
Adi melhat gadis yang ia panggil Kinan itu berjalan bersama Simon. Lelaki teman sekolah Adi itu juga menyukai gadis yang ditaksir Adi. Seketika hati Adi menjadi panas. Selanjutnya Adi berjalan cepat ke arah keduanya lalu menarik kasar tangan Kinanti.
" Sakit Di " teriak Kinan tak dihiraukan oleh Adi.
Adi membawa gadis itu ke belakang sekolah. Tangan Kinanti memerah karena cengkeraman kuat tangan Adi. Setelah sampai di belakang sekolah Adi melepaskan tautan tangannya. Adi melirik ke pergelangan tangan gadis itu lalu beralih ke wajah cantik gadis yang disukainya.
" Maaf " satu kata keluar dari mulut Adi.
Sepertinya Adi menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada Kinanti. Adi hendak meraih tangan Kinanti tapi segera ditepis oleh gadis itu.
" Apa-apaan sih kamu " seru Kinanti.
" Aku tidak suka kau jalan bareng Simon " jujur Adi.
" Suka-suka aku dong mau jalan sama siapa " ketus Kinanti.
" Kinan aku suka kamu " Adi mendekat dan menggenggam tangan Kinanti.
Hati Kinanti senang mendengar ucapan Adi beberapa detik yang lalu. Tapi gadis cantik dengan rambut sebatas pinggang itu tetap berwajah ketus dan tak bersahabat. Ia ingin tahu seberapa besar Adi menyukai dirinya. Kinanti melepas genggaman tangannya lalu tanpa sepatah katapun pergi menjauh dari sana.
" Kinan Kinan aku cinta sama kamu " teriak Adi.
Kinanti menghentikan langkahnya ia memunggungi Adi. Gadis itu tersenyum tapi secepatnya ia pergi menjauh dari Adi.
" Aaaaagrh..." teriak Adi sambil meremas rambutnya.
Pemuda berkulit sawo matang itu berjalan lesu masuk ke ruang kelasnya. Ia melangkah melewati dua sahabatnya dan duduk di bangkunya.
Maria dan Daniel melihat Adi tak bersemangat masuk ke kelas. Kedua sahabat Adi saling pandang.
" Ada apa dengan dia " Maria menyenggol lengan Daniel.
" Mana ku tahu " Daniel berkata pelan sambil mengedikkan bahunya.
Kini ketiga sahabat itu berada di kantin sekolah.
" Mau pesan apa " tanya Maria pada kedua sahabatnya.
__ADS_1
" Lemon tea " sahut Daniel.
" Kamu Di " Adi diam masih teringat kejadian tadi pagi yang membuatnya kesal.
Daniel melirik sahabatnya.
" Udah samain saja " Daniel yang menjawab.
Maria pergi memesan makanan untuk dirinya sendiri, ia juga memesan tiga lemon tea untuk dirinya dan dua sahabatnya.
" Dari tadi muka lecek kayak gitu emang ada apa " Daniel menelisik Adi.
" Kalau dia suka sama kamu pasti dia tidak akan pergi dengan laki-laki lain " sahut Daniel.
" Aku tak yakin " jawab Adi ragu.
" Ini gara-gara Simon " Adi menekuk wajahnya.
" Kenapa dengan anak itu " Daniel masih mengamati wajah sahabatnya.
Adi menghela nafasnya menghilangkan sesuatu yang mengganjal hatinya.
" Kamu cemburu " tebak Daniel.
" Tentu saja aku cemburu " Adi melirik sahabatnya.
Daniel menepuk bahu Adi.
" Mungkin dia tak yakin sama kamu " seru Daniel.
" Maksudmu " Adi mengeryit heran.
" Dia ingin menguji mu seberapa besar cintamu sama dia " jawab Daniel santai.
Adi mencerna perkataan Daniel. Apa benar yang dikatakan Daniel ya, gumam Adi. Adi masih sibuk dengan lamunannya.
Setelah pesanan datang Maria lebih memilih makan mie ayam pesanannya. Daniel sibuk dengan ponselnya sedang Adi mendinginkan kepalanya dengan minum lemon tea.
__ADS_1
Saat pulang sekolah Adi pamit duluan pada dua sahabatnya. Adi mendatangi kelas Kinanti dan akan mengajak gadis itu untuk pulang bersamanya.
Adi sampai di depan kelas Kinanti bersamaan Simon yang juga datang. Kedua pemuda itu bersitegang dan melemparkan tatapan tajam. Salah satunya tidak ingin mengalah hingga menimbulkan pertengkaran. Untung saja gadis yang diperebutkan oleh dua pemuda itu cepat datang. Sehingga tidak terjadi baku hantam di antara Adi dan Simon.
" Ada apa sih dengan kalian berdua ? " Kinanti menatap heran pada kedua pemuda di samping kiri dan kanan nya.
" Kamu kan sudah janji mau pulang bareng aku kan Ki ? " sahut Simon sambil menatap gadis di sampingnya.
" Kinan pulang bareng aku ya " Adi tak mau kalah.
Kinanti menghela nafas perlahan. Gadis itu bingung memilih mau pulang sama siapa. Tapi ia sudah janji sama Simon untuk pulang bareng dengan pemuda itu.
" Maaf Di tadi pagi aku sudah janji sama Simon " seru Kinanti.
Kinanti terpaksa menolak pulang dengan Adi karena ia tak enak dengan Simon.
" Ayo " Simon menarik tangan Kinanti.
Adi melihat keduanya berlalu dari hadapan nya. Adi mengepalkan tangannya menahan kemarahan yang sudah membuncah.
Dari jauh Daniel dan Maria datang menghampiri Adi. Daniel menepuk pundak Adi lalu merangkul pundak pemuda berkulit sawo matang itu. Daniel mengajak Adi pergi dari kelas Kinanti. Maria mengikuti kedua sahabatnya hingga sampai parkiran.
Daniel menoleh ke belakang.
" Ria, temani dia " Maria mengangguk.
Adi mengambil motornya lalu Maria naik di belakang motor Adi. Adi menjalankan motornya keluar pintu gerbang sekolah nya.
Daniel masih berdiri sambil melihat dua sahabatnya itu menjauh. Setelah itu Daniel naik ke motornya lalu menyalakan mesin nya. Daniel keluar dari pintu gerbang sekolah dan mengambil jalan lain.
**********
Semoga suka ya dengan cerita Adi dan Shasha.
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Mampir di karyaku yang lain Perjalanan Cinta Nathanael dan SELINGKUH.
__ADS_1
💪🏻💪🏻💪🏻
Terimakasih ... ❤️❤️❤️