
Sabtu pagi yang cerah biasanya Shasha masih terlelap tidur dibalik selimut bersama Adi suaminya. Tapi tidak untuk hari ini bunyi alarm di ponselnya membangunkan tidur lelapnya.
Shasha mengerjapkan matanya perlahan lalu meraih ponselnya yang terletak di samping ranjang tidurnya. Dilihatnya jam menunjuk pukul 06.00 pagi, Shasha pun hendak bangun tapi tubuh bagian perutnya terasa berat. Dilihatnya sebuah lengan kekar milik suaminya melingkar di pinggangnya. Perlahan diangkatnya lengan suaminya disingkirkannya dari tubuh Shasha setelah itu Shasha bangun pergi menuju kamar mandi. Kemudian membasuh mukanya di wastafel kamar mandi menggosok gigi setelah itu pergi ke luar rumah.
Membeli sayuran dan bahan masakan yang lain di bapak tukang sayur yang kebetulan lewat di depan rumahnya. Di sana sudah ada ibu-ibu komplek yang juga akan membeli sayur.
Selesai belanja sayur Shasha bergegas pulang ke rumah dan tidak mau lama-lama di sana. Karena biasanya selain berbelanja ibu-ibu komplek tersebut suka bergosip. Shasha tidak suka bergosip hal itu hanya membuang-buang waktu, pikirnya dan berusaha untuk menghindarinya.
Shasha pergi ke dapur dan menaruh belanjaannya di atas meja dapur lalu mulai memotong sayuran yang hendak dibuat capcay. Masak yang mudah saja capcay dan ayam crispy, pikirnya.
Setelah matang lalu menatanya di atas meja dan bergegas ke kamar mandi bersiap pergi bekerja. Selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi Shasha bermaksud membangunkan suaminya.
" Mas ...mas..." panggil Shasha pada suaminya.
Menggoyang-goyangkan tubuh suaminya tapi Adi hanya menggeliat sebentar lalu tidur lagi. Dipanggilnya suaminya lagi digoyangkan tubuh suaminya. Adi membuka matanya perlahan setelah terkumpul nyawanya dari raga dilihat istrinya sudah rapi.
" Masih pagi sudah rapi mau kemana?" tanya Adi suaranya serak khas orang baru bangun dari tidur. Adi menatap istrinya sambil menaruh satu tangannya menopang kepalanya.
" Kemarin aku kan sudah bilang mas lupa ya" kata Shasha mengingatkan. Adi tampak berpikir lalu menganggukkan kepalanya. " Ya sudah aku berangkat dulu ya kalau mas mau makan sudah ada di meja makan" pamit Shasha pada suaminya.
__ADS_1
Lalu Shasha mengambil tas dan kunci motornya bergegas berangkat ke kafe milik sahabatnya itu.Terdengar deru suara motor matic dinyalakan di halaman depan lalu mulai menjauh dari halaman depan rumah Adi dan menghilang.
Tak ada yang dikerjakan di akhir pekan selain tidur sepanjang hari. Karena biasanya ada Shasha yang menemani di akhir pekan tapi istrinya sudah berangkat bekerja dan itu pun atas ijinnya.
Lalu Adi kembali memejamkan matanya hendak tidur lagi. Belum sempat memejamkan matanya terdengar bunyi suara ponselnya menggema di ruang kamarnya. Siapa pagi-pagi gini telpon, kata Adi dalam hati. Diraihnya benda kotak persegi lalu menyentuh tombol hijau dilayar hpnya ditempelkannya di telinga.
📞" Halo..." terdengar suara dari seberang. Suara seorang wanita terdengar merdu di telinga Adi.
📞" Hem ya ada apa Kinan..." tanya Adi setelah tahu suara wanita di seberang adalah Kinanti.
📞" Maaf mengganggu...."kata Kinanti. Suara dari seberang tampak ragu.
📞" Em ini Mike pengin jalan-jalan ke mall tapi maunya ditemani sama kamu " kata Kinanti berharap Adi menyetujuinya.
Kinanti menjadikan Mike alasan untuk dirinya dekat dengan Adi.
Ah Kinanti anak kecil dijadikan alasan yang benar saja.
📞" Ya sudah tunggu sebentar aku akan ke sana " kata Adi kemudian.
__ADS_1
Setelah mengucapkan terimakasih sambungan telpon pun terputus.
Dari seberang sana Kinanti tampak tersenyum puas ternyata misi pertamanya terlewati dengan mudah.
Adi beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi hendak membersihkan diri. Keluar dari kamar mandi Adi memakai kaos putih dan celana jeans tak lupa sepatu sneaker nya. Menyisir rambutnya lalu meraih kunci mobil keluar rumah menuju mobilnya.
Mobil melaju ke rumah kontrakannya Kinanti. Setelah menjemput Kinanti dan anaknya Mike mobil melaju kembali ke jalan raya menuju mall di pusat kota.
Mike sangat girang sekali diajak jalan-jalan apalagi anak itu ditemani Adi. Karena anak itu sudah akrab dengan Adi dan menganggap Adi adalah papanya. Sepanjang jalan anak itu bercerita tak kenal lelah dan Adi juga menanggapi celotehan Mike.
Kinanti yang melihat dari bangku belakang merasa senang mendapati interaksi keduanya. Kinanti berencana mendekatkan Mike dengan Adi. Mengambil hati Adi melalui Mike anaknya, Kinanti tersenyum penuh arti.
Setelah mobil terparkir di parkiran mall Adi, Kinanti dan anaknya masuk ke mall. Mereka bertiga berkeliling ke mall dan yang dituju saat ini adalah arena bermain anak. Mike ternyata sangat manja dan minta gendong pada Adi. Adi pun tak keberatan menggendong Mike. Kinanti yang berjalan disebelahnya lalu melingkarkan tangannya di lengan Adi. Adi tidak menolak atau mencegahnya membuat Kinanti mengeratkan pelukannya ke lengan kekar Adi.
Mereka menuju arena bermain bola yang disenangi oleh Mike. Hanya Mike yang ada di sana Kinanti dan Adi berbincang ringan tentang masa lalu mereka sambil mengawasi Mike dari luar. Kinanti sengaja bercerita masa-masa indah mereka saat masih di bangku SMA. Agar Adi kembali mengingat Kinanti yang menjadi cinta pertamanya.
Hampir satu jam Mike berada di sana bosan dengan bermain bola Mike pindah ke arena bermain lainnya tak terasa hari sudah melewati makan siang.
Mike mulai merasa lapar lalu merengek ke mamanya. Akhirnya ketiganya menuju restoran di dalam mall tersebut. Setelah pesanan datang Mike tak mau makan kalau tak disuapi sama Adi. Dengan telaten Adi menyuapi Mike sampai makanan di piring habis tanpa sisa. Sesekali diselingi canda dan tawa Mike bocah kecil itu cukup menghibur hati Adi hari ini.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang melihat keakraban Adi dan Kinanti serta anaknya.