
Selesai makan malam Adi langsung ke kamar. Pikirannya masih terbawa pada kejadian sore tadi di mana istrinya bersama Nathanael berada di kamar. Berbagai pikiran buruk muncul di benaknya. Adi masih kesal pada istrinya.
Sementara itu Shasha membersihkan meja makan lalu mencuci peralatan yang kotor. Menaruhnya ke rak piring lalu menyusul suaminya. Hendak menjelaskan agar suaminya tidak salah paham lagi kenapa ia dan Nathanael di kamar tadi.
Shasha masuk ke kamar dan melihat suaminya tiduran di ranjang sambil menonton tv. Lalu ia menghampiri suaminya. Merebahkan tubuhnya di samping suaminya. Memiringkan tubuhnya dan mengelus pipi suaminya.
" Mas masih marah" kata Shasha menatap suaminya.
Adi hanya diam saja.
" Nathanael hanya mengantar aku pulang. Karena aku tadi tidak enak badan " kata Shasha menjelaskan.
Adi menatap Shasha mengusap lembut pipi istrinya.
" Aku tidak suka kau dekat-dekat dengannya " kata Adi merengkuh tubuh mungil istrinya.
" Maaf " kata Shasha akhirnya.
Adi mendekap tubuh istrinya mengecup keningnya merasakan hangat tubuh istrinya yang setiap hari menemani dirinya di kala malam hari.
Ada rasa yang entah apa namanya ketika Shasha berdekatan dengan Nathanael. Adi sendiri tidak tahu dengan perasaannya saat ini.
" Gimana kalau kau berhenti bekerja " kata Adi selanjutnya.
Shasha terkejut mendengar perkataan suaminya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena yang mengijinkan nya bekerja adalah suaminya. Kalau saat ini suaminya menyuruh berhenti dia sebagai istri mesti menurut apa kata suami.
Mungkin lebih baik ia berhenti bekerja saja agar suaminya tidak berpikir macam- macam tentang dirinya. Dengan demikian hubungan dia dan Adi akan lebih baik lagi. Shasha mengangguk Adi tersenyum istrinya menuruti permintaannya.
" Maukah mas besuk mengantarku " kata Shasha lagi.
" Kemana ? " tanya Adi.
" Ke kafe mau ketemu Dini sekalian pamit tidak apa-apa kan " kata Shasha meminta persetujuan.
Akhirnya Adi menyetujui permintaan Shasha istrinya. Hari telah larut malam Shasha mulai menguap karena mengantuk Adi juga mulai memejamkan matanya. Keduanya kini tertidur sambil berpelukan.
********************
Pagi harinya sesuai kesepakatan Adi mengantar Shasha ke kafe sahabatnya. Sudah hampir jam sebelas mereka berangkat. Mobil berhenti di depan kafe Dini. Lalu Shasha turun dan mengatakan pada Adi suaminya untuk menjemputnya selepas makan siang saja. Adi mengangguk dan menjalankan mobilnya dengan perasaan gembira.
Tak lama kemudian ponselnya bergetar ada pesan masuk di ponselnya. Lalu ia mengambil benda pipih itu dan membukanya. Setelah membaca pesan di layar ponselnya Adi melajukan mobilnya ke tempat yang di tuju.
Sementara di kafe Shasha yang hendak bertemu sahabatnya berjalan mendekati Anita. Anita yang melihat Shasha bertanya padanya.
" Kenapa masuk apa sudah sehat ? " tanya Anita.
" Sudah. Apa Dini sudah datang ? " tanya Shasha.
" Belum, mungkin habis makan siang. Ada apa ? " tanya Anita lagi.
__ADS_1
" Em mau pamit ..." kata Shasha.
Suara Shasha terhenti saat Nathanael memanggilnya. Nathanael mendekati dua wanita itu.
" Memang sudah sembuh ? " tanya Nathanael pada Shasha.
Shasha tersenyum dan mengangguk.
" Beneran ? " tanya Nathanael.
" Ya iyalah masa bohong " kata Shasha tersenyum tertahan.
" Aku cuma mau pamit " kata Shasha membuat Nathanael dan Anita terkejut.
" Kau mau kemana ? " tanya Nathanael.
" Tidak kemana-mana cuma mau berhenti kerja saja " jelas Shasha.
Nathanael termenung lalu menatap Shasha.
" Apa karena masalah kemarin " tanya Nathanael.
Shasha menggeleng.
" Ya sudah nggak apa-apa tapi aku masih berhutang padamu " lanjut Nathanael.
" Mentraktir mu gimana kalau sekarang kita makan mumpung aku baru gajian " seru Nathanael.
" Tapi .... " Shasha ragu.
" Ayolah sekali ini saja mau kan " mohon Nathanael
" Baiklah " sahut Shasha kemudian.
" Lah aku gimana " seru Anita.
" Mbak Anita di sini saja jaga kafe sambil lihat bos Dini datang ntar kabari aku ya " kata Shasha.
Shasha dan Nathanael tergelak bersama melihat Anita cemberut.
" Sabar ya mbak lain kali mbak Anita yang ditraktir sama dia " Shasha menunjuk Nathanael.
" Iya deh mbak entar gantian mbak Anita yang ditraktir " kata Nathanael.
" Beneran nih " seru Anita.
" Iya entar mbak Anita mau ditraktir di restoran mana aku turutin deh ' janji Nathanael.
" Oke kalau gitu " Anita berbinar senang.
__ADS_1
Nathanael dan Shasha berjalan keluar kafe dan masuk ke mobil. Nathanael melajukan mobilnya ke sebuah mall yang berada di pusat kota. Keduanya mencari restoran di dalam mall tersebut. Lalu keduanya duduk dan memesan makanan.
Tak jauh dari tempat duduk Shasha, Adi juga sedang duduk bersama Kinanti dan Mike. Ternyata Adi mendapat pesan dari Kinanti untuk bertemu karena Mike ingin makan siang bersama Adi . Adi lalu menemui Kinanti untuk makan siang. Tak apalah sekedar makan siang, pikir Adi.
Setelah memesan makanan Shasha duduk sambil menunggu pesanan. Sementara itu ponsel Nathanael berdering lalu melihat siapa yang menelepon. Nathanael mengambil benda pipih itu dari saku bajunya. Nathanael berdiri dan berjalan menjauhi tempat duduk untuk menerima panggilan telpon.
Dari seberang meja tempat Shasha duduk Adi, Kinanti dan Mike sedang menikmati makanan. Seperti biasa Mike sangat manja dan minta disuapi oleh Adi. Adi dengan sabar menyuapi Mike, anak kecil itu makan sambil sesekali berceloteh membuat Adi dan Kinanti tertawa akan kelucuan anak kecil itu.
Pesanan sudah datang tapi Nathanael masih sibuk dengan ponselnya. Shasha mencari Nathanael mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. Ia terpaku pada sosok yang amat sangat dikenalnya.
Sosok suaminya dan seorang wanita cantik serta anak laki-laki. Siapa mereka, batin Shasha benaknya diliputi praduga hatinya bergemuruh melihat keakraban mereka. Shasha berdiri meninggalkan mejanya dan melangkah mendekati meja dimana suaminya berada.
" Mas... " suara Shasha tergetar menahan sesak di dada.
Adi menoleh dan terkejut melihat istrinya ada di depannya.
" Shasha ... " gumam Adi.
" Mas apa yang lakukan di sini dan siapa mereka " kata Shasha menahan air matanya.
" Ini bisa aku jelaskan... dia ... " suara Adi terpotong oleh panggilan Mike.
" Papa suapi aku lagi " rengek Mike dengan polosnya.
" Papa " lirih suara Shasha mengikuti panggilan anak kecil itu pada Adi.
Deg.
Jantung Shasha seolah berhenti berdetak. Ia menghela nafas perlahan lalu menatap ke arah anak kecil itu dan beralih ke suaminya.
" Aku bisa jelaskan dengarkan aku dulu " kata Adi ingin mengatakan sesuatu pada istrinya.
" Mas tega sekali menyuruhku berhenti bekerja agar mas bisa bebas bersama dia " Shasha meneteskan air matanya.
Adi meraih tangan Shasha tapi Shasha menepiskan nya. Shasha menutup mulutnya lalu membalikkan badan pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.
" Shasha dengarkan dulu " teriak Adi.
Shasha terus berjalan keluar dari mall ia tidak menghiraukan Adi yang terus memanggilnya. Adi mengejar istrinya sampai di depan mall. Shasha terus saja berjalan tanpa disadari ia sudah keluar dari area mall. Sampai akhirnya ia tak dapat menahan keseimbangan badannya. Tiba-tiba ia jatuh terkulai tak sadarkan diri. Tapi sebuah tangan kekar meraih tubuhnya dan membopong tubuh Shasha masuk ke mobil. Mobil itu melesat menuju rumah sakit terdekat.
******************
Semoga suka dengan ceritaku ini.
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih.
.
__ADS_1