Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 69 Susahnya Membujuk Ibu Hamil


__ADS_3

Hari telah berganti hingga tiga hari lamanya ibu hamil itu setia mendiamkan suaminya. Selama tiga hari itu pula Adi membujuk istrinya tapi tetap saja tak dihiraukan oleh istrinya. Membuat laki-laki berkulit sawo matang itu gusar. Karena ia hanya bisa melihat istrinya dari jauh. Bila ia mendekat sudah pasti istrinya itu akan pergi menjauh.


Hanya saat istrinya itu tidur barulah Adi bisa menyentuh istrinya. Mencium keningnya, bibir tipis istrinya, mengusap lembut calon anaknya yang bersemayam di perut istrinya. Lalu memeluk istrinya dan tertidur mengarungi mimpi.


Seperti malam ini Adi memandang istrinya yang tertidur lelap. Adi mengusap lembut pucuk rambut istrinya. Mengecup keningnya perlahan.


" Sayang, kenapa lama sekali marahnya. Apa sayang tidak kangen sama mas. Mas kangen banget sama kamu sayang " gumam Adi membelai pipi mulus istrinya.


Lalu beralih ke perut istrinya mengusapnya pelan. Mengecup perut istrinya.


" Anak papa, bilang sama mama ya jangan lama-lama ngambeknya " kata Adi berbicara pada anak dalam perut istrinya.


Lalu Adi mencium bibir istrinya sekilas. Kemudian Adi merebahkan tubuh lelahnya disebelah istrinya. Memiringkan tubuhnya menghadap istrinya yang tidur membelakangi dirinya. Memeluk pinggang istrinya perlahan ia memejamkan matanya. Mengarungi mimpi seperti istrinya.


Pagi hari Shasha terbangun dari tidurnya. Pertama kali yang ia lihat adalah wajah suaminya. Dan tangannya juga memeluk pinggang suaminya. Begitu pun suaminya masih terlelap sambil memeluk Shasha. Shasha mengamati wajah tampan yang menjadi cinta pertamanya itu. Tangannya mengusap lembut wajah suaminya.


" Maafkan aku yang mendiamkan mu beberapa hari ini. Aku tidak rela kau dimiliki oleh orang lain. Apalagi tubuh ini disentuh oleh wanita lain. Aku yang salah memaksamu mengantar Mike. Maafkan aku..." Shasha mengecup sekilas bibir suaminya.


Membuat si empunya terbangun dari tidurnya. Shasha membelalakkan matanya terkejut melihat suaminya yang bangun karena ulahnya. Adi tersenyum melihat ke arah istrinya. Sebenarnya Adi sudah bangun dari tadi saat tangan istrinya mengusap wajahnya. Tetapi Adi diam dan tetap memejamkan matanya. Ingin tahu apa yang akan istrinya lakukan selanjutnya. Saat bibir tipis istrinya menyentuh bibirnya ia tak kuasa menahan diri lalu membuka matanya.


" Sayang..." kata Adi.

__ADS_1


" Maaf mas " sahut Shasha membenamkan kepalanya ke dada bidang suaminya karena malu.


" Hei, kenapa mesti minta maaf " kata Adi mengelus pucuk rambut istrinya.


" Maaf karena memaksa mas mengantar Mike " kata Shasha.


"Mestinya setelah mengantar Mike, secepatnya mas pulang. Agar istri mas ini nggak berpikir macam-macam. Maafkan mas ya " kata Adi mengeratkan pelukannya.


" Ehm mas..." seru Shasha.


" Hmm..." Adi memejamkan matanya.


" Mas nggak kerja " seru Shasha mengingatkan.


Shasha membiarkan suaminya memeluk dirinya. Ia juga menikmati hangat pelukan suaminya. Beberapa saat kemudian Shasha mengurai pelukannya dan membangunkan suaminya agar bersiap-siap untuk mandi.


Setelah membersihkan diri Shasha keluar dari kamar mandi. Ia melihat suaminya masih enggan beranjak dari tempat tidur. Shasha mendekat lalu menggoyangkan tubuh suaminya. Adi menggeliat sebentar lalu bangkit menuju kamar mandi.


Setelah menyiapkan baju buat suaminya Shasha keluar menuju dapur. Di sana bi Ani sedang menyiapkan sarapan. Setelah makanan matang lalu bi Ani menatanya di meja makan. Tak berapa lama Shasha duduk, ia melihat makanan sudah tersaji di meja makan.


Adi keluar dari kamar dengan tubuh yang segar lalu menghampiri istrinya dan mencium keningnya. Bi Ani yang melihat majikannya sudah rukun kembali merasa senang. Tidak seperti beberapa waktu yang lalu. Kini nona nya terlihat bahagia dan suaminya tampak sangat menyayangi nona nya. Bi Ani berlalu ke belakang untuk melakukan pekerjaan yang lain.

__ADS_1


Selesai sarapan sepasang suami istri yang baru saja berdamai itu berjalan saling menggenggam tangan. Setelah mengambil tas dan memberikan kepada suaminya, keduanya melangkah sampai depan rumah. Adi mencium kening istrinya lalu mengecup perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit.


" Jangan nakal ya anak papa, jaga mama ya nak " kata Adi berbicara dengan calon anaknya dalam perut istrinya.


" Sayang, mas berangkat kerja dulu " Adi mengecup bibir istrinya sekilas.


" Hati-hati di jalan " sahut Shasha.


" Ah, rasanya mas malas bekerja, apa mas cuti saja ya " berbalik memeluk pinggang istrinya.


" Mas, buruan sana nanti terlambat lho " seru Shasha.


" Baiklah sayang " melepas pelukannya dan melangkah masuk ke mobil.


Mobil melaju keluar dari komplek perumahan elite itu. Adi tersenyum bahagia hari ini karena istrinya sudah tidak marah lagi. Membuat semangat kerjanya bertambah melihat senyum wanita hamil itu yang menjadi istrinya sekarang.


***************


Senang juga hati author melihat Adi baikan lagi sama Shasha. Gimana dengan readers mau lanjut ....


Tunggu kisahnya di Maafkan Aku, Istriku...

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2