
Di sinilah Adi sekarang berdiri di depan kontrakan sahabatnya. Dan mengetuk pintu kontrakan Daniel. Setengah mengantuk penghuni di dalamnya berjalan menyeret langkahnya membuka pintu. Daniel sudah mengetahui siapa yang datang tengah malam membangunkan tidur indahnya yang terbuai mimpi. Sudah pasti sahabatnya itu pusing memikirkan istrinya yang tidak pulang ke rumah. Daniel sudah diberi tahu oleh Shasha untuk tidak memberitahu keberadaannya kepada suaminya. Daniel pun mengerti akan keputusan Shasha saat ini dan mendukungnya.
Setelah pintu terbuka Adi nyelonong masuk dan duduk di sofa menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Lelah dan mengantuk itulah yang Adi rasakan saat ini. Terlebih kejadian siang tadi membuat ia terhenyak dari mimpi. Tapi itu bukan mimpi itu kenyataan bahwa istrinya menangis karena dirinya. Adi tersadar ketika Shasha pergi menjauh darinya. Rasa bersalah menghinggapi dirinya. Harus bagaimana lagi mengembalikan kepercayaan Shasha pada dirinya.
Sementara Daniel berbalik hendak ke kamar melanjutkan tidurnya yang terganggu. Tapi langkahnya terhenti karena ada suara yang menyuruhnya duduk. Siapa lagi kalau bukan Adi sahabatnya yang menyebalkan itu yang mengganggu tidur lelapnya. Dengan malas Daniel duduk di sebelah sahabatnya.
" Niel " kata Adi sendu.
" Hmm " kata Daniel menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
" Mau curhat nih " kata Adi.
" Ya udah ngomong cepetan " sahut Daniel malas.
__ADS_1
Hening beberapa saat.
" Lah ini orang katanya mau curhat malah diam aja " kata Daniel menoleh ke arah sahabatnya.
" Gimana ya..." suara Adi tercekat ia bingung harus mulai dari mana.
Hening lagi.
" Ah kelamaan aku ngantuk mau tidur " kata Daniel hendak bangkit berdiri namun dicegah oleh Adi.
Lalu Adi menceritakan awal mula Kinanti bekerja di perusahaan tempat ia bekerja. Saat itu ketika Adi sedang menuju ke dapur melihat Shasha hendak menyiapkan makan malam Adi mendapat telpon dari seseorang. Adi pergi menuju halaman belakang rumahnya. Ternyata itu adalah telpon dari Kinanti beberapa saat bicara di telpon diselingi canda dan tawa. Adi mendengarkan keluh kesah dari Kinanti tak tega rasanya melihat mantan cinta pertamanya itu bersedih. Adi mencoba menghiburnya dan membantunya untuk bisa bekerja di perusahaan tempat ia bekerja.
Dulu Adi dan Kinanti adalah sepasang kekasih karena kesalahpahaman mereka berpisah. Waktu itu tanpa sengaja Adi melihat Kinanti jalan bareng dengan seorang laki-laki. Dan laki-laki itu adalah saingannya Adi untuk memperebutkan Kinanti. Awal mulanya Kinanti hanya ingin memanas-manasi Adi saja. Kinanti ingin mengetahui Adi mencintainya atau tidak. Namun maksud Kinanti ingin membuat Adi cemburu malah berakhir putusnya hubungan cinta mereka. Setelah itu tak ada kabar dari kinanti.
__ADS_1
Hingga keduanya mempunyai kesibukan masing-masing. Dan bila saat ini ketika Kinanti tiba-tiba muncul lagi. Rasa yang dulu belum hilang sepenuhnya di hati Adi kembali memunculkan rindu yang terpendam. Meski statusnya kini Adi sudah beristri dan Kinanti janda beranak satu. Apalagi ketika Adi melihat Mike rasanya senang sekali. Impiannya memiliki anak dan dipanggil ' papa ' yang saat itu begitu menggebu terwakili dengan adanya Mike. Anak kecil itu lucu dan menggemaskan membuat Adi melupakan segalanya.
Adi juga menceritakan kekesalannya terhadap Nathanael yang adalah sepupu dari Daniel yang selalu dekat dengan Shasha. Kecemburuannya pada Nathanael ia ceritakan semua pada Daniel.
Daniel sudah tahu hubungan Adi dan Kinanti sejak lama tapi tentang Kinanti yang diterima bekerja di kantornya Daniel baru dengar dari cerita Adi barusan. Daniel nampak terkejut mendengarnya pantas saja waktu itu Adi biasa saja ketika Kinanti muncul di kantor pagi itu.
Setelah menceritakan semuanya pada Daniel sahabatnya Adi merasa lega. Beban pikiran yang selama ini ada di hatinya menjadi ringan. Meski kini masalah baru muncul dihadapannya. Ia tak yakin kalau Shasha akan memaafkannya.
" Terus rencana mu selanjutnya " kata Daniel menatap sahabatnya itu.
" Entahlah " jawab Adi pasrah. Memang saat ini ia tak yakin pada dirinya. Terlalu banyak kesalahan yang ia buat dan melukai perasaan istrinya membuat ia tak yakin dan percaya diri.
" Ya sudah tenangkan dirimu hem hari dah larut malam mau pulang atau nginep di sini. Aku ngantuk mau tidur " kata Daniel beranjak berdiri sambil menepuk bahu sahabatnya.
__ADS_1
Daniel melangkah menuju kamarnya sebelum masuk kamar Daniel melirik ke sofa. Melihat sahabatnya masih bersandar sambil memejamkan matanya. Daniel kembali tidur karena hari dah menjelang dini hari. Adi pun akhirnya menginap di rumah kontrakan Daniel. Adi mencoba memejamkan matanya. Membiarkan masalahnya larut ke dalam mimpinya.