Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 25 Ijin Suami


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya yang lengket karena seharian bekerja Adi menuju ruang keluarga. Sambil menunggu Shasha pulang Adi menonton tv di ruang keluarga.


Hampir setengah jam lamanya barulah terdengar suara motor matic milik Shasha memasuki halaman rumah. Setelah memarkirkan motornya Shasha berjalan masuk ke dalam rumah.


Dilihatnya mobil suaminya sudah di depan rumah itu tandanya suaminya sudah pulang. Lalu Shasha bergegas masuk rumah didapatinya Adi sedang berada di ruang keluarga.


" Sudah pulang mas," tanya Shasha pada suaminya. Adi menoleh ke arah istrinya lalu mengangguk.


' Maaf tadi bannya kempes jadi mampir dulu ke bengkel," kata Shasha memberi tahu. ' Mas sudah makan?" tanya Shasha lagi. Dilihatnya istrinya lagi lalu timbul ide jahil di pikirannya.


" Belum, sudah sana mandi bau ih," kata Adi sambil pura-pura menutup hidung. Shasha mendelik ke arah suaminya.


" Apaan sih mas masih wangi kok nih lihat" seru Shasha mendekat ke arah Adi.


Melihat istrinya mendekat Adi beranjak memutar tubuh Shasha dan menuntunnya masuk.


" Mandi sono bau" seru Adi lalu menarik Shasha ke kamar mandi.


" Lah mas ngapain ke sini" tanya Shasha mengerutkan alis.

__ADS_1


" Mau mandi juga" sahut Adi berusaha masuk ke kamar mandi tapi di tahan oleh Shasha.


" Ih mas genit dah sana jangan masuk" dorong Shasha tubuh suaminya lalu menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.


Adi pun keluar sambil tertawa senang menggoda istrinya. Shasha menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya tapi juga senang digoda suaminya seperti itu.


Selesai ritual mandinya Shasha menuju dapur hendak masak buat makan malam. Adi duduk di kursi meja makan melihat istrinya yang sedang masak. Ah, Shasha menepuk jidatnya ia lupa kalau bahan makanan di rumah habis.


Dan ia lupa membelinya karena tadi mesti mampir ke bengkel. Tinggal beberapa bungkus mie yang ada di lemari dapur.


Tak apalah walau hanya mie kuah saja cukuplah mengganjal perut yang lapar karena persediaan bahan makanan sudah habis.


Dua mangkok mie kuah sudah jadi dan siap disantap oleh keduanya. Selesai makan Adi langsung ke kamar sementara Shasha mencuci peralatan makan di wastafel dan menaruhnya di rak piring.


Adi bersandar pada sandaran ranjang sambil mengganti chanel tv di kamarnya. Shasha naik ke atas ranjang dan mendekat ke arah suaminya. Bersandar ke dada bidang suaminya, Adi yang melihatnya jadi heran pasti ada sesuatu. Adi membiarkan istrinya bersandar di dadanya mengelus lembut pucuk rambut istrinya.


" Mas..." panggil Shasha pada suaminya.


" Ada apa?" tanya Adi meraih tubuh istrinya. Perlahan mendaratkan kecupan di kening istrinya.

__ADS_1


" Ada yang ingin aku omongin," Shasha menghela nafas sesaat. Memilih kata yang mau diomongin ke suaminya. "Mulai sabtu dan minggu besuk aku akan membantu Dini di kafe. Karena kafe makin ramai dan Dini belum dapat pegawai baru. Menurut mas gimana?" kata Shasha menatap ke arah suaminya. Hendak melihat reaksi dari suaminya itu.


" Yang penting kamu nggak capai, mas sih setuju saja" kata Adi melunak. Menatap istrinya dan mencium keningnya lagi.


" Jadi bolehkan mas," kata Shasha menengadah ke arah suaminya.


" Ya...," kata Adi menganggukan kepalanya dan memeluk Shasha.


" Terimakasih mas" kata Shasha membalas pelukan suaminya.


" Yah cuma gitu aja..." kata Adi pura-pura memelas.


" Maksudnya..." kata Shasha tak mengerti.


" Cuma terimakasih..." sungut Adi lagi. Shasha mulai mengerti arah bicara suaminya.


" Iya-iya tapi lain kali saja ya aku capai mau tidur besuk kan kerja" kata Shasha tak enak menolak. Lalu mencium pipi suaminya.


" Ini dulu ya" sahut Shasha sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Adi yang melihat menjadi gemas dan menaruh dua tangannya ke pinggang istrinya lalu menggelitik tubuh istrinya. Shasha menggeliat kegelian dan Shasha pun tak tinggal diam. Dia lalu menggelitik tubuh suaminya dan keduanya pun tertawa bersama.


Malam makin larut dan keduanya akhirnya menyudahi aksi mereka lalu beranjak tidur. Setelah mematikan tv di kamar Adi pun menyusul istrinya yang hampir terlelap tidur. Tangannya melingkar di pinggang istrinya lalu dikecupnya bibir tipis milik istrinya dan mulai memejamkan matanya.


__ADS_2