
Nathanael beralih tempat duduk di sebelah kanan ranjang dimana Shasha terbaring. Perlahan Nathanael duduk sambil menatap wajah yang terlihat pucat itu. Tangannya meraih tangan Shasha lalu menggenggamnya. Menyalurkan kerinduan yang sekian lamanya terpendam pada wanita yang memiliki tempat teristimewa di hatinya. Yang namanya masih setia bertahta di hatinya. Lama Nathanael menatap wajah cantik yang masih terpejam itu lalu tersenyum getir.
Mulai sekarang aku akan berusaha melupakanmu meski itu sangat sulit sekali. Menghapus namamu dari hatiku dan mencari sosok pengganti dirimu yang aku cintai nantinya. Melepas mu ... ya melepas mu... selamanya dari hatiku dan memulai hidup yang baru dengan wanita yang aku cintai dan mencintai ku. Walau aku tak bisa memilikimu tapi sebagian dari diriku telah menyatu di dirimu. Aku bahagia karena setetes darahku ini telah memberimu kesempatan untuk hidup dan meraih kebahagiaan meski tidak bersamaku. Nathanael menatap sendu pada wanita yang menjadi cinta pertamanya itu.
Saat tangan Nathanael hendak merapikan anakan rambut Shasha, wanita cantik itu perlahan membuka matanya. Mengerjapkan matanya lalu melihat sekeliling ruangan yang terasa asing menurutnya. Lalu matanya beralih pada lelaki tampan yang duduk di sebelahnya.
" Nathan " gumam Shasha.
Nathanael yang terkejut menarik tangannya yang hendak merapikan anakan rambut Shasha dan melepaskan genggaman tangannya.
" Maaf " kata Nathanael.
Senyum tersungging di bibir pucat Shasha membuat Nathanael menghangat.
" Terimakasih " ucap Shasha.
" Terimakasih untuk..." Nathanael.
" Karena kau sudah menolongku " sahut Shasha.
" Sssst, kau lupa aku ini sahabatmu yang selalu ada buat mu " sahut Nathanael mencoba tersenyum.
__ADS_1
" Kau memang sahabat terbaik yang ku miliki selain Dini " kata Shasha.
" Melihat mu baik-baik saja aku ikut senang " tersenyum sambil mengusap lembut pucuk rambut Shasha.
Shasha tersenyum lalu tangannya memegang perutnya yang telah rata seketika dia terkejut.
" Anakku " seru Shasha dengan mata berkaca-kaca.
" Tidak usah khawatir dia ada di ruang rawat bayi " kata Nathanael.
Membuat Shasha bernafas lega ternyata anaknya sudah lahir. Shasha terharu tak mampu berucap sepatah pun kata. Kini dia menjadi seorang wanita yang sempurna. Menjadi istri dari lelaki yang sangat dicintainya. Sekarang dia telah menjadi seorang ibu hal yang sudah lama diimpikannya. Dan kehadiran malaikat kecil nya menambah kebahagiaan yang telah dinantikan sejak dulu bersama suaminya. Shasha meraih tangan Nathanael yang merupakan sahabat terbaiknya itu. Seolah mewakili mulutnya yang terdiam hendak mengucapkan terimakasih tak terhingga pada sahabatnya itu. Karena Nathanael selalu ada disaat dia membutuhkan pertolongan. Nathanael menepuk punggung tangan wanita cantik yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu. Senyum tulus Nathanael berikan kepada Shasha yang kini telah dia anggap sebagai sahabatnya.
Tiba-tiba seseorang dari arah pintu tergesa masuk ke ruangan itu dan mendapati Nathanael tengah menggenggam tangan istrinya. Rasa cemas dan khawatir seakan menguap begitu saja melihat lelaki tampan itu duduk didekat istrinya. Kekhawatiran nya berubah menjadi kekesalan saat menatap istrinya yang tampak tersenyum pada saingannya itu.
" Sudah ada yang menjagamu aku akan pergi kalau tidak nanti ada yang cemburu dan menghancurkan ruangan ini " Nathanael tersenyum sambil melirik lelaki yang baru datang itu.
Nathanael bangkit berdiri melangkah pergi dari ruangan itu. Shasha menatap bingung pada lelaki tampan disebelahnya itu.
" Sayang... " suara yang tak asing ditelinga nya mengalihkan perhatiannya.
Lelaki berkulit sawo matang itu melangkah ke arah Shasha dan mengecup keningnya. Senyum yang terbit di bibir tipis istrinya menghilangkan kekesalan yang sempat hadir di hatinya. Lelaki berkulit sawo matang itu tersenyum lalu duduk sambil menggenggam tangan wanita yang diam-diam telah bertahta di hatinya itu. Wanita yang menjadi istrinya sekarang yang dulu dijodohkan oleh ibunya. Dan yang pernah ia abaikan kehadirannya. Kini menjadi wanita yang sangat berarti di hidupnya.
__ADS_1
" Maafkan mas yang harus pergi menemani ibu dan lalai menjagamu " kata nya menyesal.
Menatap Shasha penuh kasih dan mengusap lembut pipi istrinya.
" Maafkan aku yang tidak mendengarkan kata-kata mas " keduanya saling meminta maaf.
Lelaki berkulit sawo matang yang tak lain Adi suami Shasha itu tersenyum lalu mengusap lembut tangan istrinya. Seolah menghapus jejak tangan lelaki yang menjadi saingannya itu.
Nathanael yang sekilas melihatnya hanya tersenyum kecut lalu melanjutkan langkahnya keluar dari ruang rawat Shasha.
Nathanael berjalan menuju ruangan bayi dan hendak melihat bayi Shasha. Sesampainya di depan pintu ruang rawat bayi Nathanael bertemu Steve lalu keduanya masuk ke dalam. Setelah berbicara dengan perawat jaga di sana Steve menuju kotak kaca lalu membukanya.
Mengambil bayi perempuan itu.
" Sebentar saja " kata Steve.
Nathanael menerima bayi perempuan itu lalu menggendong bayi shasha. Bayi mungil itu menggeliat sebentar lalu tertidur pulas Nathanael tersenyum mengusap lembut pipi gembul bayi perempuan yang dilahirkan Shasha beberapa saat yang lalu. Setelah puas memandangi bayi mungil yang wajahnya mirip Shasha itu lalu memberikannya pada Steve. Steve meletakkan kembali bayi mungil itu dan menutup kotak kaca lalu beranjak dari ruang rawat bayi diikuti Nathanael di belakang nya.
Kedua laki-laki dewasa itu berjalan beriringan memasuki mobil. Steve duduk di kursi kemudi dan Nathanael duduk di sebelahnya. Nathanael menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya. Steve hanya melirik sahabatnya itu lalu melajukan mobilnya keluar dari rumah sakit.
******************
__ADS_1
Silakan beri like, komen dan vote nya.
Terimakasih.