
Dua minggu telah berlalu papa Sam tidak jadi berangkat ke luar kota karena masih kangen dengan putri kesayangannya. Tanggungjawab bisnis di luar kota ia serahkan pada asistennya di sana.
Pagi hari selesai sarapan seperti biasa berbincang akrab di meja makan. Setelah itu papa Sam pergi ke ruang kerjanya. Sementara bu Santi berada di dapur bersama bi Ani sedang mencatat bahan- bahan makanan yang habis.
Sabtu pagi ini Shasha berniat ke rumah Dimas karena Dimas menghubunginya. Sebab adiknya pengin bertemu Shasha. Sudah lama mereka tidak berkirim kabar dan hari ini Shasha mengajak suaminya untuk mengunjungi adik temannya itu.
" Mas, aku mau ke rumah teman aku " kata Shasha.
" Kapan " tanya Adi.
" Nanti agak siangan, boleh ya " kata Shasha.
" Ya boleh, tapi mas ngantar saja ya soalnya ada perlu sebentar " kata Adi.
" Mas mau kemana " tanya Shasha.
" Mau ketemu Daniel kayaknya ada yang penting " kata Adi.
Lalu Adi mengantar Shasha ke rumah temannya di sebelah komplek perumahan. Sampai di depan rumah teman istrinya Adi menghentikan mobilnya.
" Beneran mas nggak mau ikut " kata Shasha melihat ke arah suaminya.
" Kapan-kapan saja ya " sahut Adi.
" Baiklah kalau begitu " kata Shasha akhirnya.
" Nanti pulang jam berapa? " tanya Adi.
" Tidak tahu nanti aku hubungi saja ya kalau mau pulang " kata Shasha.
Adi mengangguk lalu membukakan pintu untuk istrinya. Setelah itu Adi masuk ke mobilnya. Adi melihat istrinya memasuki rumah temannya dan disambut oleh seorang gadis belia. Keduanya masuk ke dalam rumah. Barulah Adi menjalankan mobilnya untuk menemui Daniel.
Di dalam rumah Dimas, Shasha disambut oleh nenek Dimas dan Sekar adiknya. Sekar baru keluar dari rumah sakit dan sangat susah untuk makan. Neneknya pun tak mampu membujuk cucu perempuannya itu. Dan Dimas yang tak begitu dekat dengan adiknya merasa kesulitan untuk membujuk adiknya itu. Sementara adiknya baru beberapa hari yang lalu datang ke kota ini. Dan tidak banyak teman yang ia kenal. Berbeda dengan tempat tinggalnya dulu di kota ini juga yang dekat sekolahan. Banyak tetangga dan teman yang mereka kenal. Dan alasan Dimas memilih tempat ini selain dekat dengan tempatnya bekerja juga dekat dengan Shasha. Selain itu Sekar sangat dekat dengan Shasha. Dan saat ia dan neneknya merasa kesulitan untuk mengatasi Sekar, Dimas meminta bantuan kepada Shasha. Sekar sangat senang bertemu dengan Shasha karena lama tidak berjumpa membuat keduanya berangkulan lama.
" Sekar, tamunya diajak duduk " kata nenek.
__ADS_1
" Eh iya nek, maaf kak Sekar jadi lupa soalnya Sekar masih kangen sama kak Shasha " kata Sekar.
" Nggak papa kok " jawab Shasha tersenyum.
" Oh ya kakak mau minum apa " kata Sekar.
" Apa aja nggak nolak " sahut Shasha.
" Sebentar ya kak " kata Sekar.
Lalu Sekar masuk ke dalam setelah itu keluar membawa dua gelas es jeruk dan cemilan. Sementara neneknya berbincang sebentar dengan Shasha lalu keluar rumah untuk pergi ke pasar.
" Jadi kamu mau sekolah di sini " tanya Shasha.
" Iya kak karena Sekar pengin dekat dengan kak Shasha. Sekar ingin punya kakak seperti kak Shasha " kata Sekar.
" Kan sudah punya " kata Shasha.
" Ah kak Dimas mah ngeselin dan nggak asyik beda sama kak Shasha " kata Sekar.
" Emang kenapa kak " kata Sekar.
" Kakak punya keluarga yang mesti kakak perhatikan, sayangi dan cintai. Sekar juga punya ayah ibu yang menyayangi Sekar meski jauh di sana. Juga punya kak Dimas dan nenek yang menyayangi Sekar meski dengan cara yang berbeda " kata Shasha.
" Kakak " merangkul Shasha dan berkaca-kaca.
" Sudah ya yang kemarin jangan diulangi lagi kasihan kak Dimas yang bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kamu dan nenek di sini " kata Shasha mengurai pelukannya.
" Iya kak " kata Sekar lirih.
" Hey, kenapa menangis jadi jelek tau " kata Shasha tersenyum sambil menghapus air mata di pipi Sekar.
" Kakak " kata Sekar manja.
" Gimana kalau kita makan di luar sekalian jalan-jalan " bujuk Shasha.
__ADS_1
Mendengar kata jalan-jalan membuat mata Sekar berbinar cerah dan senyum mengembang di bibir mungil gadis belia itu.
Lalu Sekar bergegas masuk ke kamar dan mengambil tasnya. Setelah itu keduanya keluar rumah hendak memesan taxi online. Namun tiba-tiba masuklah sebuah mobil dan berhenti di halaman rumah. Sesaat kemudian keluarlah Dimas sambil membawa dua kantong kresek ukuran sedang dan hendak masuk ke dalam rumah.
" Kalian mau kemana " tanya Dimas.
" Kak Shasha ngajakin jalan-jalan " jawab Sekar semangat.
" Tunggu sebentar " kata Dimas.
Lalu Dimas memasukkan kantong kresek ke ruang tamu dan mengunci pintu rumahnya. Kemudian menitipkan kunci rumah ke tetangga sebelah rumah. Supaya kalau neneknya pulang bisa langsung masuk ke rumah tanpa harus menunggunya.
Ketiganya masuk ke dalam mobil. Dimas berada di depan. Sementara Shasha dan Sekar berada di bangku penumpang. Dimas melajukan mobilnya menuju mall pusat kota.
Beberapa menit kemudian sampailah ketiganya di mall. Setelah memarkirkan mobilnya Dimas mengajak adiknya dan Shasha masuk ke mall tersebut. Mereka langsung menuju restoran untuk makan terlebih dahulu baru kemudian jalan-jalan.
Setelah memesan makanan Shasha mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya. Mengabari suaminya kalau ia sekarang ada di mall.
*********
Segitu dulu ya ceritanya ada yang penasaran hubungan Shasha dengan Dimas. Gimana perasaan Shasha sesungguhnya. Ikuti kelanjutan ceritanya di Maafkan Aku, Istriku...
Dan jangan lupa like dan komennya ya.
Terimakasih yang setia membaca ceritaku ini. Salam hangat buat kalian semua.
❤️❤️❤️
Visual Shasha
Visual Adi
__ADS_1