Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku... Adi Dan Shasha ( 11 )


__ADS_3

Esuk harinya Adi berinisiatif menjemput anak sahabat ibunya ke rumah. Rumah Adi tidak terlalu jauh hanya beda blok saja dari rumah Shasha. Adi mengendarai motor hadiah ulang tahun dari ayahnya menuju rumah Shasha. Sampai di depan pintu gerbang rumah besar itu Adi berhenti lalu turun. Di sana ada pak Udin sedang membuka pintu gerbang.


Adi menghampiri pak Udin.


" Pak Udin apa paman dan bibi belum berangkat " tanya Adi.


" Oh, den Adi belum den. Tuan dan nyonya masih di rumah non Shasha juga belum berangkat " jawab pak Udin.


Pak Udin mengantar Adi masuk ke rumah. Di sana ada papa Sam yang duduk di sofa ruang tamu. Papa Sam sudah siap dengan setelan kerjanya. Di sebelah nya ada koper besar sepertinya orang tua Shasha hendak pergi ke luar kota.


Sementara mama Santi sedang membujuk putri kecilnya.


" Sayang putri mama yang cantik mau ya ke rumah paman Lukas " bujuk mama Santi.


" Nggak ah ma " jawab Shasha.


" Ada apa sayang " tanya mama Santi.


" Nggak ada apa-apa ma " sela Shasha.


" Kalau nggak ada apa-apa mau ya diantar nak Adi. Dia anaknya baik lho nurut lagi ya sayang " mama Santi kembali membujuk putri kesayangannya.


Shasha mendesah kesal tapi mau nggak mau mesti menuruti mamanya. Mama Santi menggandeng putri cantiknya menuruni tangga ke ruang tamu.


Bersamaan Adi yang berdiri di ambang pintu memberi salam pada papa Sam.


" Shaloom paman Sam " sapa sopan Adi.


Papa Sam yang sibuk dengan ponselnya beralih ke arah pintu.


" Eh nak Adi shaloom " balas papa Sam.


Papa Sam bangkit.


" Kebetulan kamu datang nak bisa bantu paman " kata papa Sam.


" Bantuan apa paman " tanya Adi.


" Bisa antar Shasha ke sekolah sebab sebentar lagi paman dan bibi mau ke bandara " kata papa Sam.


" Em iya bisa paman bisa " jawab Adi cepat.


Papa Sam berjalan mendekati tangga.


" Ma ada nak Adi nih " panggil papa Sam.


" Iya pa " mama Santi menoleh ke putri cantiknya itu.


Mama Santi tersenyum senang.

__ADS_1


" Kenapa mama senyum-senyum " Shasha heran menatap mamanya.


" Calon mantu mama datang " mama Santi masih tersenyum.


" Calon mantu ' gumam Shasha tak mengerti.


" Ayo cepat sayang kita turun " mama Santi bersemangat menuruni tangga.


Sampai lah dua wanita beda usia itu di anakan tangga terakhir. Sudah ada papa Sam berdiri di bawah tangga. Mama Santi melewati suaminya lalu berjalan sambil menggandeng Shasha.


" Nak Adi kapan datang " sapa ramah mama Santi.


" Baru saja bibi " Adi tersenyum canggung.


Mama Santi menoleh ke arah putrinya.


" Sayang lihat nak Adi sudah datang sana berangkat " bujuk mama Santi.


" Iya ma " Shasha mengangguk patuh meski ada rasa enggan hinggap di hatinya.


Shasha masih ingat saat Adi dan gadis berlesung pipit itu pergi dari restoran cepat saji kemarin. Ada rasa sedih bercampur senang menghinggapi dirinya saat ini. Pada akhirnya Shasha setuju saja anak sahabat mamanya yang mengantar nya ke sekolah.


Shasha pamit pada papa Sam dan mama Santi.


" Pa, ma Shasha berangkat dulu " kata Shasha.


" Iya sayang belajar yang rajin ya " mama Santi mengusap lembut pucuk rambut Shasha.


Adi juga pamit pada papa Sam dan mama Santi.


" Paman, bibi kami berangkat dulu " sahut Adi.


" Iya hati-hati bawa motornya " kata papa Sam.


" Iya paman " jawab Adi.


Adi naik ke motornya diikuti Shasha. Adi menjalankan motornya keluar dari pintu gerbang rumah papa Sam. Adi mengantar Shasha sampai depan gerbang sekolah gadis berseragam SMP itu. Shasha turun dari motor Adi.


" Terimakasih kak " kata Shasha ramah.


" Hm ya, tunggu aku jemput ingat pesan kakak jangan pergi dengan sembarang orang. Apalagi orang itu tidak dikenal " pesan Adi.


" Iya kak " Shasha mengangguk.


" Sudah sana masuk " perintah Adi.


Shasha lekas masuk ke gerbang sekolah nya. Setelah mengantar Shasha, Adi langsung menuju sekolah nya hingga jam pulang sekolah gadis berseragam SMP itu. Adi tancap gas menuju sekolah Shasha. Beruntung sekali tidak ada Maria, Adi bisa lebih awal menjemput Shasha.


Adi menunggu gadis berseragam SMP itu keluar dari gerbang sekolah nya. Adi masih duduk di atas motor nya sambil mengamati satu persatu siswa berseragam SMP itu. Tak berselang lama muncullah gadis yang ia tunggu sejak tadi.

__ADS_1


" Aku pulang dulu ya Din " kata Shasha pada sahabatnya.


" Dih, mentang-mentang sudah ada yang jemput " sungut Dini.


" Jangan gitu dong dia kan calon suami masa depan ku " bisik Shasha di telinga sahabatnya.


Gadis berseragam SMP itu tersipu malu.


" Heh kamu tuh masih kecil ya Sha, mikirnya kejauhan " sahut Dini.


" Nggak apa-apa punya harapan kayak gitu toh mamaku juga setuju " kata Shasha tersenyum senang.


Dini menempelkan telapak tangannya di dahi Shasha.


" Kesambet apa kamu Sha " kata Dini menggelengkan kepalanya.


" Kesambet cinta kak Adi " bisik Shasha malu-malu.


" Hah! " Dini menepuk jidatnya sendiri bingung dengan kelakuan sahabatnya.


" Dah ah aku pergi dulu " Shasha berjalan menjauh dari sahabatnya.


Shasha segera naik ke motor Adi, pemuda berkulit sawo matang itu menjalankan motornya menuju taman kota. Merasa jalan yang ditempuh Adi bukan jalan pulang ke rumahnya Shasha bertanya pada Adi.


" Kak, kita mau ke mana ini bukan jalan pulang ke rumah Shasha " kata Shasha.


" Tenang saja kita keliling taman dulu " sahut santai Adi.


Shasha menurut saja kemana Adi membawanya pergi. Tidak berapa lama keduanya sampai di taman kota. Adi berkeliling taman kota hingga motor Adi berbelok ke sebuah mall besar di pusat kota. Setelah turun dari motor dan motor Adi terparkir rapi. Pemuda berkulit sawo matang itu mengajak Shasha berkeliling di dalam mall.


Lelah berkeliling keduanya masuk ke restoran cepat saji. Adi dan Shasha mengambil tempat duduk berhadapan. Setelah nya Adi memesan makanan untuk dirinya dan Shasha. Makanan yang di pesan Adi datang.


" Lihat aku juga bisa mengajak mu berkeliling dengan motor dan mentraktir mu makan " kata Adi ketus.


Shasha terhenyak dari duduknya.


" Maksud kak Adi apa ya " tanya Shasha bingung.


" Heh masih tanya lagi tidak hanya anak berandalan itu yang bisa mengajak mu berkeliling kota. Dan mentraktir mu makan aku juga bisa sudah cepat makan " bentak Adi.


Entah mengapa Adi tidak suka dengan sepupu Daniel itu. Terlebih bila Shasha terlalu dekat dengan pemuda bermata sipit itu.


********


Up lagi ya.


Mood author lagi bagus nih bisa up juga.


💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


Dukung terus karya ini dengan memberi like, komen dan vote yang banyak ya.


Terimakasih ... ❤️❤️❤️


__ADS_2