
Adi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju suatu tempat yang ia yakini tempat wanita itu berada. Wanita yang diyakini telah mendorong istrinya dengan bukti yang diberikan Nathanael beberapa waktu lalu.
Setelah memarkirkan mobilnya Adi masuk ke gedung itu dan berbicara dengan salah satu petugas di sana. Lalu petugas itu membawa Adi ke sebuah ruangan dan mempersilakan Adi duduk. Adi menghela nafas perlahan untuk menguasai dirinya agar tidak larut dalam kemarahan. Ketika wanita itu berjalan mendekat lalu duduk sambil menunduk saat itu tangan Adi terkepal, rahangnya mengeras. Andai saja dia seorang laki-laki ia sudah mendaratkan kepalan tangannya ke wajah orang itu. Karena telah berani melukai istrinya tapi sayangnya dia seorang wanita. Huff! Adi menggeram dalam hati, dia sedikit iba melihat wajah memelas wanita yang menjadi cinta pertamanya itu. Lagi-lagi Adi mendesah pelan.
Ingat Adi, dia yang telah mencelakai istrimu dan harus dihukum. Sisi hati Adi berkata demikian.
Kasihanilah dia, gimana dengan anaknya kalau dia dipenjara. Suara hati Adi yang lain ikut bicara. Sekilas bayangan anak laki-laki kecil melintas dibenaknya. Senyum di wajah polos anak itu membuat Adi trenyuh.
Kau tak boleh lemah Adi dengan sikap wanita itu yang memelas dan jangan terperdaya wajah polos anaknya, sahut sisi hati Adi yang lain.
Adi mengusap wajahnya kasar lalu memantapkan hatinya agar tidak terpengaruh dengan wajah sendu wanita di depannya itu.
" Bukti sudah ada ditangan ku dan ku pastikan kau akan mendekam di penjara. Apa yang ingin kau katakan " Adi menekan kata-katanya agar tidak terbawa perasaan.
" Maaf tolong maafkan aku jangan penjarakan aku " sahut wanita itu mengiba.
Adi memalingkan mukanya agar tak melihat wajah sendu wanita yang pernah menjadi cinta pertamanya itu.
Wanita bermata lentik itu mengangkat wajahnya sebentar lalu menunduk.
__ADS_1
" Maaf kau bilang " Adi tersenyum sinis.
" Begitu mudahnya kata itu kau ucapkan setelah apa yang terjadi pada istriku " kata Adi menatap nanar wanita di depannya.
" Maaf aku tidak bermaksud seperti itu " kata wanita itu lagi.
" Kenapa jelas-jelas kau yang mendorong istriku " geram Adi.
" Aku hanya... " wanita itu melirik Adi sambil menggigit bibirnya.
" Hanya apa? " tatapan Adi menelisik.
" Aku hanya mendorongnya saja karena aku... aku cemburu " kata wanita itu.
" Ya aku cemburu karena kau lebih memilih dia ketimbang aku. Aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang. Kau pun masih mencintaiku kan " wanita itu bicara menyakinkan dirinya kalau Adi masih mencintainya sampai sekarang.
" Aku ... mencintaimu " Adi menunjuk dirinya sendiri.
Wanita itu berbinar menatap Adi dan mengangguk.
__ADS_1
" Ya aku mencintaimu ... " kata Adi menggantung.
Wanita bermata lentik itu tersenyum lalu meraih tangan Adi.
" Tapi dulu sekarang aku mencintai istriku dan dia segalanya bagiku " kata Adi tenang.
Jleb.
Pernyataan laki-laki di depannya bagai pisau yang menusuk tepat ke hatinya. Begitu sakit tapi tak berdarah bertahun-tahun lamanya ia memendam perasaan ini agar suatu hari nanti ia mengungkapkan pada Adi, laki-laki yang menjadi cinta pertamanya ini. Meski dulu ia sempat menikah dengan Cornelius ayah Mike tapi cintanya pada Adi tak pernah pupus. Hingga suatu hari tanpa sengaja ia dipertemukan kembali dengan Adi. Membuat wanita itu bertekad mengejar cintanya, sayangnya saat ia bertemu dengan Adi, laki-laki itu sudah menikah. Akhirnya ia berbuat nekad mendorong istri Adi karena terbakar cemburu. Ya, wanita itu adalah Kinanti, wanita bermata lentik yang dulu menjadi wanita pertama yang dicintai oleh Adi. Sebelum Adi melabuhkan cintanya pada Maria, teman sekaligus sahabatnya.
Adi melepas tangannya yang digenggam oleh Kinanti.
" Sudahlah hubungan kita sudah selesai sedari dulu saat kau berselingkuh dengan laki-laki itu. Dan kini persiapkan dirimu untuk persidangan nanti " Adi bangkit melangkah keluar dari ruangan itu menuju mobilnya.
************
Maaf kalau up nya lama.
Karena sibuk di dunia nyata...🙏🙏🙏.
__ADS_1
Sedikit dulu ya....
Oke terimakasih.