
Hari sudah sore sebentar lagi malam. Maria sedang menunggu bus selanjutnya. Bus terakhir yang akan membawanya ke tempat sepupunya.
Aduh lama sekali bus nya datang. Kalau kemalaman tak ada angkutan umum yang lewat. Apa naik taksi online saja ya, gumamnya lagi. Ia tampak gelisah sesekali melihat jam di layar ponselnya.
Berharap masih ada bus yang lewat.
Sementara di seberang sana Daniel baru keluar dari minimarket. Sepintas ia melihat Maria di halte. Sedang apa dia di sana, bukannya tadi bersama Adi.
Diambilnya motor kesayangannya dijalankannya pelan menuju halte bus. Sesampainya di depan halte bus Daniel mengajak Maria untuk naik ke motornya. Berpikir sebentar lalu duduk di belakang Daniel. Motor Daniel mulai melaju pelan.
"Mau pulang..."
"Tidak-tidak ke sepupu aku dulu" kata Maria memberi tahu. Lalu Daniel menjalankan motornya sesuai petunjuk arah dari Maria.
Sampai di tempat yang di tuju Maria turun dari motor. Maria berjalan memasuki rumah sepupunya diikuti Daniel di belakangnya. Rumah sederhana bercat krem, ruang tamu bercat senada.
Di sana sudah duduk seorang gadis manis lebih tua beberapa tahun dari Maria. Rambut hitam sebahu kulit bersih, mata bening hidung mancung, bibir tersenyum samar. Menatap tajam ke arah Maria yang ditatap hanya mengulas senyum tipis.
" Hai sepupu...kenalkan ini Daniel temanku" katanya mengalihkan pandangan.
" Daniel".
" Renata".
__ADS_1
" Sudah tahu kesalahanmu" tanya Renata lembut tapi tetap menatap tajam ke Maria.
" Maaf" suara Maria melemah sambil merapatkan ke dua tangannya di dada.
Daniel yang melihat hanya duduk dan mendengarkan saja.
Gadis bernama Renata itu menghela nafas pelan. Ia harus sabar menghadapi sepupunya yang menganggap enteng masalahnya. Penyakitnya walau tidak berat tapi meski ditangani dengan serius. Dan itu sudah ia katakan pada Maria, karena Renata seorang dokter.
Beberapa waktu lalu Maria sempat di rawat di rumah sakit karena penyakitnya. Ia tidak memberitahukan di rumah sakit mana dirawat termasuk kekasihnya, Yo panggilan kesayangan buat Adi. Beberapa waktu menghilang membuat Adi sangat kehilangan dan terpaksa menerima perjodohan dengan Shasha. Ketika di rawat Maria mendengar kabar kekasihnya akan menikah. Ia sangat shock dan berusaha untuk menerimanya. Dengan susah payah ia meminta ijin pada Renata sepupunya untuk hadir di pesta pernikahan kekasihnya. Renata tak tega melihat sepupunya itu bersedih dan mengijinkan Maria bertemu Adi walau sebentar. Dan kembali ke rumah sakit untuk di rawat kembali.
Kini kondisi Maria sudah lebih baik. Ia tidak mau terikat dengan peralatan rumah sakit dan memilih berobat jalan. Mempercayakan pengobatannya pada Renata, sepupunya. Hampir seminggu lamanya ia tak memberi kabar pada sepupunya. Berkali-kali sepupunya telpon dan mengirim pesan tapi Maria tak menjawab. Hanya sekali ia memberi balasan karena teguran keras dari sepupunya.
Renata berdiri dan masuk ke dalam rumah sebentar kemudian keluar duduk di tempatnya tadi.
" Jangan lupa kalau habis hubungi aku" kata Renata sambil memberikan bungkusan ke Maria.
" Bulan depan check rutin ke rumah sakit" kata Renata mengingatkan.
" Harus ke rumah sakit" tanya Maria lagi.
" Di sana lebih komplit peralatannya" sahut Renata.
Setelah mengucapkan terimakasih pada sepupunya Maria pamit pulang. Diikuti Daniel di sebelahnya juga pamit pulang. Sedari tadi Daniel hanya diam tanpa bersuara.
__ADS_1
Di perjalanan Daniel mengajak Maria untuk makan di warung makan pinggir jalan. Kebetulan perutnya sudah lapar Maria mengangguk saja. Daniel berhenti di warung soto ayam langganannya.
Sambil menunggu pesanannya datang Daniel memberanikan diri untuk bertanya.
" Kamu sakit apa?" tanya Daniel. Maria termenung sebentar lalu ragu-ragu berkata.
" Aku akan cerita tapi janji jangan ngomong sama dia ya" ucap Maria memohon. Dia yang di maksud Maria adalah Adi.
Ia tak ingin Adi tahu soal penyakitnya. Tak tahu apa alasannya yang jelas Daniel mengiyakan perkataan Maria.
Lalu Maria bercerita tentang penyakitnya. Bermula hanya rasa nyeri yang di rasa Maria di bawah perutnya. Lama-lama rasa nyeri itu tak bisa ditahan lalu ia ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Setelah mendengar keterangan dari dokter Maria mencoba untuk rawat jalan saja. Karena agak terlambat penanganannya Maria harus dirawat beberapa hari agar kondisinya membaik.
" Ini tidak berbahaya hanya benjolan kecil di rahim, tapi tetap ditangani dengan serius," kata dokter Renata waktu itu menjelaskan.
Dengan berat hati Maria menyanggupi untuk beberapa hari dirawat di rumah sakit. Dan setelah kondisinya membaik Maria minta berobat jalan saja.
"Sejauh ini semua baik-baik saja, aku takut kalau itu kanker" kata Maria sendu.
Daniel mendengarkan dengan penuh perhatian dan trenyuh melihat ke Maria. Wanita yang dicintainya juga dicintai Adi itu menunduk sedih.
Daniel menggenggam tangan Maria dan menghiburnya. Memberi semangat pada Maria agar tak putus asa dan tetap berdoa.
Setelah berbincang agak lama akhirnya pesanan pun datang lalu menyantapnya.
__ADS_1
Selesai makan Daniel membayar makanannya dan berlalu meninggalkan warung makan.
Hari sudah malam ketika Daniel mengantar Maria pulang ke rumahnya. Maria berterimakasih pada Daniel karena sudah mengantarnya sampai rumah.