Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 11 Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Perjalanan dari rumah Shasha ke mall butuh waktu 30 menit. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Membelah jalanan yang tak begitu padat. Laju mobil berhenti karena terhalang lampu di depan yang menyala merah. Tanda semua kendaraan mesti patuh pada peraturan. Dan dengan sabar menanti lampu menyala hijau. Setelah lampu berubah hijau Dini melajukan mobil menuju ke mall.


Tak butuh waktu lama keduanya sampai di mall. Setelah memarkir mobil Dini dan Shasha memasuki mall favorit mereka. Hampir satu jam keduanya hanya berputar-putar saja. Dari lantai satu sampai lantai empat balik lagi berputar mengelilingi mall itu. Tak satupun barang mereka beli hingga Shasha mengeluh kecapaian.


" Sebenarnya kamu mau beli apa sih Din, dari tadi cuma muter-muter saja" keluh Shasha mengusap peluh di dahinya.


" Nggak ada" sahut Dini santai.


" Sialan kamu Din bikin capai saja" gerutu shasha merasa dikerjai oleh sahabatnya. Dini malah tertawa lebar berhasil ngerjain sahabatnya itu.


Shasha memasang tampang cemberut, Dini merasa kasihan dan meminta maaf pada sahabatnya. Tertawa bersama, sungguh baru kali ini Shasha merasa senang setelah sekian lama tak berjumpa dengan sahabatnya.

__ADS_1


Lalu keduanya masuk ke restauran yang sejak awal menjadi tujuan mereka. Keduanya memesan makanan, sambil menunggu pesanan datang. Dini mengambil benda pipih di tasnya. Dia sibuk berbicara dengan seseorang di seberang sana. Agak lama menunggu membuat Shasha bosan dibuatnya.


Memainkan jemarinya di atas meja. Mengitari pandangannya di sekitar ruangan. Dan matanya tertuju ke hal yang mengejutkannya. Memporak-porandakan hatinya. Tak berkedip dengan apa yang barusan ia lihat. Sebuah pemandangan di depan sana. Berjarak beberapa baris di depan meja tempatnya memesan makanan.


Lelaki itu berjalan masuk menghampiri seseorang yang duduk sendirian di seberang sana. Lelaki itu mencium bibir wanita yang duduk di seberang meja tempatnya duduk. Merangkul mesra pinggang wanita itu. Kata sayang meluncur bebas di bibir lelaki itu. Membuat hatinya memanas jiwanya bergejolak menahan sesak di dada.


Karena terhalang orang yang duduk persis beberapa baris di tempat ia duduk. Wanita itu sepertinya pernah melihatnya tapi di mana ya. Shasha mencoba mengingat wanita itu ingatannya berputar ke satu peristiwa pesta pernikahannya dulu. Dan wanita itu adalah Maria yang sering terucap di kala tanpa sadar suaminya tengah tidur bersamanya.


Ia tak sanggup melihat kemesraan suaminya dengan wanita lain. Orang yang selama ini bersamanya yang dicintainya sepenuh hati dan jiwanya telah menyakiti hatinya. Lelaki itu telah menorehkan luka di hatinya yang terdalam.


Dengan berurai air mata Shasha pergi meninggalkan tempat itu. Ia tak sanggup duduk lebih lama lagi di sana. Menyaksikan suaminya bermesraan dengan wanita lain. Pertahanannya runtuh batinnya terkoyak setengah berlari Shasha melewati meja suaminya.

__ADS_1


Dini menyudahi berbincang di telpon. Ia menoleh ke arah sahabatnya ternyata sudah tidak ada. Dini melihat sahabatnya berlari meninggalkan dirinya. Segera ia mengejar sahabatnya itu dengan tanda tanya di pikirannya.


Mengambil beberapa lembar uang ratusan diletakkan Dini di atas meja sebagai ganti rugi karena tak jadi makan pesanannya. Mengejar sahabatnya setengah berteriak memanggil Shasha yang sudah meninggalkannya.


Membuat lelaki itu menoleh ke arah suara teriakan Dini. Lelaki itu yang tak lain adalah Adi melihat seseorang berlari sambil menundukkan wajahnya. Wanita yang berlari itu istrinya disusul di belakangnya seseorang yang Adi tidak kenal mengejar istrinya.


Seketika kegugupan melanda Adi apa yang harus dijelaskan pada istrinya. Istrinya sudah mengetahuinya. Membuat Adi gelisah dan ingin segera pulang menyusul istrinya.


Lalu Adi mengajak Maria pergi dari tempat itu membuat Maria terheran. Adi menggandeng tangan Maria tak menghiraukan tatapan heran dari Maria.


Aku harus secepatnya pulang , pikir Adi saat itu. Setelah mengambil mobilnya Adi berlalu dari mall itu. Mengantar ke rumah Maria lebih dulu lalu dengan kecepatan penuh Adi melajukan mobilnya pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2