedang antri untuk diperiksa. Ada yang datang sendiri ada juga yang diantar oleh saudara atau kerabat. Untung tidak banyak yang antri dan Shasha mendapat giliran antrian kedua.


Ketika nama istrinya dipanggil oleh suster masuklah Shasha dan Adi ke dalam ruangan dokter Steve. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayinya sehat. Dan dokter Steve menuliskan sesuatu di secarik kertas lalu memberikan pada Adi.


Setelah mengucapkan terimakasih dan bersalaman dengan dokter Steve, Adi keluar dari ruangan dokter spesialis kandungan itu. Adi menyuruh Shasha untuk menunggu sementara dia hendak menebus obat.


Dari arah belakang seseorang sedang berjalan menuju ke arah shasha. Saat itu Shasha yang duduk tidak sengaja menoleh ke arah orang itu. Dan keduanya sama-sama terkejut.

__ADS_1


" Shasha kamu Shasha kan " kata orang itu tak percaya dengan penglihatannya.


" Dimas benar kau Dimas " kata Shasha lalu tersenyum senang. " Sedang apa kau di sini "


" Aku sedang menjenguk adikku yang sedang sakit " kata orang itu yang ternyata adalah Dimas.


Lalu Dimas mendekat dan duduk di sebelah Shasha. Dimas menatap lekat pada Shasha raut wajahnya tampak berbinar ketika bertemu dengan Shasha.


Ingatannya kembali ke masa lalu. Saat pertama kali bertemu dengan pujaan hatinya itu. Saat pulang sekolah saat itu Shasha sedang menunggu sopir untuk pulang ke rumah. Lama menunggu sopirnya tak kunjung datang. Akhirnya Dimas mendekati Shasha dan memberanikan diri untuk mengantarkan pulang ke rumah. Sejak saat itu keduanya tampak akrab. Sampai akhirnya Dimas harus mengikuti orangtuanya untuk pindah ke kota G.


Sekarang dia kembali ke kota ini bersama adiknya dan tinggal dengan neneknya. Sementara kedua orangtuanya tetap tinggal di kota G. Dimas menyakinkan pada orangtuanya bahwa ia akan mendapatkan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan dirinya dan adiknya. Orangtuanya pun akhirnya percaya. Tapi tujuan utamanya adalah ia ingin mengejar cintanya.


" Adikmu sakit apa? " tanya Shasha membuyarkan lamunan Dimas.


" Eh itu sakit maag " jawab Dimas gugup karena terlampau senang bertemu dengan pujaan hatinya.


" Sakit maag kok sampai masuk rumah sakit " kata Shasha lagi.


" Adikku itu bandel banget susah dibilangin sudah tahu nggak bisa makan yang pedas-pedas eh malah makan juga " kata Dimas.


Lalu Dimas teringat sesuatu dan bangkit berdiri. Sebenarnya ingin rasanya duduk bersama Shasha lebih lama tapi apalah daya ia harus kembali ke kantor. Karena ia tidak mau memberi kesan buruk pada atasannya. Sebab baru seminggu ia diterima bekerja di sana.


Setelah berpamitan dengan shasha dan bertukar nomor ponsel akhirnya Dimas bergegas kembali ke kantor.


Sementara itu Adi yang sudah selesai menebus obat untuk istrinya menghentikan langkahnya. Ketika dari kejauhan ia melihat istrinya sedang berbicara dengan seseorang. Sepertinya Adi mengenal orang yang berbicara dengan istrinya itu.


Lalu Adi bergegas menghampiri istrinya tapi orang yang berbicara dengan istrinya itu sudah beranjak pergi berbelok ke lain arah.


*********

__ADS_1


Nah lho apa Adi akan cemburu lagi dengan orang yang bernama Dimas itu. Lalu bagaimana kabar Kinanti. Ikuti kisah selanjutnya di Maafkan Aku, Istriku...


Terimakasih buat like dan komennya semoga author semakin semangat lagi.


__ADS_2