Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 99 Kembali Bekerja # 3


__ADS_3

Adi masuk ke ruangan presdir Ricko setelah mengetuk pintu lebih dulu.


" Selamat siang pak presdir " kata Adi.


" Hem, Di ikut aku " Ricko merapikan berkas-berkas di mejanya.


" Kemana ? " tanya Adi.


" Ikut saja " Ricko bersiap hendak pergi.


Terdengar pintu diketuk dari luar.


Tok tok tok.


" Masuk " sahut Ricko.


Masuklah sekretaris cantik Renata.


" Maaf pak, satu jam lagi bapak ada meeting dengan pak Danu " kata Renata.


" Batalkan " kata Ricko santai.


" Tapi pak " sekretaris Renata terkejut karena pembatalan mendadak dari atasannya ini.


Padahal dia sudah menyusun jadwal ulang dengan perusahaan Danu grup tapi presdir Ricko seenaknya sendiri membatalkannya. Sudah kedua kalinya pembatalan mendadak, aduh gimana ini gumam Renata bingung.


" Kau dengar tidak apa yang aku katakan tadi " bentak Ricko.


" B baik pak " jawab Renata gugup.


Renata mengangguk patuh lalu keluar dari ruangan presdir Ricko.


" Hai Rick, kau tidak boleh seenaknya membatalkan meeting dengan om Danu. Kalau papa mu tahu gimana ? " kata Adi.


" Aku tahu maksud om Danu sebenarnya, dia ingin menjodohkan anaknya denganku. Dan parahnya papaku menyetujuinya " jawab Ricko kesal.


" Makanya pilih salah satu koleksimu itu dan bawa ke papa mu " saran Adi.


" Aku tidak mau terikat dengan satu wanita itu merepotkan " kata Ricko.


" Tidak juga itu menyenangkan sekali saat kita pulang ke rumah ada seseorang yang menunggu kita dengan penuh cinta apalagi kalau sudah ada anak. Senyuman istri dan ocehan anak menjadi kebahagiaan yang tak bisa ditukar dengan apapun " Adi tersenyum sambil membayangkan keluarga kecilnya di rumah.


Ck, Ricko berdecak sebal mendengar ceramah dari teman semasa kuliahnya itu.


" Ah sudahlah ayo berangkat " Ricko keluar dari ruangannya diikuti Adi.


Ricko memberikan kunci mobilnya pada Adi, lalu Adi duduk dibalik kemudi sedangkan Ricko duduk di sebelah Adi. Adi melajukan mobil dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan Ricko cerita.


" Kau tahu dia orang yang sangat istimewa bagiku " kata Ricko.

__ADS_1


" Apa dia salah satu dari koleksimu " tanya Adi.


Ricko menggeleng.


" Dia cinta pertama ku " sahut Ricko sambil menerawang ke beberapa tahun yang lalu.


Adi melirik bos sekaligus temannya itu.


" Aku mengenalnya saat duduk di bangku SMP. Setelah lulus aku kehilangan jejaknya dua hari yang lalu tidak sengaja aku bertemu dengannya lagi. Sekarang aku akan menemuinya " Ricko menyunggingkan senyumnya.


" Ini benar jalan menuju restoran itu " tanya Adi melirik bos Ricko.


Ricko mengangguk. Adi menghentikan laju mobilnya di depan restoran itu. Adi mengernyitkan dahinya membaca papan nama restoran lalu menoleh ke arah Ricko.


" Ayo masuk saja " Adi menuruti bosnya itu dan memarkirkan mobilnya.


" Kenapa heran, oh ya ini salah satu restoran milik temanku " Adi masih bertanya-tanya karena dalam sehari dia pergi ke restoran yang sama tapi di tempat berbeda.


Kedua lelaki tampan itu duduk berhadapan.


" Dia juga temanku SMP tapi beda kelas, namanya Xander. Dia sudah sukses sekarang dia punya empat restoran dan beberapa kafe yang bertebaran diberbagai tempat " jelas Ricko.


Adi diam menyimak ucapan bosnya itu. Hm ternyata restoran ini milik Nathanael juga. Seberapa kaya nya dia, gumam Adi terheran.


" Tidak usah heran meski dia menyandang nama Alexander di belakang namanya. Dan pewaris Xander grup dia tidak besar kepala. Dia merintis usahanya dari nol dan tidak minta sepersen pun uang orangtuanya " Adi hanya tersenyum menanggapi cerita bosnya.


" Adi ... Grace ... " sahut keduanya dan saling berjabat tangan.


Ketiganya lalu duduk dan seorang waiters datang menghampiri meja mereka. Setelah memesan makanan ketiganya berbincang ringan lebih tepatnya Ricko dan Grace. Sementara Adi hanya mendengarkan saja.


" Tinggal di mana sekarang " Ricko menatap wanita di sebelahnya.


" Di sekitaran sini " Grace tersenyum.


Duh manis bener senyuman nya membuat Ricko sesaat terpana.


" Ekheem " Adi berdehem membuat Ricko tersadar.


Ricko mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Untung saja waiters yang membawa pesanan mereka datang jadi Ricko terselamatkan. Lalu ketiganya menikmati pesanan masing-masing. Sesekali Ricko mencuri pandang pada Grace. Adi yang melihat tingkah teman sekaligus bosnya itu hanya menggelengkan kepalanya.


Selesai menikmati hidangan makan siang menjelang sore itu kembali keduanya berbincang.


Huh, berasa kambing congek disini, gumam Adi. Adi mengambil ponselnya yang berdering di saku bajunya. Lalu membalas pesan yang masuk di benda pipih itu.


Saat Ricko dan Grace sedang berbincang masuklah pemilik restoran yang hendak mengecek restoran miliknya. Seorang lelaki tampan bertinggi 170 cm itu hendak menemui salah satu orang kepercayaannya. Ricko yang melihat pemilik restoran yang tak lain teman SMP nya itu menyerukan namanya. Mendengar namanya dipanggil lelaki bermata sipit itu menoleh.


" Eh, kau Rick " lelaki tampan itu mendekat.


Setelah menyalami teman lamanya itu, di situ ada Grace dan suami Shasha. Lalu lelaki tampan yang tak lain Nathanael itu menyalami Grace dan suami Shasha.

__ADS_1


" Sudah lama " tanya Nathanael.


" Baru tiga puluh menit yang lalu " jawab Ricko.


" Sibuk apa sekarang " Nathanael menatap teman lamanya itu.


" Sibuk mengelola usaha warisan orang tua " jawab Ricko pelan.


" Wah selamat ya pak presdir " Nathanael tersenyum tipis.


" Itu belum seberapa dibanding dirimu yang makin bersinar saja " Ricko memuji.


" Ah tidak juga aku hanya mengembangkan bakat ku di bidang kuliner saja " Nathanael merendah.


Ponsel Nathanael berdering.


" Maaf aku tinggal dulu silakan lanjutkan obrolannya " Nathanael pamit pada Ricko, Adi dan Grace.


Waktu beranjak sore Grace pamit undur diri. Ricko dan Adi bersiap hendak pergi. Tak lupa Ricko minta no ponsel Grace, keduanya saling bertukar no ponsel.


Adi menjalankan mobilnya kembali ke perusahaan Nusa grup. Adi memberikan kunci mobil pada bosnya saat sampai di depan pintu gerbang perusahaan. Ricko langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Sementara Adi masuk ke lift untuk menuju ke ruangannya. Adi masih mempelajari berkas-berkas yang akan ia persiapkan untuk besuk.


Hari mulai gelap jam pulang kantor sudah lewat satu jam yang lalu. Tinggal satu berkas yang mesti ia pelajari dan mengirimkan pada bos Ricko. Selesai dengan pekerjaannya hari ini Adi melihat jam di pergelangan tangannya menunjuk angka enam. Adi membereskan berkas-berkas itu dan menyimpan di lemari lalu mematikan laptopnya.


Adi melajukan mobilnya pulang ke rumah. Seharian ini merupakan hari yang melelahkan baginya. Sampai di rumah Adi disambut oleh ibunya.


" Baru pulang nak " bu Rina melihat anaknya yang pulang dalam keadaan letih.


" Ya bu, em Shasha mana bu " tanya Adi.


" Ada di kamarnya " sahut bu Rina.


" Aku ke kamar dulu bu " Adi berjalan menuju kamarnya.


Bu Rina pergi ke dapur membantu mbak Tari menyiapkan makan malam. Chris di ruang keluarga sibuk dengan email yang masuk di ponselnya.


Adi masuk ke kamar mendapati istrinya sedang sibuk dengan baby Zaneta.


" Mas baru pulang " Adi mendekati istrinya.


" Ya sayang " Adi hendak mencium baby Zaneta tapi dilarang Shasha.


" Mas bersih-bersih dulu sana " Shasha menjauhkan baby Zaneta dari suaminya.


Adi menurut lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai dengan ritual mandinya tubuh Adi telah segar kembali. Lalu mengecup kening istrinya beralih ke baby Zaneta. Menoel pipi gembul bayi cantiknya itu. Uh menggemaskan sekali seharian tidak bertemu dengan anaknya membuatnya rindu. Rasa lelahnya hilang melihat baby Zaneta yang tampak pulas tertidur di ranjang nya.


**************

__ADS_1


__ADS_2