Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 45 Tidak Sendiri


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain seorang lelaki berkulit sawo matang sedang menikmati sebatang nikotin sambil memandang laut lepas. Duduk di tenda bambu tatapannya kosong menembus cakrawala tanpa mega. Membiarkan deru ombak laut bergulung pelan berirama mengiringi hatinya yang diliputi kemarahan dan kesedihan.


Kenapa baru sekarang aku menyadarinya aku merindukanmu. Merindukan senyummu, manja mu, pelukanmu. Terasa sakit di sini di hati ini ketika aku menyakitimu. Setelah kau jauh dariku ada separo hatiku ikut bersamamu.


Maafkan aku, maafkan kesalahanku, maafkan aku telah menyakitimu. Apakah sudah tidak ada lagi maaf untukku. Lelaki itu berungkali menghela nafas menghilangkan sesak di dadanya. Entah berapa lama lelaki itu duduk di sana hingga sebuah tepukan di pundaknya membuyarkan lamunannya.


" Hai, ternyata kau di sini " kata sebuah suara. Daniel mendekat duduk di sebelah sahabatnya.


Lelaki itu yang tak lain adalah Adi menoleh sekilas pada sahabatnya. Lalu kembali menghisap batang nikotin dan mengeluarkan asapnya.


" Kenapa ke sini kau tidak kerja? " tanya Adi.


" Wah indah sekali suasana sore hari sayang kalau dilewatkan " seru Daniel mengabaikan sahabatnya.


Daniel memandangi sekeliling pantai sore hari itu. Mentari sebentar lagi tenggelam di sebelah barat memancarkan sinar jingga yang sayang untuk dilewatkan. Mengambil sebatang nikotin lalu menyalakan api dan menghisap batang nikotin itu bersama sahabatnya.


" Aku sudah bertemu dengan Shasha ..." kata Adi mulai cerita. Adi menceritakan pada sahabatnya tentang pertemuannya dengan Shasha.


" Sepupumu itu menyebalkan " kata Adi di akhir cerita. Suaranya meninggi penuh nada cemburu.


Daniel masih asyik dengan batang nikotin itu. Menyelipkan batang bernikotin itu di sela jarinya.

__ADS_1


Mengedarkan pandangannya menikmati suasana sore yang jarang sekali ia temui karena kesibukan kerja dan membantu usaha papanya.


" Itu bukan salah Nathanael " Daniel angkat bicara.


" Kau membelanya " kata Adi mulai emosi.


" Shasha yang menghalangi untuk mengatakannya padamu " seru Daniel.


" Sepertinya kau tahu semuanya " Adi melirik tajam ke arah Daniel.


" Shasha memintaku untuk tidak mengatakan " kata Daniel tetap tenang sekilas melirik ke arah sahabatnya.


Daniel menatap lautan lepas di depannya mematikan batang nikotin lalu membuangnya.


Adi terhenyak dari tempat duduknya mendengar penjelasan dari sahabatnya itu. Benarkah apa yang barusan ia dengar dari sahabatnya itu. Shasha hamil! ... betapa bodohnya ia telah salah sangka pada isterinya. Istrinya yang cantik itu sangat mencintainya kenapa dirinya tidak peduli pada perasaan istrinya dan mengabaikannya. Ah, bertambah penyesalannya berkali lipat. Ya, aku akan meminta maaf pada Shasha sampai ia memaafkan diriku lagi, tekat Adi di dalam hati.


" Tak cukup meminta maaf ubahlah sikapmu dan mulailah menerima cintanya " kata Daniel menepuk bahu sahabatnya. Daniel tahu sahabatnya itu telah mencintai Shasha tanpa disadari oleh Adi.


" Apa kamu mau di sini sampai malam? " tanya Daniel beranjak berdiri.


Adi menatap sahabatnya yang melangkah menjauh. Lalu bangkit mengikuti di belakang sahabatnya.

__ADS_1


Langit sore telah berubah warna menampilkan semburat jingga di sebelah barat. Memberitahukan pada semua orang bahwa sebentar lagi sang penguasa malam merajai angkasa raya.


Kedua sahabat itu berjalan beriringan. Adi memasuki mobilnya Daniel bergegas membuka pintu mobil dan duduk di samping sahabatnya itu.


" Ngapain di sini " seru Adi memandang sahabatnya tak suka. " Mana motor butut mu itu " kata Adi lagi.


" Di bengkel " Daniel menjawab santai sambil menaruh dua tangannya di belakang kepalanya.


" Kau ke sini naik apa " seru Adi.


" Ada deh sudah ayo jalan " perintah Daniel.


Shit! Adi menggerutu tapi tetap menjalankan mobilnya membelah jalan raya yang mulai dihiasi lampu penerang jalan. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah mall pusat kota.


Setelah memarkirkan mobilnya Adi dan sahabatnya masuk ke sebuah restoran untuk menikmati makan malam sekaligus menghabiskan malam minggu.


Suasana ramai sekali oleh orang-orang yang punya satu tujuan yang sama. Yakni menikmati malam minggu bersama orang terkasih, keluarga atau hanya sekedar nongkrong tanpa tujuan yang jelas.


Seperti dua orang sahabat ini menikmati makan malam sambil bercerita ringan.


" Bersuka cita lah kau sekarang tidak sendiri lagi " seru Daniel menghabiskan satu sendok terakhir makanannya. Mengambil segelas minuman dingin dan meneguknya.

__ADS_1


" Kau benar aku akan berusaha menemui Shasha dan meminta maaf padanya " kata Adi bersemangat.


Senyum tersungging di bibirnya ada secercah harapan yang membuat hatinya terasa hangat. Daniel yang melihatnya ikut senang melihat sahabatnya kembali tersenyum dan berdoa untuk kebahagiaan pernikahan sahabatnya itu.


__ADS_2