Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 46 Adi Menemui Shasha # 1


__ADS_3

Hari telah merambat pagi mentari memancarkan sinar keemasannya. Sinarnya menyusup di celah jendela kamar Shasha membuat wanita hamil mengerjapkan matanya karena silau. Dan menggeliatkan tubuhnya sebentar mengumpulkan separo nyawanya yang terbang di buai mimpi.


Aauw, rintihnya tertahan ketika ia hendak bangun dari tidurnya. Kepalanya terasa berat lalu menyandar pada sandaran ranjang. Terdengar suara bi Ani memanggil dari balik pintu kamarnya.


" Nona sudah bangun " kata bi Ani sambil mengetuk pintu.


" Ya, bi masuklah " sahut Shasha.


Bi Ani masuk membawa nampan untuk sarapan pagi nona nya. Lalu meletakkan di atas meja.


" Non mau makan sekarang " kata bi Ani lagi. Shasha menggeleng pelan.


" Non tidak apa-apa " kata bi Ani khawatir karena melihat nona nya sedikit pucat.


" Pusing bi " kata Shasha memijat kepalanya.


" Buat tiduran saja non, kalau ada apa-apa panggil bibi. Bibi ada di belakang mau beres-beres " kata bi Ani hendak keluar kamar.

__ADS_1


" Bi ... apa papa dan mama jadi pulang hari ini ? " tanya shasha.


" Belum tahu non, mama non belum mengabari mungkin sebentar lagi " kata bi Ani.


" Kalau papa dan mama telpon jangan katakan aku di sini ya bi " mohon Shasha.


Bi Ani yang bingung mencerna ucapan nona nya hanya mengiyakan saja. Lalu bi Ani pamit keluar kamar belum terlalu jauh melangkah terdengar suara nyaring di ruang tengah.


Kring ... kring ... kring.


Bi Ani bergegas mendekati bunyi suara yang memekakkan telinga itu. Setelah dekat bi Ani mengangkat telpon ternyata telpon dari nyonya di rumah ini, bu Santi. Majikannya itu memberitahu pada bi Ani belum bisa pulang karena masih menemani suaminya mengurus pekerjaan di luar kota. Mungkin butuh satu bulan lamanya baru bisa selesai semua pekerjaan suaminya. Selesai bicara dengan bi Ani sambungan telpon pun terputus sepihak. Bi Ani lalu menutup telpon dan meletakkan kembali di tempatnya. Ketika hendak pergi ke dapur melanjutkan pekerjaan yang belum selesai terdengar ketukan dari arah luar.


Tok tok tok.


Bi Ani melangkah menuju pintu dan membukanya. Terlihat Adi yang berada di balik pintu sambil membawa bungkusan di tangan kanannya. Bi Ani menyilakan suami nona nya untuk masuk.


" Shasha ada, bi " kata Adi melihat sekeliling sepi.

__ADS_1


" Em, a ada den di kamar " kata bi Ani sedikit khawatir.


Karena terakhir kedua majikannya itu bertemu kemarin sedang bertengkar dan menyebabkan nona nya masuk rumah sakit. Bi Ani cemas kalau mereka bertemu akan bertengkar lagi. Adi mengetahui kecemasan bi Ani lalu mengatakan pada bi Ani bahwa tidak akan terjadi sesuatu pada shasha. Membuat bi Ani sedikit lega lalu bi Ani mengantar Adi sampai pintu depan kamar nona nya. Bi Ani segera meninggalkan Adi dan melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda. Dengan harap cemas semoga tidak terjadi apa-apa dengan nona nya.


Adi membuka pintu perlahan mendapati istrinya yang tertidur sambil bersandar. Adi mendekat ke arah ranjang tanpa menimbulkan suara. Lalu duduk di tepi ranjang. Melihat wajah cantik istrinya yang sedang tidur begitu teduh dan damai. Adi meraih tangan Shasha kemudian mengecup punggung tangan istrinya lembut.


" Maafkan aku " ucap Adi lirih.


Adi menatap lekat istrinya dan menyelipkan anak rambut disela telinga istrinya. Membuat si empunya menggeliat pelan dan tertidur lagi. Adi sempat terkejut dan menghentikan gerakan tangannya. Tanpa sengaja melepas genggaman tangannya. Setelah dirasa istrinya tidur lagi Adi mengamati wajah istrinya dan membungkukkan badannya. Mendaratkan sebuah kecupan di kening Shasha.


" Aku mencintaimu " pelan terdengar suara Adi.


Karena tidak ingin mengusik Shasha yang sedang tidur Adi bergegas keluar kamar Shasha. Lalu berpamitan pada bi Ani art di rumah mertuanya itu.


**********


Maaf segitu dulu up nya ya....🙏🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2